Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Leo


__ADS_3

"Mama senang bisa melahirkan kamu sayang," dengan derai air mata Alena berbicara dengan anaknya yang baru berusia 2 hari.


Di bantu karyawan sekaligus temannya Alena melahirkan di rumah sakit terdekat.


"Apa kamu akan memberitahu papa nya?" Popy bertanya pada Alena.


"Tidak! Aku tidak akan memberitahu papa nya! Biarkan saja dia hidup denganku. Aku bisa menjadi mama dan papa untuknya," balas Alena.


"Kasihan dia Al, Leo juga butuh seorang ayah," Popy mencoba membujuk Alena.


"Aku sudah tidak perduli lagi dengannya. Aku akan menjalani kehidupan ku sendiri mualai saat ini. Tuhan telah memberiku banyak kekuatan, aku tidak akan menyia-nyia kannya." ucap Alena.


"Baiklah, semua keputusan ada pada kamu sendiri. Aku hanya bisa mendukung kamu dari belakang. Jika kamu membutuhkan bantuan ku, aku pasti siap membantu."


"Terima kasih ya, kamu selalu ada untukku," ujar Alena sambil memeluk Popy.


***


Hari ini Alena sudah di perbolehkan pulang. Popy yang tadinya tinggal sendiri di apartemen pemberian orang tuanya, kini memilih ikut dengan Alena. Dia akan membantu Alena mengurus bayi mungil yang akan meramaikan suasana rumah dan cafe nya nanti.


"Apa kamu keberatan tinggal disini?" Alena bertanya pada Popy.


"Ya, sedikit keberatan!" balas Popy.


"Maafkan aku selalu saja merepotkan kamu," lirih Alena.


"Aku keberatan kenapa tidak dari dulu saja aku tinggal dengan kamu!" ujar Popy yang mengerjai Alena.


Mereka berdua pun sama-sama tersenyum. Alena mengal Popy semenjak dia pindah ke Paris. Dengan bantuan Popy, dia bisa menjalani hari-hari dengan baik tanpa Nico. Awalnya Alena ragu untuk bercerita tentang rumah tangganya kepada Popy, tetapi lama kelamaan Alena nyaman dengan Popy yang dia anggap seperti kakaknya sendiri.


Popy adalah anak dari pengusaha kaya raya di Paris. Tapi dia lebih memilih hidup bebas tanpa harta kedua orang tua nya. Popy lebih memilih bekerja sendiri dari pada meneruskan perusahaan orang tuanya.


Di bantu oleh Popy, Alena menjalankan usahanya hingga kini.


*


*


*


"Mama!" bocak kecil itu begitu antusias melihat mama nya menjemput ke sekolah.

__ADS_1


"Hai sayang, sudah pulang sekolahnya?!" tanya Alena.


"Iya ma, Leo lapar ma!" ucap nya.


"Ayo kita cari makan di tempat favorit kamu!"


"Ok mama!" mereka berdua berjalan menuju restoran yang biasa mereka kunjungi.


setelah sampai, Leo memesan beberapa makanan kesukaannya. Tak lupa Leo juga memesankan mama nya makanan yang biasa Alena makan.


Dengan sigap para pelayan menyiapkan pesanan Leo. Leo adalah pelanggan setia disana, seluruh karyawan restoran sudah hafal dengan Leo.


"Sayang mama ke toilet dulu ya, kamu tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana!" ucap Alena pada Leo.


"Ok mama!"


Saat akan berjalan menuju ke toilet Alena menabrak seseorang.


"Maafkan saya, saya tidak sengaja!" ucap Alena kepada laki-laki di depannya sambil membantu membersihkannya.


"Biarkan saja, nanti aku bersihkan sendiri,"


"Maafkan aku tuan!" ucap Alena lagi.


"Lepaskan jas anda, nanti biar aku cuci. Berikan juga nomer phonsel anda atau alamat anda, jika sudah selesai akan saya kirim." ujar Alena.


"Baiklah!" balas Ramon sambil memberika kartu nama miliknya.


Ramon langsung melepas jas nya untuk diberikan kepada Alena. Dengan senang hati dia menerima tawaran Alena. Sejak pandangan pertmanya dengan Alena, Ramon sudah jatuh hati kepadanya.


Ramon langsung pergi meninggalkan Alena karena sudah ada janji dengan rekan bisnisnya.


"Mama, kenapa mama mau mencucinya?" tanya Leo.


"Mama yang salah sayang, mama tidak sengaja menabraknya. Sehingga kopi yang dibawa paman itu tumpah." jelas Alena.


****


Di lain tempat Ramon bertemu dengan rekan bisnisnya di ruang vip.


"Apa aku terlambat?" tanya Ramon tiba-tiba.

__ADS_1


"Sepertinya begitu," mereka berdua saling menggoda dan berpelukan.


"Maafkan aku, tadi ada insiden kecil." ucap Ramon.


"Apa kamu masih terus menggoda setiap wanita?!"


"Tidak, tapi kali ini aku benar-benar serius! Aku baru pertama kali melihatnya. Dia adalah wanita yang sangat cantik, biasanya setiap wanita melihatku pasti akan tergoda. Dia sama sekali tidak tertarik padaku. Itu adalah hal yang menantang bukan?!" balas Ramon.


"Hati-hati tuan, kamu akan jatuh cinta sungguhan!"


"No problem! Untuk kali ini, aku sangat serius!" Ramon begitu sungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Baiklah, hari ini adalah hari yang sangat spesial bagi kita berdua. Apa kamu tidak ingin merayakannya? Atau kamu tidak ingin mengajakku menginap di apart kamu? Ayolah kawan, aku jauh-jauh terbang dari Indonesia ke Paris hanya untuk mu saja!"


"Kita akan bersenang-senang nanti malam. Setelah ini kita akan pulang!" balas Ramon pada temannya. Ramon kedatangan teman lamanya dari Indonesia. Selama ini mereka berdua sama-sama menempuh pendidikan di London dan setelah lulus, Ramon harus kembali untuk melanjutkan bisnis keluarganya. Sedangkan temannya dia menjadi aktor yang cukup terkenal.


Setelah selesai makan, mereka berdua langsung lergi menuju apart milik Ramon.


"Apa kamu selalu membawa wanita kemari?!" tanya temannya.


"Tidak! Aku tidak pernah memasukkan wanita kesini. Aku tidak suka hubungan serius, itu membuatku pusing!" jelas Ramon.


"Lalu?!"


"Lalu apanya?" tanya Ramon.


"Bukankah kamu seorang casanova?!"


"Tentu saja tidak! Aku tidak pernah membiarkan barangku masuk kesana sini! Walaupun aku bermain wanita, tetapi aku tidak pernah sekalipun memasukkan milikku seenaknya!" ucap Ramon.


"Oww!"


"Sudah! Kamu mandi, setelah ini kita pergi!" ajak Ramon.


"Ok!"


Mereka berdu akhirnya pergi ke klub malam langganan Ramon. Ramon adalah anak dari konglomerat disana, selain keluarga nya berpengaruh di pemerintahan, ayah Ramon juga seorang lebisnis terkenal. Selama ini Ramon terkenal dengan julukan casanova, karena sering bermain wanita. Tetapi tidak banyak oarang yang tahu, bahwa milik ramon tidak bisa sembarangan berdiri, apalagi dengan wanita murahan. Dia menyewa wanita- wanita itu hanya untuk menemaninya minum-minum saja.


Rahang tegas, tubuh tinggi, kekar, hidung mancung, bulu mata yang lentik membuat Ramon sangat di gandrungi banyak wanita. Di usianya yang ke 32 tahun dia tetap terlihat awet muda dan gagah. Dia menjalankan pola hidup sehat dan serinf berolah raga.


Namun ada 1 wanita yang membuatnya tertarik saat ini. Hanya dengan memandang matanya, jantung Ramon seakan mau keluar dari dadanya. Baru kali ini Ramon bertemu wanita yang tidak tertarik sama sekali padanya. Padahal setiap harinya banyak wanita yang menggodanya, tetapi tidak ada 1 pun wanita yang menggetarkan hatinya.

__ADS_1


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa hatiku bisa bergetar hanya dengan memandang mata indah mu?" batinnya.


"Aku harus bisa menemukan mu kembali kali ini!" tekat Ramon.


__ADS_2