Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 28 - Keraguan Olive


__ADS_3

Dimalam yang hangat dengan perbincangan penuh suka cita. Olive lagi lagi termenung sendirian di kamarnya. Dirinya memang tidak terlalu menyukai keramaian. Tapi saat ini bukan itu penyebabnya. Seakan kebahagiannya yang lalu sirna seketika. Hanya karena sebuah surat.


Sepucuk kertas dia pegang. Kini bukan sebuah undangan. Hanya kertas putih yang tergulung dan diikat dengan mawar merah. Dia mendapatnya begitu sebuah burung penghantar surat menghampiri kamarnya tadi siang.


Mawar itu kini terpajang di vas bunga. Dia dengan cemas membaca isinya. Isi nya memang bukan apa apa. Hanya kata kata manis. Bukan. Kata kata pengingat kenangan.


Dear Olive.


Aku tidak mengerti. Kenapa kamu membuat keputusan seperti ini. Kenapa kamu membuat suatu hal yang aku tidak pahami. Kenapa kamu malah mencoba dekat dengan Raja dari Aurant itu? Apakah kamu ingin aku bertarung dengannya lalu menyerah mendapatkanmu?


Olive menggigit bibir. Rasanya dia semakin dirasuki oleh perasaan bersalah.


Kenapa kamu seperti mencoba menjauh dariku dengan hal ini. Aku jelas kalah dari nya. Padahal yang ku tahu, aku memiliki memori yang lebih panjang darinya. Kau dan aku--


Tapi mungkin semuanya berbeda. Dia merupakan pilihan terbaik.

__ADS_1


Julius.


Olive melipat surat itu dengan cepat. Dia merasakan gelisah karena membaca surat itu. Seakan tiba tiba ada hal yang membuatnya berubah pikiran. 'Apa aku membuat yang mulia Ox menjadi pelampiasan?'


Apakah Dirinya salah selama ini, tapi Olive tidak menyadarinya?


Padahal seharusnya ia baik baik saja. Tapi Putri Olive adalah putri yang berperasaan. Dia mudah memikirkan suatu hal. Juga cemas akan banyak hal. Semacam ia takut suatu menjadi lebih buruk.


Membaca itu bukan maksud Olive berpaling dan memikirkan Julius dan perlahan jatuh cinta. Bukan. Ia berpikir apakah selama ini dirinya mencoba lepas dari Julius dengan mencoba dekat dengan raja Ox. Yang padahal saat itu dia sudah berjuang demi dirinya.


Tangannya berhenti, dirinya tiba tiba membuka pintu kamarnya. Terlihat lorong yang sepi diluar sana. Malam hari, sepertinya Olive ingin dirinya bicara langsung pada Ox.


dia segera keluar dari kamaranya lalu berjalan keruang tempat mereka bertemu para tamu. Namun, dia tidak menemukan Raja Ox.


Dia mencoba mencarinya di kamar tamu. Tapi kamar itu kosong tak berpenghuni. Membuat Olive kebingungan. Dia tidak tau harus mencari keruangan mana lagi. Karena ini pertama kalinya raja Ox ke kerajaan Careuleum.

__ADS_1


Ketika Olive sibuk berjalan kesana kemari disekitar istana seperti mencari sesuatu Para pelayan menatapnya bingung. Salah satu diantara mereka mendekat kearah tuan putri Olive. "Putri? anda belum tidur?" Tanya Pelayan itu.


Olive berhenti berjalan. Dia menatap pelayan itu. "Eum bisa aku tahu dimana ayah dan tuan Ox? aku tidak menemukannya dimanapun." Tanya Olive. Pelayan mengangguk mengerti. "Sepertinya yang mulia Leuis dan raja Ox tengah keluar."


Olive terkejut. "Mereka keluar malam hari? untuk apa?" Tanyanya. Pelayan menggeleng.


"Saya tidak tahu putri. Anda sebaiknya tidur. Mungkin sekitar pukul 11 malam mereka baru pulang. Karena sepertinya mereka membahas hal hal serius. Mungkin mereka bicara mengenai pekerjaan."


Olive akhirnya mengerti. Dia mengangguk, Lalu berbalik pergi. Dia bertekad menunggu mereka semua untuk bicara pada Raja Ox secepatnya.


.


.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2