Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 57 - Lili?


__ADS_3

"Kakak!! Tangkap aku!!"


Dengan langkah kaki kecilnya. George berusaha berlari sekuat mungkin dari kejaran sang kakak. Disana Magna yang mengejarnya tertawa dan berlari. Mencoba menggapai anak yang lincah itu. Sekaligus mau memenangkan permainan mereka.


"Aku tangkap kamu George. Sedikit lagi!" Seru Magna dengan senyuman miring. George menengok.


George dengan terkejut menatap Kakaknya yang berlari secepat itu mengejarnya. Dia berusaha berlari lebih kencang, karena takut tertangkap ia bahkan terus memantau Magna dibelakangnya dan memilih untuk tidak menatap kedepan.


Terlihat pintu dihadapan George terkunci. Itu membuat Magna berhenti berlari dan berteriak kearah adiknya. "Awas George!!"


Kaki George tetap berlari kencang. George tertawa karena melihat Magna tiba tiba berhenti berlari. Dengan ini ia dinyatakan memenangkan pertandingan. Dia berseru puas. Tidak mendengar himbauan kakaknya yang memperingatkan dirinya dan akhirnya.


Brugh!!

__ADS_1


"Ouch!!"


Dia menabrak pintu dihadapannya. Sangat keras hingga menimbulkan bunyi kencang yang membuat orang orang disana terkejut, Sayangnya para pelayan sedang sibuk hingga tak dapat memperhatikan mereka disana.


George terjatuh dan meringis. Badannya menghantam pintu kayu dengan kuat. Anak kecil itu langsung menangis merasakan sakit ditubuhnya. "H-huwa kakak!!"


Magna mendekat kearahnya dengan terburu. Ia harusnya tetap mengejar George dan menangkapnya sebelum pintu itu tertabrak, sayangnya jika ia terus mengejar maka George tidak akan memelankan kecepatan larinya dan lebih mudah menabrak pintu. Bahkan menabrak lebih kuat.


Magna mengipasi luka yang terlihat di lututnya. Luka itu tidak terbuka hanya saja membiru dikulit putih milik George. Adiknya semakin menangis kencang dan akhirnya, itu membuat Magna berkaca kaca. Dia mengelus lutut George dengan lembut. "A-adik hiks. Jangan menangis." Ucapnya hampir menangis.


Begitu Magna mencoba menghibur George adiknya, seseorang datang dengan wajah khawatir. Menatap mereka berdua ditangga kerajaan. Dia menghampiri Magna dan George.


"Ya ampun. Kalian kenapa bermain diluar pengawasan pelayan?"

__ADS_1


Suara asing terdengar ditelinga mereka. Mereka tiba tiba terdiam. Perempuan bergaun biru tua muncul didepan mereka. Menatap mereka dengan pandangan lembut, mencoba menolong George. Ia berjongkok. Meraih George yang berada dibawah sana.


Dia menggendongnya. Lalu menepuk nepuk kepalanya pelan. Dia tersenyum dengan menatap George dengan kasih sayang. "Cup cup. Jangan menangis lagi." Pintanya kepada George


George terlihat canggung oleh orang asing dihadapan nya. Ia terdiam dengan sesenggukan. Berusaha tidak menangis lagi.


Magna menatap perempuan itu dengan tatapan curiga. Dia meraih adiknya. Memaksa perempuan itu untuk melepas George dari gendongan itu. George langsung memeluk kakaknya erat. Dia tidak suka kehadiran orang asing yang mencurigakan sepertinya.


"Maaf. Anda siapa?" Tanya Magna dingin. Perempuan itu tersenyum. "Aku asisten sementara yang dikontrak raja untuk melakukan suatu pekerjaan." Mendengar itu Magna dan George kebingungan.


Magna menolak dengan cara menggeleng. Anak kecil itu menampakan wajah dinginnya. "Tidak usah. Biar ibu saja yang membantu ayah." Ucap Magna dengan ketus. Ia pergi dengan cepat dengan menggandeng tangan Adiknya. dia bergegas.


"Ayo. Kita harus bicara pada Ibu secepatnya." Ajak Magna dengan wajah khawatir begitu mereka meninggalkan Lili. George mengangguk mantap. Kaki kecilnya berusaha mengimbangi kecepatan kakanya begitu lengannya ditarik. "Baik kak."

__ADS_1


...


__ADS_2