
3 hari sudah Nico dirawat di rumah sakit. Sesekali Sean menjenguknya, bukan menjenguk Nico pastinya.
Setiap hari Alena merawat Nico, dia sudah berjanji akan merawatnya sampai sembuh. Sean membantu Alena memberitahukan kepada kedua orang tua angkatnya di desa bahwa Alena akan kembali ke kota untuk sementara. Sean juga mengijinkan Alena ke Rendy kalau tidak bisa masuk kerja beberapa hari kedepan.
"Al, kamu tidur dimana?" tanya Nico.
"Ya di kamar ku Mas!"
"Disini saja ya,temani aku,"
"Gak mau Mas, kamu tidur aja sendiri!"
"Ayo lah Al, aku kangen sama kamu," rengek Nico sambil menarik tangan Alena.
"Tidur saja lo ya!"
"Iya,"
" gak aneh-aneh lo ya! Awas kalau kamu aneh-aneh!" ucap Alena.
"Iya janji,"
Alena pun tidur di kamar Nico. Tapi Alena tidur di sofa yang ada di pojokan. Dia tidak mau 1 ranjang dengan Nico.
Alena sadar setelah ini dia akan berpisah dengan Nico, maka Alena harus bisa menjaga dirinya sendiri.
"Kenapa kamu tidur di sana Al?" tanya Nico.
"Memangnya mau tidur di mana? Di sini saja aman, sebebtar lagi kita akan berpisah aku gak mau terjadi apa-apa!" balas Alena.
Nico hanya diam tak membalas.
"Andai kamu tahu Al, aku sangat ingin memelukmu. Aku sanggup merawat diriku sendiri, hanya saja kalau aku bilang sembuh pasti kamu akan meminta berpisah dari ku saat itu juga. Aku tidak ingin berpisah Al," batin Nico.
Alena tertidur pulas sambil meringkuk di sofa. Nico yang melihat itu langsung menggendong Alena dan menidurkannya di atas kasur king size nya.
"Maaf kan aku Al, aku banyak menyakiti mu. Jika ada kesempatan lagi, aku ingin memperbaikinya. Aku ingin rumah tangga kita utuh seperti dulu lagi.
****
Alena sudah menjelaskan kepada kedua mertua nya. Dia juga menyampaikan keinginannya untuk berpisah. Jelas orang tua Nico marah besar kepada Nico, dia geram dengan kelakuan anaknya yang tidak tau di untung itu.
__ADS_1
"Kamu memang anak yang tidak tahu diri Nic! Sudah bagus ada yang sama kamu dengan tulus, malah kamu sia-siakan!" ucap Papa nya.
"Mama menyesal telah melahirkan anak seperti kamu. Itu sama saja dengan kamu tidak menghargai Mama! Mama ini juga perempuan Nic, pasti sakit hati kalau Mama yang jadi Alena!" ujar Mama Nico.
"Maafkan aku Pa, Ma! Nico sungguh menyesal," ucap nya dengan berderai air mata.
"Mama setuju kalau kamu berpisah dari manusia yang tidak punya perasaan ini!" ujar Mama Nico.
"Ma kok gitu, jangan dong Ma! Nico cinta Ma sama Alena!"
"Terlambat!"
"Jangan berpisah ya Al!"
"Kita sudah menyepakati ini jauh-jauh hari Mas!"
"Tidak adakah kesempatan untukku lagi?" tanya Nico dengan wajah sendunya.
"Maaf Mas, aku sudah menutup hati sejak pergi dari rumah!" balas Alena dengan tegas.
Setelah pedebatan itu, Alena tetap merawat Nico dengan baik sesuai janjinya.
****
"Buat apa Al?"
"Jangan pura-pura lupa Mas!"
"Kamu beneran mau berpisah dengan ku Al?"
"Iya Mas, tekat ku sudah bulat! Segera bersiap, aku akan kebawah memberitahu Papa sama Mama!" jawab Alena dan langsung pergi dari kamar Nico.
Tubuh Nico langsung terasa lemas mendengar perkataan Alena tadi. Dia tidak menyangka Alena akan setegas ini dengan keputusannya.
Nico berjalan gontai menuju ruang gantinya. Dia begitu malas untuk pergi.
"Mas cepetan turun!" teriak Alena dari bawah.
"Iya sebentar Al!" balas Nico yang masih menggunakan celananya.
"Kamu mau di antar Papa Al?" tanya Papa Nico.
__ADS_1
"Enggak usah Pa, Alena sama Mas Nico saja," jawab Alena.
"Aku sudah siap Al," ucap Nico yang menuruni tangga.
"Alena berangkat dulu ya Pa," pamit Alena.
Nico dan Alena berangkat bersama menuju pengadilan. Hari ini Alena akan mendaftar perceraiannya dengan Nico. Sebisa mungkin Alena dan Nico menutup akses semua media, agar tidak menjadi berita besar nantinya.
Nico mengerahkan bawahannya untuk mengalihkan perhatian publik, agar proses perceraiannya lancar.
****
"Al, aku minta maaf sudah membuat mu menderita. Sesungguhnya aku tidak rela berpisah dengan mu. Tetapi jika, dengan perpisahan ini bisa membuatmu bahagia aku akan menerimanya. Tapi ada syarat yang harus kamu penuhi!" ucap Nico.
"Syarat apa?"
"Meski kita berpisah, aku mohon kamu masih mau berkunjung ke rumah. Dan kita tetap berteman. Kasiahan Papa sama Mama kalau kamu langsung pergi meninggalkan mereka. Kamu mau?"
"Iya Mas, kita tetap berteman. Aku juga akan bekunjung ke rumah untuk menemui Papa dan Mama. Aku juga mau minta maaf selama menjadi istri kamu banyak kekurangan yang aku miliki. Aku juga tidak bisa merawat kamu dengan baik, tidak bisa menyenangkan hati kamu, tidak bisa menjadi sandaran kamu ketika lelah. Masih banyak kekurangan ku yang gak bisa aku sebutin satu persatu. Harapan ku setelah ini kamu bisa menemukan istri yang dapat membahagiakan kamu mas," ujar Alena dengan berlinang air mata. Jujur, Alena begitu sulit melepas Nico, tapi ini semua demi kebaikannya juga.
"Iya Al, maafin aku ya?! Kamu juga Al, mudah-mudahan menemukan laki-laki yang menyayangimu setulus hatinya. Boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya?" tanya Nico yang sama-sama berderai air mata.
Alena pun menganggukkan kepala. Mereka berdua sama-sama berpelukan saling melepas kerinduan yang akan datang. Ini adalah terakhirkali nya mereka bisa berpelukan sebelum mereka resmi berpisah.
*
*
Hari ini Alena resmi menyandang status jandanya. Dia sudah resmi bercerai dengan Nico. Tidak ada awak media yang mengetahui tentang ini. Nico menutup rapat-rapat agar Alena dapat menjalani hidup nya dengan nyaman setelah ini.
Nico pun menjalani hidup nya seperti biasa. Selain menjadi CEO, dia juga semakin melejit didunia permodelan. Dia juga mulai memperbaiki kehidupannya.
Nico sudah berhenti bermain wanita, bahkan dengan Viona. Nico juga mengumumkan kalau dia sudah putus hubungan dengan Viona. Namun sayangnya Viona terus mengejar Nico. Meski sudah resmi tidak memiliki hibungan dengan Nico, Viona selalu menghubung-hubungan dengan Nico.
Hal itu yang membuat Nico semakin membenci Viona, karena seperti parasit.
"Berhenti mengejarku Vi!" ucap Nico.
"Tapi aku masih mencintai mu Nic!"
"Maaf Vi, kamu sudah memilih dengan laki-laki lain maka hubungan kita sudah berakhir saat itu juga!" ucap Nico dengan tegas. Dia sudah mengetahui kalau Viona bermain dibelakangnya. Maka dari itu dia mengakhiri hubungannya dengan Viona secara resmi.
__ADS_1
Nico benar-berah berubah sekarang. Dia menjadi lebih dingin dan lebih kejam. Setelah berpisah dari Alena, hilang sudah sifat lembut dan penyayangnya.
Nico tidak ingin berhubungan dengan siapapun keculai jika itu Alena. Jika suatu hari Alena di takdirkan Tuhan kembali padanya, dengan senang hati Nico menerimanya.