Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Wanita kejam


__ADS_3

"Aku tunjukkan dimana dia biasanya berkumpul! Tapi setelah itu lepaskan aku!" ucap laki-laki yang memukul Alena.


"Deal!" Nico membalas.


Mereka semua pergi menuju lokasi orang yang disebutkan. Dengan kecepatan melebihi rata-rata Nico melajukan mobilnya.


"Itu dia, sebentar lagi dia akan keluar negeri. Dia juga yang memerintahku untuk melarikan diri dari sini!"


"Semua sudah siap?" Nico bertanya pada anak buahnya melalui phonsel.


"Siap bos! Semua sudah berada di posisi masing-masing!" balasnya.


"Tunggu aba-aba dariku!"


"Apa kamu tahu, motif dia menyuruhmu memukul istriku karena apa?"


"Tidak! Aku hanya mendengar percakapannya, kalau sebenarnya dia juga mendapat perintah dari seseorang!"


"Ok, kita maju sekarang!" Nico memberi aba-aba.


Dengan gerakan cepat, anak buah Nico menyergap dalang dari semua kejadian itu.


"Apa-apaan ini! Lepasin!" teriaknya.


"Diam!" dengan sigap anak buah Nico langsung membiusnya.


"Bawa dia ke markas!" titah Nico.


****


Sesampainya disana, dua orang tersangka langsung di ikat dan di gantung kedua tangannya. Nico menghajar habis-habisan ketika mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian itu.


"Aku akan membun**mu!" geram Nico.


Nico langsung pergi dari sana dan mencari orang yang mereka berdua maksud.


****


Selama Alena di rawat dirumah sakit Nico lah yang setia menemaninya. Nico juga memberikan sebagian darahnya untuk Alena. Semua yang di butuhkan Alena, Nico lah yang memenuhinya.


Malam hari sebelum Nico akan melakukan pengambilan gambar, dia mecoba mengirim pesan kepada Alena. Lama tidak ada jawaban, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan panggilan. Namun bukan suara Alena yang dia dengar, melainkan laki-laki. Dari sanalah Nico langsung terbang pulang kembali ke negara asal. Tidak memperdulikan pekerjaannya, dia langsung pergi tanpa membawa barangnya sama sekali.

__ADS_1


Pikiran Nico kala itu kalut. Dia hanya takut jika terjadi sesuatu yang lebih serius kepada Alena. Sesampainya di rumah sakit, Nico langsung menandatangani berkas keperluan operasi Alena.


Sean pun sama, saat dia akan menjemput Alena untuk pulang kerja, dia melakukan panghilan terlebih dahulu. Dia juga kaget, phonsel Alena yang menjawab seorang laki-laki. Dari sana lah Sean langsung pergi menyusul ke rumah sakit.


****


Terdengar suara gebrakan pintu di salah satu apartemen mewah. Nico seperti orang yang kesetanan saat ini.


"Hei wanita sialan! Keluarlah!" dengan lantang Nico berteriak.


Tak lama pintun terbuka. Menapakkan wanita dengan baju sexy dan rambut sedikit acak-acakan.


"Nico!" cicitnya.


Tanpa basa-basi Nico mencengkram mulut Viona.


"Atas dasar apa, kamu mau membunuh wanita yang sangat aku cintai!" tanya Nico dengan memicingkan matanya.


"Ap apa maksud kamu Nic!" Viona pura-pura tidak tahu.


"Jangan kamu kira aku tidak tahu Vi! Kamu kan yang membayar mereka berdua!" sambil menunjukkan video orang suruhannya yang sudah di tangkap Nico.


"Dasar bodoh! Katanya aman tidak meninggalka jejak!" batin Viona.


"Jangan diam saja, atau aku akan membunuhmu saat ini juga!" ancam Nico.


Tak menunggu waktu lama bagi Nico. Viona langsung dia seret dan dibawa ke tempat yang sama dengan orang sirihannya tadi.


****


"Gantung dia!" titah Nico pada anak buahnya.


Nico mulai menyiksa Viona tanpa ampun.


"Kalau kamu tetap tidak mengaku, maka aku akan merusak wajahmu perlahan. Agar kamu juga merasakan hal sama seperti Alena. Kenapa kamu ingin membunuhnya? Padahal Alena adalah wanita baik-baik!"


"Aku tidak suka dia mengandung anak kamu! Aku ingin hanya aku saja yang bisa memiliki mu dan mengandung anak-anak kamu, Nic!" lirih Viona sambil menahan rasa perih pada tubuhnya.


"Asal kamu tahu, Alena bukan wanita gampangan seperti kamu! Dia bahkan belum mengandung anakku. Tapi sebentar lagi dia akan seutuhnya menjadi milikku!" balas Nico.


"Tolong lepaskan aku Nic! Aku mohon, aku janji tidak akan menyakitnya lagi," pinta Viona.

__ADS_1


"Terlambat Vi! Sudah berhari-hari dia tidak sadarkan diri! Maka akan aku buat nasib mu sama seperti dia!" Nico langsung memukul pipi Viona, hingga mengeluarkan darah pada sudut bibirnya.


****


Setelah selesai urusannya dengan Viona, Nico langsung pergi menuju ke rumah sakit. Tetapi tidak berhenti hanya disitu saja, Nico memerintahkan anak buahnya untuk menggilir Viona. Dengan senang hati, mereka menerima perintah bosnya.


"Jangan biarkan mereka semua lolos! Nanti malam aku akan kembali!"


"Baik bos!"


Nico pun melesat ingin segera menemui Alena. Dia begitu merindukan Alena saat ini.


"Al!" sambil membuka pintu Nico memanggilnya.


"Mas dari mana saja?" dengan lirih Alena menjawab.


"Ada urusan pekerjaan sebentar," balas Nico.


"Ini, aku bawakan martabak manis. Kamu pasti suka!" sambil menyodorkan bukusan yang dia bawa.


"Terima kasih ya mas," dengan senyum manisnya Alena menyambut makanan yang dibawa Nico.


"Al, kamu harus cepat sembuh. Biar cepat pulang kerumah. Nanti kalau kamu sudah diperbolehkan pulang, aku sendiri yang akan merawat kamu. Tanpa bantuan siapa pun! Kamu nggak usah kembalin ke kosan, tinggal dirumah kita yang dulu saja. Sebentar lagi juga akan menjadi rumah kamu." jelas Nico.


"Rumah ku?" tanya Alena.


"Iya, sebentar lagi rumah itu akan menjadi rumah kamu juga. Aku akan mengajukan pernikahan kita. Aku nggak mau menunda lagi. Aku tahu kalau kamu juga mencintai ku!" ucap Nico yang membuat Alena langsung tersipu malu.


"Ka kata siapa aku suka kamu! Terlalu percaya diri!" balas Alena.


"Pokoknya aku mau kita segera menikah. Agar aku bisa menjaga kamu dengan baik!"


Hati Alena terasa seperti banyak bunga yang bermekaran. Ternyata cintanya selama ini terbalaskan. Meski dengan banyak drama yang terjadi, akhirnya Nico bisa menerimanya dengan tulus.


"Nggak sia-sia aku berdoa selama ini Tuhan. Engkau menjawab semua do'a ku. Mudah-mudahan selalu diberi kalancaran." batin Alena.


"Sudah, sekarang kamu makan dulu." sambil menyuapkan makanan ke mulut Alena.


Hati Alena tak bisa berpaling dari Nico. Begitu besar cintanya kepada laki-laki yang pernah menyakitinya itu. Doa yang selama ini dia panjatkan pada Yang Maha Kuasa, akhirnya terjawab sudah. Percayalah bahwa kekuatan do'a itu nyata adanya. Hanya kita perlu waktu untuk bersabar menanti do'a itu terijabah.


Buat kalian yang mengalami masa sulit, jangan mudah menyerah. Percayalah Yang Maha Kuasa tidak akan memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan kita.

__ADS_1


__ADS_2