
Alena pergi sejauh mungkin dengan berderai air mata. Dia tidak tahu arah dan tujuannya saat ini. Impiannya untuk bisa membina rumah tangga yang bahagia kini sirna sudah. Begitu menyakitkan melihat orang yang paling dia cintai telah tidur bersama wanita lain.
"Menjijikkan!" ucapnya di sela-sela tangis Alena.
"Kita pasti bahagia sayang, meskipun tanpa papa kamu. Kita pasti bisa sukses ya!" gumam Alena pada janin yang di kandungnya.
Alena sudah memesan tiket pesawat untuk pergi ke Paris. Dia akan mencoba membuka lembaran baru disana. Berbekal uang yang di berikan Nico saat menjadi istrinya, Alena bisa membeli rumah disana. Dia akan mencari pekerjaan atau akan membuka sebuah restoran kecil-kecilan nantinya. Dia harus kuat mengahadapi cobaan yang betubi-tubi. Di saat Tuhan mulai memberikan kebahahian yang pernah dia bayangkan sebelumnya, saat itu juga Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat padanya.
*
*
*
Hari-hari Alena dipenuhi canda tawa dengan pelanggan disana. Sudah berjalan 3 bulan dia membuka cafe di dekat rumahnya. Pelanggannya cukup banyak, dari kalaran remaja sekolah bahkan pegawai kantoran.
Kandungan Alena pun semakin lama semakin besar. Dia bertekat membesarkan anaknya sendiri kelak. Alena sudah mengikhlaskan Nico dengan siapa saja yang dia pilih. Alena juga tidak mau memikirkan kejadian waktu itu.
Dia sekarang lebih bahagia dengan kehidupannya. Banyak laki-laki yang ingin lebih dekat dengannya, tetapi dia tolak dengan halus. Alena tidak mau hal serupa terulang kembali.
"Kita akan hidup bahagia nak. Meski tanpa papa kamu, mama sanggup menghidupi kamu sayang," Alena mencoba berinteraksi dengan anaknya.
Di bantu dengan 3 karyawan, Alena menjalankan bisnis cafenya. Dia bisa membeli berbagai macam perabot rumah dan perlengkapan bayinya.
"Akhirnya aku bisa istirahat!" gumam Alena yang kelelahan berbelanja kebutuhan bayinya.
"Kamu harus kuat ya sayang, harus sehat, dan makan yang banyak. Pokoknya apapun yang kamu mau, mama pasti belikan buat kamu. Mama sangat bersyukur hingga detik ini dia bisa merasakan kebahagiaan walaupun hanya berdua saja."
__ADS_1
*
*
*
Sementara itu semenjak kejadian Alena mengetahui aksi bejatnya, Nico tak henti-hentinya menyesali semua perbuatannya. Dia menjadi CEO yang gila kerja dan lebih sering mwngurung diri. Nico hampir tidak menerima job sebagai model maupun artis. Dia lebih kejam dari sebelumnya.
Bahkan Dona yang pernah bersamanya kini hanya tinggal nama saja. Nico menghabisi setiap orang yang terlibat dengan Dona, bahkan Viona saja sudah tidak ada kabarnya.
Nico terus mencari keberadaan Alena. Dia begitu merindukan Alena dan calon anaknya.
"Sudah seberapa besar kandungan kamu Al? Aku ingin bertemu!" lirihnya.
Dengan kondisi yang acak-acakan, Nico merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang pernah menjadi saksi bisu betapa bahagianya bisa tidur bersama Alena.
****
Orang tua Nico mendengar Alena telah hamil cucunya. Mereka begitu senang mendapat kabar kehamilan Alena. Tapi sayang, belum sempat mereka berkunjung, Alena sudah pergi jauh dari negaranya. Papa Nico sangat murka mengetahui hal itu. Mereka memberikan setengah hartanya untuk cucu yang di kandung Alena. Perusahaan, property, dan banyak lagi bisnis milik orang tua Nico yang sebagian akan diberikan kepada anak Alena. Tetapi Alena masih belum mengetahui hal itu.
Nico yang mengetahui sebagian harta papanya jatuh ke tangan anaknya hanya diam saja. Dia tidak perduli lagi masalah harta benda. Yang dia tunggu saat ini hanya 1, yaitu kepulangan Alena dan bisa hidup bahagia seperti dulu lagi.
Sayangnya semua itu berbanding terbalik dengan pemikiran Alena.
****
Tepat 9 bulan sudah Alena mengandung, tinggal menunggu hitungan hari dia akan melahirkan.
__ADS_1
"Jangan khawatirkan cafenya, aku yang akan menjaga kalau kamu melahirkan!" Popy berujar kepada Alena.
"Terima kasih ya, kalau enggaknada kamu mungkin cafe nya aku tutup!" Alena membalas.
"Jangan, sayang kalau di tutup. Banyak pengunjung yang kecewa nanti!" seru Popy.
"nggak usah mi...." belum sempat Popy berucap, Alena sudah mengeluh kesakitan.
" Tolong, perut ku mulai sakit!" ucap Alena sambil memegang perutnya.
Popy ikut gugup, karena dia juga belum pernah mengalami sebelumnya.
"Pop, tolong panggilkan ambulan!" ucap Alena.
"Sebentar lagi datang, kamu harus kuat ya!"
****
Setelah bertaruh nyawa akhirnya Alena melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Dia memberi nama Leo Wijaya, sama seperti nama belakangnya. Alena tidak menyematkan nama papanya, karena bagi Alena saat ini Nico sudah tenggelam jauh.
"Kamu sangat tampan sayang, sama seperti papa kamu!" lirih Alena.
Alena melahirkan secara normal. Dia ingin merasakan perjuangan seorang ibu yang sesungguhnya. Dokter sudah menyarankan untuk cesar saja karen tubuh Alena yang terlalu kecil. Tepi Alena bersikukuh untuk melahirkan normal.
"Selamat ya bu, anak melahirkan seorang putra yang sangat tampan!" ucap dokter.
"Terima kasih dok, berkat bantuan anda saya bisa melahirkan secara normal," balas Alena.
__ADS_1