Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 11 - Aura Olive


__ADS_3

Pukul 1 malam. Bulan purnama terasa terang menerangi mereka dihutan belantara. Menemani Sang Raja untuk menemukan permaisuri nya. Dia terus menaiki kudanya dan berjalan lurus. Dia sepanjang hutan ia terus mencari dengan bermodalkan aura yang ia rasakan. Yaitu aura milik Olive.


Whusss!


Aura Olive seketika terasa dengan jelas. Ox membelak dan segera memacu kudanya untuk berlari cepat. Awalnya ia tidak mengerti maksudnya, namun mengetahui hal ini terasa jelas. Ox mengejarnya dengan cepat. Karena tak tahu sampai kapan ia akan merasakan aura Olive disini. Yang lain pun ikut memacu kudanya. Mengejar pemimpinnya didepan sana.


Dia terus memacu kudanya. Hingga terlihat sebuah gubuk kecil yang berada ditengah hutan. Sang Raja turun dan berjalan mendekat kearah gubuk tersebut. Dia melihat lihat, gubuk kecil itu terlihat terawat. Pasti ada yang menghuni gubuk itu. raja Ox menengok kearah tangan kanannya. Frederich mengangguk mengerti.


Frederich berjalan mendekatinya. Dia berdiri didepan pintu gubuk tersebut. "Pemilik gubuk ini silahkan keluar. Yang mulia raja meminta untuk masuk gubuk anda tuan!"


Tak ada sautan. Sang raja mendecih karena beberapa saat tak ada yang membalas ucapan Frederich, ia lalu mengangkat kakinya keudara.

__ADS_1


Braak!


Seseorang terkejut akan melihat Ox yang berdiri dengan gagah menatapnya tajam, dia semakin takut begitu menyadari bukan hanya raja itu saja yang menemuinya. Ox menatapnya dengan serius. "Aku hanya bertanya ini sekali. Apa kamu menculik calon permaisuri ku?!"


"T-tidak!" Orang itu ketakutan merasakan aura milik Raja Ox yang sedang marah. Dia menggeleng cepat.


"TAPI AKU MERASAKAN IA BERADA DISINI!" Ucapnya Ox dengan marah. Membuat orang itu terkejut,


Sang Raja menatapnya tajam. Dia menarik kerah orang itu dengan kasar. "Katakan! Siapa dalang dari semua ini?!"


Orang itu memohon sembari menggeleng. "Aku tidak tahu!" Membuat Ox semakin mendorongnya untuk menjawab pertanyaan nya dengan jujur. Tetapi lelaki itu tetap menggeleng dan menatapnya dengan ketakutan.

__ADS_1


"Maaf Yang mulia! A-aku tidak tahu!" Elak si pemilik gubuk. Membuat Raja Ox kesal bukan main. Dia hampir mencabut pedang miliknya dari tempat nya. Namun, Ahli sihir nya melarangnya.


Ahli sihir kerajaan Aurant mencari keberadaan Olive. Dia menghela nafas. "Memang. Sepertinya Dia hanya penjaga hutan."


Raja Ox melepas genggamannya dari kerah milik lelaki itu. Dia mendengus, Frederich mendekat kearah nya dengan wajah datar. "Apa maksud anda tuan? lalu kenapa anda tidak membukakan pintu ini untuk kami?" Tanya Frederich.


"Maaf. Aku hanya takut. Tolong maafkan kelancanganku karena tidak membukakan pintu tuan. Aku merasakan bahwa sihir diluar kuat dan memilih untuk menyendiri dirumahku dan tidak bertugas pada malam hari ini." Ujar sang penjaga hutan.


Perkataan itu membuat Ox semakin khawatir. Benar saja ia tidak merasakan begitu kuat aura milik Olive disini. Dia menggeram, menatap kearah sekitar. Apakah ini akan mempersulit dirinya untuk menemukan Olive? dan sebenarnya apa mau dari sang penculik itu? apa yang mereka inginkan dari Olive?


sesaat setelahnya Raja Ox kembali merasakan aura Olive namun, ia tidak merasakan bahwa Olive berada digubuk ini. Dia bergegas berbalik dan pergi dari sana. Dia memerintah pasukannya untuk kembali kekendaraannya. "IKUTI AKU! AKU BERSUMPAH MEMBAWANYA KEMBALI!"

__ADS_1


__ADS_2