Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 32 - Ratu Olive


__ADS_3

Ox menatap seseorang yang berjalan anggun dikarpet merah. Dia bergaun putih dengan renda putih cantik menghiasi gaunnya. Terlihat rona merah akibat tersipu, mewarnai kulit indahnya.


Dengan perlahan dia menuju kearah raja Ox. Dengan tatapan lembutnya dan senyum malu malunya. Itu membuat yang mulia berdebar. Putri Olive terlihat sangat cantik. Begitu dia melihatnya sempurna dengan hiasan itu. Tidak. Putri manis itu memang cantik bagaimana pun terlihat. Hanya saja yang ini benar benar di luar ekspektasinya. Putri itu kini begitu cantik untuknya.


Begitu sampai di altar. Dia mengangkat tangannya dan saat itu juga dengan senang hati Ox meraih tangannya. Dia tersenyum, menatap lembut permaisurinya. "Selamat pagi ratuku."


Disaat itu pun Olive hanya bisa menunduk malu. Dia tersenyum kecil. "Y-ya." Rona merah itu semakin terlihat begitu mereka berdekatan.


Lagi lagi hanya jawaban yang pendek. Raja Ox terkekeh menyaksikan Olive yang sangat gugup melihatnya. Dia menggengam semakin erat tangan Olive. "Jadi ratuku. Olive."


...


Ucapan itu sukses membuatnya salah tingkah. Olive tidak bisa melakukan apapun dan bicara apapun setelah nya. Dia hanya mengikuti apa yang Raja Ox lakukan. Seperti Raja Ox yang menatapnya dan mendengar sumpa janji pernikahan mereka.


Olive berusaha keras balik menatapnya. Mencoba membuat mereka berdua khidmat sembari saling menatap. Tapi sekuat apapun ia mencoba Olive tetap tak bisa menatapnya.

__ADS_1


Ratu baru itu diam diam merutuki dirinya. Hingga tak sadar acara selanjutnya adalah memakaikan cincin. Olive menutup matanya erat. Membuat Ox menatapnya heran. "Hei Olive? apa kamu tidak apa sayang?"


'sayang..'


Olive memerah seperti kepiting rebus. Dia membeku disana. Para hadirin menatap mereka dengan kekehan. Sebagian terkekeh karena kelakuan Ratu Olive.


Raja Ox menggeleng heran. Dia mengusap wajahnya, mencoba menahan tawa untuk istrinya. Olive menatap nya malu. "H-hentikan itu tuan."


"Aku mencobanya." Ox mencoba fokus. Meski ia terus terkekeh karena hal tadi. Dia kini mengambil satu cincin yang ada dikotak merah disana. Ox menghela nafas. "Aku akan sangat serius untuk bagian ini."


Ox merasakan suasana yang berjalan haru dan bahagia. Olive terdiam dengan senyum yang mengembang.


Cincin itu kini terpasang dengan indahnya. Ox tersenyum senang. "Aku mencintaimu Olive."


Kini giliran Olive yang memberikan cincin itu kepada dirinya. Olive mengambil cincin putih itu dan memakaikannya kepada Ox, Mereka berdua terlihat cocok dengan cincin putih itu. Cincin yang amat serasi untuk mereka.

__ADS_1


Mereka kini berpegangan tangan. Mereka saling menatap, Olive berkata pelan. "Aku juga mencintaimu tuan."


Ucapan itu membuat Ox tersenyum. Ia memeluk Olive dengan erat, lalu melepasnya. kini Dia mencium kening Olive dengan lembut.


"Kini aku milikmu dan kamu milikku." Bisiknya. Olive merasakan detak jantungnya meningkat. Ox sukses terus membuatnya terpana dan memerah.


Semuanya bersorak bahagia. Semua hadirin tersenyum penuh kebahagiaan melihat mereka resmi menjadi sepasang raja dan ratu!


...


"Bisakah kamu berdansa?"


Olive ditarik pelan oleh seorang Laki laki tampan dengan pakaian rapihnya. Dia memeluk mesra Olive. Olive memerah, dia mengerjap dan menggeleng. "M-maaf aku sudah lama tidak belajar mengenai dansa. Aku mungkin telah melupakan nya tuan."


"Kurasa kamu hanya perlu mengikuti nada itu Olive." Ucapnya. Mereka kini berdansa ditengah tengah alunan musik lembut. Piano yang berdenting dengan Biola disampingnya.

__ADS_1


Dan mereka berdansa hingga malam hari. Ditemani Oleh cahaya bulan dan kerlap kerlip bintang di atas langit sana.


__ADS_2