Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Nico


__ADS_3

Ramon terus saja bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa Alena sampai masuk rumah sakit. Dia masih belum menyadari kalau istrinya hamil.


Sesampainya di rumah sakit, Ramon langsung berlari menuju ruangan Alena.


"Bagaimana keadaannya, Ma?" tanya Ramon langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kata dokter sebentar lagi siuman."


"Alena sakit apa, Ma? Kenapa bisa sampai pingsan?"


"Kamu akan segera memiliki Ramon junior," jawab Mama.


Belum sempat David membalasnya, Alena sudah siuman.


"Aku ada di mana ini?" tanya Alena sambil melihat kanan kiri.


Ramon, Leo dan mertuanya langsung mendekat. Mereka senang, akhirmya Alena sadar.


"Kamu di rumah sakit sayang. Kamu tadi pingsan, jadi Papa sama Mama membawa kamu ke sini," jawab Ramon sambil membelai pucuk kepala Alena.


"Kenapa aku di sini? Memangnya aku sakit apa?"


"Kamu hamil, kamu hamil Ramon junior," ucap Ramon dengan antusias. Dirinya begitu senang mendengar Alena hamil.


Namun wajah Leo tidak mencerminkan kebahagiaan. Dia takut apa yang di khawatirkan terjadi.

__ADS_1


"Kamu kenapa murung sayang? Apa kamu tidak senang kalau mempunyai adik?" tanya Alana pada Leo yang mulai mengeluarkan air matanya.


"Leo senang, Ma. Tapi Leo takut Mama tidak sayang lagi sama Leo." Dengan sedikit bergetar Leo mengungkapkan isi hati nya.


Melihat Leo begitu ketakutan, mereka semua akhirnya memeluk Leo.


"Tidak akan ada yang berubah. Semua akan tetap menyayangi Leo sampai kapan pun. Leo adalah cucu kesayangan Kakek dan Nenek. Jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak lagi. Walaupun nanti adik Leo lahir, kita tetap menyayangi Leo." Papa Ramon menjelaskan kepada Leo sambil memeluknya, agar Leo merasa nyaman.


"Benarkah?" tanya Leo dengan mata berbinar.


"Tentu saja," balas Ramon dan Alena bersamaan.


Leo pun berteriak kegirangan. Dia sudah tidak ketakutan lagi berkat Kakek dan Nenek yang sangat menyayanginya.


                       *******


Berbeda dengan di lain tempat, banyak barang-barang yang pecah dan berserakan. Nico merasa cemburu dengan kehamilan Alena. Dirinya memata-matai Alena sepulang dari rumah Alena.


Hingga saat ini Ramon belum menemukan pengganti Alena. Setiap hari pekerjaannya hanya memantau keseharian anak dan mantan istrinya.


"Aku akan merebutmu kembali, Al. Kamu tidak boleh bahagia dengannya. Kamu hanya boleh bahagia denganku, tidak ada yang lain." Dengan mata merah karena efek alkohol Nico terus merancau tidak jelas.


Dirinya masih tidak bisa melepas Alena sepenuhnya. Cintanya sudah dia patenkan untuk mantan istrinya itu. Apalagi ada anak hasil dari pernikahannya dulu. Nico begitu menyayangi Leo. Tetapi demi Alena dapat tersenyum bahagia, Nico tidak mempermasalahkan hak asuh anak.


"Aku harus segera menyusulnya kesana. Aku harus bisa dekat dengannya!" ucap nya menggebu-gebu.

__ADS_1


                       *********


Popy juga ikut senang mendengar Alena hamil lagi. Berbeda dengan Sean, meski hatinya sudah bisa merelakan Alena tapi di sisi paling dalam masih ada percikan cinta yang belum juga hilang hingga kini.


"Andai saja itu anakku, Al. Mungkin aku juga akan merasakan kebahagiaan seperti sahabatku. Walau bibir ini sudah bisa merelakanmu, tapi yang sesungguhnya hati ini masih menyimpan sedikit perasaan padamu. Bahakan aku rela mengorbanka n perasaan yang sudah lama aku pendam agar kamu bisa hidup bahagia dengan laki-laki pilihanmu. Tapi kenyataanya hati ini masih tak sanggup melihatnya. Al, jika ada kesempatan untukku di masa yang akan datang bolehkah kamu menajadi milikku? Bolehkah aku idup bahagia denganmu?" batin Sean saat mendenga kabar kehamilan Alena. Begitu sulit merelakan cinta pertama dalam hidup nya.


"Woi, jangan ngelamun. Kesambet lo nanti," ucap Popy yang baru saja keluar dari ruang pembuatan roti.


Sean masih setia membantu di toko roti Alena. Dia akan berada di sana dalam waktu yang tak bisa di tentukan. Tergantung isi hati nya, sampai kapan dia akan tinggal di Paris.


...***********...



“Jaga ucapan mu!” bentak Dona. Dia merasa malu bertemu dengan mantan suami yang menjijikkan menurutnya itu.


Dona juga tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suaminya di acara yang terhormat ini. Dia begitu membencinya hingga saat ini. Suami yang dulu sangat di cintainya kini berubah dalam sekejap saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri suaminya sedang bermain kuda-kudaan dengan wanita selingkuhannya yang juga sahabatnya sendiri.


Begitu miris kisah hidup Dona, kala suami yang begitu di cintainya lebih memilih hidup dengan selingkuhannya dan memaksa nya menjual rumah hasil keringatnya sendiri. Dengan modal ancaman mengambil hak asuh anaknya, dengan terpaksa Dona menjual rumah itu. Hasil penjualan pun tak di bagi sebagaimana mestinya. Dona mendapat bagian yang lebih sedikit dari hasil penjualan tersebut. Dengan berat hati Dona menerima saja dari pada anaknya di bawa pergi.


“Aku kira kamu sudah bunuh diri, tidak tahunya mencari berondong yang kaya raya.” Dengan senyum smrik nya dia mencemooh Dona.


“Lebih baik tutup mulut mu! Kamu lebih menjijikkan dari pada seekor anjing!" Sarkas Dona dengan tangan mengepal erat.


Bagaimana kelanjutannya? Yuk mampir ke cerita ku yang berjudul "Janda Semakin Didepan". Beri like, komen sama bintang nya ya. Terima kasih sudah setia dengan cerita-cerita ku.🥰

__ADS_1


__ADS_2