
"Al tunggu sini ya, aku bayar ini dulu," ucap Reno.
"Iya, aku juga mau lihat - lihat dulu barangkali ada yang suka sama buku nya." balas Alena.
Reno pun membayar buku yang dia ambil. Saat dia mengantri, tak sengaja matanya melihat laki - laki yang pernah menarik Alena sewaktu di Cafe dulu. Tapi Reno ta menghiraukannya.
Setelah selesai membayar, Reo kembali ke Alena.
"Al, aku tadi lihat laki- laki yang pernah menyeretmu dulu sewaktu di Cafe," ucap Reno.
"Laki - laki? Apa Mas Nico?" batin ALena.
"Dimana kamu melihatnya?" tanay Alena.
Reno pun menunjuk arah restoran tempat Nico makan. Terlihat dia dengan seorang wanita yang di beritakan di media masa. Dengan banyak barang belanjaan yang dia bawa.
"Bahkan sehelai benang pun kamu tidak pernah membelikan ku mas. Tapi dengan wanita yang bukan istri mu, kamu memberikan segalanya. Sungguh miris nasibku!" batin Alena.
"Ayo kita pulan Ren," ajak Alena.
Reno pun mengikuti langkah Alena. Dia berjalan melewati restoran tempat Nico dengan Viona.
Jatuh sudah air mata Alena melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain. Jangankan menyuapinya, berkata halus saja Nico tidak pernah.
"haruskan aku mengakhiri hidupku agar aku bisa bahagia di alam lain? Aku sudah menyerah akan nasib ku ini Tuhan. Aku sudah tak sanggup lagi. Aku ingin mengikuti orang tua ku." batiin Alena sambil meneteskan air matanya.
Semua itu tak luput daripandangan Nico. Dia menyaksikan Alena menangis dalam diam. Hatinya ikut ngilu melihat Alena menangis. Padahal dia juga tidak tahu Alena menangis untuk siapa.
Reno dan Alena menaiki sepeda. Reno yang membonceng Alena. Selama perjalanan Alena menangis dalam diam, dia begitu sedih. Dia pikir setelah menikah dia bisa menemukan kebahagiaan.
Semenjak kedua orang tuanya meninggal, dia hidup sebatang kara tanpa sanak saudara yang bisa membantunya. Dia beretemu dengan Ibu Reno saat beranjak dewasa.
Ibu Reno menggajak Alena tinggal dengannya. Selama ini dia hanya menjadi beban keluarga Reno, makannya dia pergi dari rumah Reno dan mencari pekerjaan. Setelah mendapatkan pekerjaan Alena menyisihkan sebagian gajinya untuk orang tua Reno.
Namun setelah menikah Alena jarang bermain kerumah Reno. Dia hanya mengirimkan sebagian gajinya lewat bank. Dia tidak memberitahu keluarga Reno kalau dirinya sudah menikah. Ancaman Reno yang membuatnya diam.
Alena sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, namun dia urungkan karena ibunya datang menghampiri. Itu adalah kali kedua Alena berniat mengakhiri hidupnya.
Ssemenjak saat itu, Alena bertahan hingga saat ini.
"Maafkan aku mas, jika setelah ini aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. Aku akan mengurus surat perceraian kita. Jika memang kamu tidak mau, amak aku akan pergi sajuh mungkin dari hidupmu." batin Alena.
Sesampainya di rumah Reno, Alena disambut oleh bu Reno.
"Alena!" ucap Ibu Reno.
__ADS_1
"Ibu..!" balas Alena sambil berlari memeluknya.
"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya ibu Reno.
"Baik bu, bagaimana dengan ibu?"
"Baik nak. Ayo masuk dulu!" ajak Ibu Reno sambil menuntun ALena.
"Duduk dulu, bu buatkan minum ya?!"
"Iya bu," balas Alena.
"Al, kamu duduk dulu ya, aku mau mandi sebentar!" ucap Reno.
"Iya."
Sambil menunggu Ibu Reno, Alena melihat - lihat fotonya dan Reno sewakti masih tinggal bersama.
"Reno yang menata foto - foto itu," ucap Ibu yang datang sambil membawa teh.
"Sini, minum dulu!" ucap Ibu.
"Hari ini tidur disini ya?" ucap Ibu Reno.
"Iya bu, tapi besok pagi saya sudah harus kembali bekerja lagi," balas Alena.
"Bu, ada hal yang harus saya beritahukan sama ibu," ucap Alena.
"Ada apa? Sepertinya begitu serius Al,"
"Alena sudah menikah bu," ucap Alena tiba - tiba.
"Hah, apa Al? Kamu suah menikah?!"
"Iya bu, sudah jalan 1 tahun ini."
"Kenapa gak bilang sama ibu?"
"Mendadak bu, Alena tidak bisa memberitahukan semua karena semuanya mendadak."
"Lalu, apa suami mu tau kalau kamu kemari?"
"Tidak bu, dia sedang bekerja. Suatu hari nanti kalau Alena lama tak berkunjung kesini, ibu jangan menacari ya! Alena mungkin ikut suami Alena untuk pindah rumah."
"Pindah kemana? Memangnya kenapa dengan rumah yang sekarang?"
__ADS_1
"Mungkin pindah keluar negeri bu. Rumah yang sekarang ini bukan milik Alena. Karena kemungkinan suami Alena harus kerja keluar negeri, maka kami akan pindah kesana semua," ujar Alena. Dia tidak ingin membuat ibu nya khawatir.
Niatnya akan memberitahukan kondisi rumah tangganya. Tapi dia urungkan karena dia akan bercerai dan masih banyak kemungkinan yang Alena sendiri juga tidak tahu.
"Syukurlah kalau pekerjaan suami mu mapan Al, ibu ikut senang. Jangan lupa sama ibu dan Reno disini ya. Rumah ini selalu terbuka untuk mu."
"Iya bu, malam ini Alena tidur sini. Besok pagi Alena harus kemabali."
"Iya Al, jangan lupa kabari suami kamu dulu. Biar tidak khwatir dia!"
"Iya bu, " balas Alena.
"Ya sudah, istirahat sana sudah malam!"
"Seandainya Ibu tahu bagaimana kondisi rumah tanggaku saat ini mungkin ibu akan melarangku kembali. Aku tahu ibu sangat menyayangiku, tapi aku juga tidak ingin membuat ibu khawatir. Maafkan Alena bu,"
Malam ini Alena tidur di rumah Reno. Nico yang sedari tadi menunggu Alena tidak kunjung kemabali dia buat emosi. Dia ingin bertanya siapa laki- laki yang bersamanya tadi.tapi hingga pukul 12 malam tak terlihat batang hidungnya.
"Apa dia tidur dengan laki - laki tadi?! Atau dia menyewa hotel dan bermalam disana?! Awas saja kalau kamu ketahuan selingkuh di belakang ku Al!" gumam Nico.
***
Pagi - pagi Alena sudah pergi dari ruamh ibu Reno. Sebenarnya Reno ingin mengatar nya tapi Alena tidak mau. Alena sengaja mengulur waktu agar sampai rumah agak siang dan tidak bertemu dengan Nico. Karena pasti Nico sudah berangkat ke kantor.
Setiba di rumah dia langsung masuk dan melihat kondisi rumah sepi.
" Huufffhhh... Selamat!" gumamnya.
"Apanya yang selamat!" bentak Nico dari balik pintu.
"Dari mana saja kamu hah!" tanya Nico.
"Dari rumah teman mas," balas Alena.
"Dari rumah teman atau pergi ke hotel dan tidur dengan teman hah!" ucap Nico sambil menarik rambut Alena.
"Mas ampun mas, sakit mas!"
"Tidak akan aku lepas kalau kamu tidak jujur!"
"Aku jujur mas, aku tidak pergi dengan siapa - siapa. Aku tidur di rumah teman ku semalam!" Balas Alena sambil menangis.
Nico langsung menapar pipi Alena dengan keras.
"Sudah ketahuan masih saja bohong hah!" ujar Nico.
__ADS_1
"Cukup mas, jangan sakiti aku lagi. Aku lelah jika kita seperti ini. Lebih baik kita berpisah saja mas. Aku mau kita bercerai!" teriak Alena.