Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
posesif


__ADS_3

"Papa, bolehkah Leo tidur di sini malam ini?" tanya Leo pada Ramon.


"Leo mau tidur sini?" tanya balik Ramon sambil melirik Alena.


Alena hanya bisa tersenyum melihat lirikan Ramon. Diri tahu kalau Ramon punya rencana sendiri malam ini. Tetapi sepertinya akan gagal, jika Leo tidur di tengah mereka berdua.


"Nggak apa-apa sayang, kalau Leo mau tidur di sini selamanya juga boleh," balas Alena sambil tersenyum devil. Jangan tanyakan ekspresi Ramon saat mendengar Alena menawarkan Leo tidur dengannya. Seakan-akan ingin menerkam mangsanya, mata elang Ramon menatap tajam Alena. Yang di tatap hanya tersenyum seperti tak punya dosa.


"Hore ...!" seru Leo begitu bersemangat.


Tanpa menunggu perintah Leo langsung naik ke atas ranjang dan tidur di antara Ramon dan Alena.


"Sayang, bagaimana mau bikin Ramon kecil kalau ada Leo. Nggak mungkin dong, mulut kita mode silent. Kan nggeh asik kalau nggak ada suara laknat kamu," bisik Ramon sedikit fulgar tanpa sensor.


Alena langsung saja memukul lengan Ramon.

__ADS_1


"Ya di tunda dulu Ramon juniornya. Masak kita bermain di kamar mandi. Yang ada malah masuk angin." Alena tak kalah seronok nya. hahahahhaha


"Tapi sampai kapan? Ini sudah mendadak berdiri tegak tanpa aku suruh," ucap Ramon sambil mengarahkan pandangannya menuju itu nya. hahahahahha


"Sampai waktu yang tidak bisa di tentukan!" balas Alena sambil memukul anu nya Ramon.


"Aaauuu! Jangan di pukul, kalau kamu pukul nanti nggak bisa menerjang kamu. Nggak bisa memberikan surga dunia buat kamu, sayang." Ramon begitu mesum. Yang ada dalam pikirannya hanya hoho hiheh saja setiap dekat dengan istrinya.


Alena meninggalkan Ramon dan Leo berdua. Dia harus segera mandi karena badannya sudah lengket.


"Leo mama mandi dulu, jangan lari-lari di dalam kamar, ya." Alena berpesan pada Leo.


Saat Alena memasuki kamar mandi, muncullah ide jahil Ramon agar anak nya mau tidur di kamarnya atau dengan neneknya.


"Sayang, Leo kan sudah besar. Kenapa nggak tidur sendiri di kamar Leo? Atau dengan Kakek?" tanya Ramon dengan jurus sejuta umat nya.

__ADS_1


"Leo pengen tidur barenga Papa sama Mama. Memangnya tidak boleh ya?" tanya balik Leo.


"Boleh saja, tapi alangkah baik nya kalau Leo bisa mandiri. Leo kan sudah besar, malu dong kalau teman-teman tahu Leo tidur sama Papa Mama. Gimana, benar nggak yang Papa bilang?" Ramon mengeluarkan jurus rayuan maut nya.


"Iya juga, ya Pa. Ok deh, Leo balik ke kamar Leo saja." Leo langsung pergi meninggalkan Ramon di kamar yang seperti orang gila. Dia berjoget-joget sendiri karena saking bahagianya.


Tanpa dia sadari Alena sudah berdiir di belakangnya.


"Kenapan kamu sebagaia itu?" tanya Alena curiga.


"Mggak apa-apa, hanya senang saja." Ramon mengelak.


Alena mencari anak nya yang sudah tidak ada di tempat.


"Pasti ini ulah kamu, Mas? tuduh Alena tanpa basa-basi. Dia sudah tahu trik Ramon jika keinginannya tidak terpenuhi.

__ADS_1


Ramon hanya bisa tersenyum menampakkan gigi putihnya yang berjajar rapi.


"Ayolah, sayang. Aku sudah tidak bisa menahannya. Kalau ada anak ku di sini, rasanya nggak bisa bebas meluk kamu, mencium kamu, apalagi mencumbu kamu. Kalau begini kan Ramon junior bisa makan dengan lahap," ucap Ramon sambil memeluk Alena dari belakang.


__ADS_2