
Hai teman semua, maaf lama up nya. Saolnya lagi banyak pekerjaan juga. O ya, aku ada cerita baru judulnya "Janda Semakin Didepan" mohon dukungannya ya. Jangan lupa like dan komen, makasih🥰🥰
                            *********
"Leo mau menerima sebagai papa, Leo? Ramon mencoba mencari persetujuan dari Leo.
"Mau, Leo menerima Om sebagai papa baru buat Leo," balas Leo.
"Benarkah? Leo nggak bohong?" dengan semangat Ramon mengulangnya lagi.
"Iya, Leo nggak bohong. Asal mama bisa bahagia, Leo juga bahagia. Tapi ada 1 syaratnya!"
"Syarat? Apa?" balas Ramon dan Alena bersamaan.
"Jangan pernah menyakiti mama. Kalau suatu hati Om menyakiti mama atau membuat mama menangis, maka Leo akan membawa mama pergi jauh dari kehidupan Om selama nya. Dan Leo tidak akan pernah memaafkan Om!" Leo mengatakannya dengan raut wajah yang begitu serius. Dia tidak mau mengulang kejadian dulu sebelum dia hadir di dunia ini. Papa nya yang selalu membuat mama nya menangis bahkan setelah dirinya sudah ada di dunia.
"Om janji, tidak akan pernah menyakiti mama kamu dan juga kamu sayang. Selamanya om akan menjaga kalian," jawab Ramon dengan meneteskan air mata haru. Begitu besar cinta Leo kepada mama nya, bahkan laki-laki yang akan menjadi orang tua sambungnya mendapatkan peringatan begitu keras bagi Ramon.
Selama ini Ramon tidak pernah menyakiti hati wanita manapun. Dia begitu menjaga hati setiap wanita yang di kenalnya.
"Leo pegang janji Om," seraya menautkan jari kelingking nya dan kelingking Ramon tanda perjanjian mereka berdua. Hati Alena begitu terharu melihat anaknya yang begitu menyayanginya. Dia sangat beruntung mempunyai Leo yang cerdas dan penyayang.
"Setelah ini kita ke rumah nenek, mau?" tanya Ramon pada Leo.
"Mau," jawab nya dengan antusias.
__ADS_1
Ramon begitu bahagia saat cinta nya di terima oleh Alena. Tidak sia-sia selama ini dia bersabar mendekati Alena.
*****
Ramon langsung mengajak Alena dan Leo menemui kedua orang tuanya. Dai kana meminta restu dan menjelaskan bahwa dia berbohong selama ini.
Sesampainya di ruamh utama, Ramon berteriak seperti orang yang kesurupan.
"Mama, Papa!" ramon terus saja berteriak kala tidak menemukan keberadaan kedua orang tuanya.
"Kamu ini ada apa sih, teriak-teriak!" bentak mama nya.
"Ma, papa mana?" tanya Ramon yang tidak mendapati papa nya.
Ramon berlari menyusul papa nya. Dia akan mengumpulkan kekuarganya dan membircarakannya.
Ramon mendudukkan mama dan papa nya di ruang tengah.
"Ada apa ini?" tanya Pala Ramon yang kebingungan dengan tingkah anaknya.
"Ramon mau menikah pa, ma."
"Sama siapa? Bukannya kamu sudah punya istri?" sahut Mama Ramon.
Ramon menjelaskan semua mulai dari awal. Orang tua tentu saja tidak merasa kaget. Karena sejak awal mereka sudah tahu. Yang membuat kaget adalah akhirnya Alena bisa Ramon bisa bersatu.
__ADS_1
"Akhirnya do'a kita terkabulkan, pa!" ucap Mama Ramon.
"Do'a?" cicit Ramon.
"Iya, sebenarnya papa sama mama sudah tahu semua. Bahkan status Alena kami juga sudah tahu. Tapi semua itu kita rahasiakan dulu, lihat bagaimana perkembangan kamu berakting. Kita juga berdo'a semoga kamu berjodoh dengan Alena. Ternyata Tuhan mendengar do'a papa sama mama," ujar mama.
"Apa, mama sama papa sudah tahu? Kenapa nggak bilang dari dulu. Tahu gitu langsung aku ajak nikah saja Alena tanpa menunggu lama-lama."
"Itu salah kamu sendiri," ledek Papa Ramon.
"Ya sudah, sekarang Alena kan sudah setuju menikah dengan Ramon. Terus kapan ini akan di laksanakan?" tanya Mama Ramon.
"Secepatnya ma, aku mau segera. Aku sudah nggak sabar, takut Alena di ambil orang," ucap Ramon menggebu-gebu.
"Mas, persiapan kan juga butuh waktu," ujar Alena.
"Kamu nggak usah pikirkan itu, besok kita menikah. Aku yang akan mempersiapkan semuanya," balas Ramon yang terlalu bersemangat.
Orang tua nya dan juga Alena tentu saja tidak setuju.
"Heh, anak orang! Semua itu butuh persiapan matang! Seenaknya saja besok, besok!" bentak mama nya sambil memujul kepala Ramon.
"Semua sudah beres ma, tinggal nanti kita ke butik." titah Ramon yang tidak bisa di ganggu gugat.
Setelah Alena menyetujui menikah dengannya, Ramon langsung memerintahkan bawahannya untuk mempersiapkan pernikahannya. Semuanya pun selesai dalam sekejap, hanya tinggal pemilihan baju saja nanti.
__ADS_1