Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 2 - Pertemuan


__ADS_3

"Keluarga kerajaan Caeruleum dipersilahkan masuk!"


Olive sibuk menekuk alisnya sedari tadi. Dia terlihat cantik dengan gaun krem sederhana miliknya. Dibalut dengan renda renda bunga disekitarnya. Semuanya terlihat sempurna kecuali raut wajahnya yang membentuk wajah kesal.


Flashback-


Olive mengambil surat undangan dimeja nya. Undangan itu ia buka. Lalu tangan yang lain mengambil gunting dimeja.


'Aku membenci ini.'


Dia bersiap menggunting undangan itu. Olive merasa dibutakan amarah. Dia harus melampiaskannya pada hal ini.


Sreet--


Pikiran nya menjernih perlahan. Tangan yang bersiap menggunting undangan mewah itu berhenti. Olive perlahan melepas gunting itu dari genggaman nya. Dia menghela nafas.


'Apa aku benar benar harus ikut?!'


.........


Kerajaan Aurant bersama Kerajaan Caeruleum mengadakan pertemuannya. Raja dari Aurant baru saja berganti tahta. Kerajaan mahsyur itu memiliki raja baru bernama Ox Darriant.

__ADS_1


Dia memiliki tubuh tinggi menjulang. Tampan dan dia juga pintar. Aura kekuatannya sangat kuat hingga membuat orang orang gentar dan segan kepadanya. Dari bentuk postur nya, ia terlihat seperti raja yang kuat. Membuat pengangkatan dirinya sebagai raja membuat banyak kerajaan gempar.


Keadaan sangat ramai. Para pelayan, orang orang berpakaian rapih dan beberapa anak kecil terlihat berlalu lalang diistana kerajaan Aurant.


Raja Aurant sendiri? Dia sibuk didalam. Diruang kerjanya. Tanpa ada istirahat sekalipun. sesekali keluar dia hanya memberi sambutan dan bersapa hangat untuk menghormati para tamu. Padahal ini adalah acara untuk menhambut raja baru kerajaan Aurant.


"Tuan. Raja Leuis beserta keluarganya telah datang." Ucap seseorang berpakaian butler bernama frederich. Ox terkekeh dan berjalan mengikutinya. "Sangat canggung mendengar teman sendiri memaggil formal seperti itu."


Orang disamping mendecih. Dia berbisik. "Tch, T-tuan tolong. Kau tau kau bisa merusak citramu."


Mereka bersikap layaknya Tuan dan tangan kanannya. Dia yang terbaik. Frederich selalu menemaninya dan membuat banyak orang mengenal Bahwa Ox orang yang benar benar terpecaya bagi kerajaan Aurant. Itu sebabnya ia menunjuk Frederich menjadi tangan kananya.


Ox terkekeh mendengar ucapan dari sahabatnya. Mereka tersenyum kecil. "Bisa bisanya.."


sampai didepan pintu besar menjulang, para pengawal yang berjaga didepan pintu membungkuk hormat, lalu membukakan pintu.


"Raja Caeruleum dipersilahkan masuk."


Ox berjalan dengan gagahnya memasuki ruang makan. Dia tersenyum simpul menatap semua anggota kerajaan yang hadir. Sebelum duduk bahkan dia menyalami Raja Leuis diujung sana. Raja dari kerajaan Caeruleum.


Dia berjalan ketempat duduknya dan tanpa sadar matanya terpaku pada Seseorang yang tengah duduk dalam diam dikeluarga kerajaan utara itu. Wajah anggunnya kini menengok kearahnya. Menatap kearah Ox dengan pandangan serius.

__ADS_1


Ox mencoba bersikap biasa biasa saja. Dia perlahan duduk dengan baik dikursi mewahnya. Matanya sedikit melirik seseorang disana. 'Dia tidak terlihat memiliki aura. Seperti yang dikabarkan bahwa kerjaan Careuleum memiliki putri yang kuat. Hm, apa aku salah mendengar?'


Aura dari seseorang dapat muncul dipandangan orang lain. Dengan kekuatan sihir yang kuat, seseorang bahkan dapat merasakan aura orang lain dengan jelas.


Disini Ox terkejut begitu merasakan bahwa Putri pendiam itu beraura tidak memiliki aura. Hanya samar samar ia dapat merasakannya.


"Selamat datang dikerjaan Aurant yang mulia Leuis." Ucap Ox dengan tersenyum. Raja Leuis mengangguk. "Kamu cukup pantas menjadi raja. Penampilanmu menunjukan semuanya."


"Ahaha, saya cukup tersanjung. Terima kasih."


"Jadi.. Apakah dalam 3 bulan ini cukup bagimu untuk mengerti soal kerajaanmu?"


"Ya. Aku sangat mengerti sekarang dan aku akan berusaha menjadikan kerajaan ku kerjaaan yang makmur."


"Walau sudah makmur saat ini? Hahaha!"


Mereka berbincang hangat disana. Namun dari pandangannya Seseorang terlihat murung dari penglihatannya. Wajah manisnya itu sibuk cemberut dengan mengaduk ngaduk nasi yang tak seberapa jumlahnya dipiring miliknya. Ox terkekeh. "Tuan Putri manis terhormat. Apa anda terlihat keberatan dengan yang kami sajikan?"


Semua orang menengok kearah perempuan manis itu. Dia kemudian menatap raja Ox dengan wajah datar. "Tidak. Mohon maaf atas apa yang aku lakukan Tuan. Saya ijin keluar sebentar."


Dia membungkuk dan keluar. Yang mulia Ox terpana begitu melihat keanggunan dari Putri kerajaan Caeruleum. Dia tersenyum lembut. Dia menyadari bahwa ia terpesona untuk pertama kalinya!

__ADS_1


__ADS_2