
Sean pergi meninggalkan kota Paris. Dia akan melanjutkan pekerjaannya yang lama tertunda. Semejak mengejar Alena, dirinya vacum dari dunia permodelan. Kini saatnya dia kembali dan menunjukkan pada Alena dan lainnya bahwa dia juga mampu menjadi bintang yang sukses.
Sementara di lain tempat, Nico baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dirinya terus mengejar saham milik Ramon grub agar bisa menguasai sebagian besar perusahaannya. Kalau bisa sekalian menguasai Alena juga. Karena tujuan utamanya kemari adalah anak dan mantan istrinya.
"Aku harus segera ke rumah Alena untuk bertemu Leo. Aku akan mengambil hati Leo terlebih dahulu," gumam Nico yang sudah rapi dengan setelan jas nya.
Dia menaiki mobil menuju rumah Alena yang sebelumnya. Sayangnya, setiba di sana Alena tidak ada. Rumah nampak sepi, tidak ada tanda kehidupan.
"Apa selama ini dia tidak tinggal di sini?" gumam Nico sambil melajukan mobilnya keluar.
Nico terus mencari informasi Alena dari tetangga sebelahnya. Dia baru tahu kalau Alena tinggal di rumah Ramon.
Tidak sulit bagi Nico untuk menemukan rumah baru Alena. Dia memasukkan mobilnya di parkiran rumah Alena. Scurity yang melihat ada mobil asing mencoba bertanya.
"Mau cari siapa, Den?" tanya scurity.
"Alena ada pak? Atau Ramon," jawab Nico.
"Tuan tidak ada di rumah, Den. Baru saja pergi ke kantor. Kalau Nyonya ada," balas scurity.
"Nggak apa-apa pak, sama Alena juga sama saja. Bilang saja dari Nico, nanti dia sudah tahu."
__ADS_1
"baik, Den." Scurity pun berlari ke dalam dan mencari Alena.
"Nyonya Alena ada?" tanya scurity pada maid di dapur.
"Ada di kamarnya. Ada apa?"
"Ada yang mencarinya. Namanya kalau tidak salah Nico. Katanya suruh bilang Nico saja, nanti Nyonya sudah tahu," ujar scurity sambil berdiri di ambang pintu dapur.
"Tunggu, aku panggilakan Nyonya."
Madi itu langsung neik menuju kamar Alena. Dia mengetuknya perlahan takut mengganggu.
"Nyonya, di bawah ada yang mencari. Dia bilang namanya Tuan Nico," ucap maid yang berada di depan pintu.
"Mas Nico," gumamnya. Alena segera membuka pintunya dan menemui Nico di bawah.
"Aku akan turun," ucap nya. Setelah merapikan bajunya, Alena langsung turun.
"Di mana pak orangnya?"
"Di depan, Nyonya."
__ADS_1
"Suruh masuk saja," ucap Alena sambil pergi ke dapur menyiapkan air minum.
Nico pun di persilahkan masuk. Dia memasuki ruang tamu yang begitu luas dengan banyak foto pernikahan Ramon dan Alena terpampang jelas.
"Sebenarnya, aku masih tidak rela kamu dengan Ramon. Tunggu setelah ini, kita akan kembali bersama," batin Nico sambil memperhatikan foto pernikahan Alena.
"Kapan kamu tiba di sini, Mas?" tanya Alena yang baru jeluar dari dapur.
"Sebenarnya sudah dua hari yang lalu, hanya saja aku batu mencari kamu ini tadi. Aku pikir kamu masih menempati rumah yang lama dulu." Nico berjalan menuju sofa.
"Aku pindah ke sini semejak menikah. Minum dulu, Mas," ucap Alena. Mereka duduk saling berhadapan.
Karena Alena masih awal-awal hamil jadi lebih sering mual, jika mencium bau yang aneh atau wangi yang menyengat. Nico menggunakan parfum seperti biasanya saat dengan Alena dulu, tapi itu membuat Alena mual.
"Kamu kenapa?" tanya Nico mendekati Alena. Dirinya khwatir melihat Alena mual-mual.
"Biasa, Mas. Awal kehamilan pasti seperti ini. Dulu waktu hamil Leo juga seperti ini," jelas Alena.
...*****...
Sambil nunggu up mampir juga ke cerita yang di bawah ini ya. Cerita nya serulo
__ADS_1