Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Beronde-ronde


__ADS_3

Haaiii jumpa lagi...


Ayo baca cerita baru ku dengan judul "Janda Semakin Didepan" mohon dukungannya ya


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di sana. Terima kasih


Selamat membaca😘😘


Tanpa menunggu persetujuan Alena dengan gerakan cepat Ramon menarik Alena ke atas kasur king sizenya.


"Kamu kelamaan mikirnya, si kecil sudah meronta-ronta," ucap Ramon sambil menarik baju Alena.


"Kamu yang nggak sabaran, mas."


"Gimana mau sabar sayang, dia sudah terkurung berpuluh-puluh tahun lama nya. Dan sekarang saatnya dia menampakkan diri." Dengan entengnya Ramon mengajak bicara Alena di tengah kegiatan panasnya.


Ramon mulai mencumbu Alena. Suara-suara desa*** memenuhi setiap ruangan. Tidak hanya 1 ronde, 2 ronde, atau 3 ronde, Ramon menggempur habis-habisan Alena tanpa ampun. Bahkan Alena sempat mengeluh lelah, tapi balasan Ramon begitu enteng nya.


"Tenaga ku masih banyak, sayang. Kasihan dia, sudah lama tidur," ucap Ramon sambil menggerakkan tubuhnya muju mundur.


Alena hanya bisa pasrah dengan kekuatan suami nya kali ini. Bahkan Nico dulu tak seganas ini. Hahahahahahha aouthor bayanginnya jadi ketawa sendiri.


Menjelang pagi hari Ramon baru menyelesaikan misi nya untuk membuat anak. Tubuhnya ambruk di samping Alena yang terkulai lemas.


"Aku tidak tahu kalau kamu seganas ini, mas. Tahu begini aku melarikan diri saja kemarin," keluh Alena dengan mata tertutup.


"Tapi kamu suka, kan? Terima kasih sudah melayani ku dan memberi ku kepuasan yang tiada habis nya ini. Aku sangat beruntung punya istri secantik dan sebaik kamu," ucap Ramon sambil mencium pucuk kepala Alena, hingga akhirnya mereka berdua tertidur.


******


Hingga sore hari mereka masih belum bangun dari tidurnya. Alena yang nyaman dengan pelukan Ramon, malah menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya. Wangi maskulin tercium oleh hidung mancungnya.


"Mas, kamu nggak mau bangun? Ini sudah sore." dengan nada halus Alena membangunkan Ramon.


"Sebentar lagi, aku lelah sekali. Aku masih ngantuk," ucap Ramon yang masih memejamkan matanya.


"Ya sudah aku bangun dulu kalau gitu. Aku gerah, mau mandi." Alena langsung bangkit dari tidurnya. Namun aksinya di cekal oleh Ramon. Tangannya di tarik hingga Alena jatuh ke dalam pelukan suami manja nya.

__ADS_1


"Mas, aku mau mandi."


"Mandi bareng, ya. Enak lo, ada yang gosokkin punggung kamu."


"Enggak! Pasti ada maunya!"


"Ayolah, apa salahnya kita melakukannya lagi? Kita cari sensasi baru di sana," ucap Ramon dengan suara seraknya.


"Nggak mau! Sudah, aku mau mandi sendiri."


Alena langsung menyngkirkan tangan Ramon. Dia segera berlari menuju kamar mandi sebelum Ramon mengejarnya.


Saat di dalam kamar mandi, terdengar suara Ramon mencari baju nya yang tidak ketemu.


"Sayang, baju ku di mana?" teriak Ramon.


"Baju apa? Semua ada di koper mas," balas Alena yang masih asik menyabun tubuhnya.


"Nggak ada sayang. Masak aku keluar ambil makan nggak pakai baju."


Alena yang mendengar Ramon akan keluar tanpa baju segera mengakhiri acara sabun menyabunnya.


Dengan berbalut handuk putih yang menutupi bagian atasnya saja, Alena keluar kamar mandi.


Terlihat menggoda di mata Ramon. Putih mulus, rambut basah, air yang menetes di leher, kaki jenjang dan jangan lupakan Alena hanya memakai handuk saja tanpa embel-embel underwere atau bra. Hal itu sukses membangkitkan si burung dari alam bawah sadarnya.


Berdiri tegak dengan sempurna. Terlihat begitu wow dan berurat itu nya. Membuat Alena kaget dengan aksi tiba-tiba Ramon yang tidak memakai apa-apa saat dirinya keluar dari kamar mandi.


"Mas, pakai baju kamu!" teriak Alena.


Ramon yang belajar tuli karena di tutupi kabut gairah, terus saja maju menuju Alena.


"Mas, kamu mau ngapain?"


Ramon semakin dekat dan menarik handuk Alena dengan satu gerakan saja. Hal itu membuat Alena reflek menutupi bagian itunya dengan ke dua tangannya.


"Mas,"

__ADS_1


"Jangan di tutupi, dong. Mas tahu sudah melihat semuanya semalam, dan itu sangat indah," bisik Ramon di telinga Alena.


Ramon langsung menggendong Alena ke delam kamar mandi.


"Aku sudah selesai mandi, mas,"


"Tapi aku belum. Temani mas ya?"


Alena pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua memasuki bathtub dengan posisi Alena menghadap Ramon. Dia akan bermain sedikit liar kali ini.


"Kamu kok menghadap kemari?" tanya Ramon sedikit bingung. Dia pikir Alena akan memunggunginya.


"Sedikit menyenangkan hati suami masak nggak boleh?" ucap Alena dengan sensual di telingan Ramon.


"Kamu mulai nakal ya." Ramon langsung meremas bokong Alena.


Dan terjadilah anu, itu....


2 jam lebih mereka di kamar mandi. Ramon sangat puas dengan servis Alena yang lebih aktif dari pda dirinya. Berbagai macam gaya mereka lakukan hingga Ramon mencapai beberapa kali pelepasan. Dan kali ini untuk yang terakhir sebelum mereka benar-benar keluar kamar mandi.


"Apa kamu lelah?" tanya Ramon yang masih setia menanamkan miliknya di rahim Alena setelah pelepasan.


"Iya Mas," ucap nya dengan lunglai.


"Kamu tahu?"


"Apa?" tanya balik Alena.


"Kamu yang seperti tadi terlihat sangat sexy. Itu membuat ku ingin meminta lagi dan lagi," bisik Ramon.


Pipi Alena langsung merona begitu saja, mendengar pujian dari suami tercinta nya.


"Gomabal."


"Aku serius sayang. Kamu terlihat sangat menggoda saat berada di atas ku," goda Ramon.

__ADS_1


"Aku tahu. Tapi keluarkan dulu ini dari milikku," rengek Alena.


__ADS_2