Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 24 - Perjanjian Aurant dan Lux


__ADS_3

Ruangan lenggang dengan beberapa orang didalamnya. Masing masing saling terdiam, bahkan tidak menyentuh minumannya sama sekali. Raja, pangeran, penasihat Kerajaan Lux dan Careuleum berkumpul disana.


Acara itu telah berakhir. Namun masalah ini menjadi lebar dan serius ketika raja Ox menyatakan kekesalannya terang terangan dihadapan raja Ardan. Mengatakan anaknya ada penyebab masalah ini. Itu membuat persahabatan antar dua kerajaan renggang.


Sedangkan raja Ardan? Dia termenung dengan wajah menahan malu. Dirinya terdiam dihadapan anak teman lamanya. Dia tak habis pikir. Anak terakhirnya itu memang pembuat masalah, tapi yang ini sungguh keterlaluan dan kelewat batas.


Seorang Butler mendekat kearah Raja Ardan. Raja dari kerajaan Lux itu mengangguk mendengar bisikan dari butlernya. Dia menghela nafas sebentar. "Yang mulia Ox?"


Raja Ox menatap raja Ardan dengan tampang datarnya. Raja Ardan bebricara pelan. "Aku merasakan perasaan malu sebagai pemimpin kerajaan ini. Entah apa pikiran pangeran Julius. Anak paling mudaku. Dia sudah keterlaluan."


Kali ini wajah raja Ardan berubah dengan raut penuh beban pikiran. Membuat raja Ox merasa bersalah karena bisa bisanya menambah pikiran raja yang sudah dimakan usia itu.


"Aku lebih baik pergi. Ah, ada Johan yang akan berbicara mengenai masalah ini. Saya permisi." Ucap raja Ardan. Ox mengangguk mengiyakan. Seseorang berpakaian rapih masuk dengan mengetuk pintu. Ox mengangguk dan mengizinkan nya masuk.


Dengan jas hitamnya, kacamata dan tatan aurai yang rapih. Membuat ia sekilas memiliki kemiripan dengan Frederich. Dia tersenyum begitu masuk. Dia memberikan hormat dengan membungkuk sopan.

__ADS_1


"Selamat malam yang mulia. Senang bertemu dengan anda." Ucapnya ramah. raja Ox mengangguk dan menyuruhnya duduk. Dia duduk dengam sopan. Kembali berbicara. "Jadi saya Johan. anak tertua dari raja Ardan."


Raja Ox mengangguk singkat. Dia sebenarnya terkejut. Karena anak tertua kerajaan ini terlihat lebih dewasa dan jauh berbeda dengan Julius. Bahkan ia mengira bahwa Johan ini adalah tangan kanan raja Ardan. Raja Ox berbicara. "Ya. Johan. Senang bertemu denganmu."


"Jadi saya akan mendengar keluhan anda dan dari permintaan raja Ardan. Yang mulia dapat meminta satu permintaan dari kerajaan Lux." Tawar laki laki itu. Membuat Ox terkejut.


" Apa kamu meremehkanku?"


Johan menunduk sopan. "Bukan itu maksud kami tuan. Kami memberikan kebebasan anda atas apa yang terjadi. Tolong terima ini sebagai permintaan maaf dan semoga setelah ini Kerajaan Aurant dan Lux masih berteman baik."


Setelah berucap seperti itu dia bergegas pergi. Frederich mengikutinya dari belakang. Johan mengangguk dengan sopan. Dia mengabulkan permintaan dari sang raja Aurant. "Kami akan menyetujui apa yang anda inginkan."


raja Ox tiba tiba berhenti dari langkahnya. Dia melirik Johan disana.


"Kamu tidak berbicara mengenai hadiah kalian jika Julius menang huh?" Tanya Ox dengan wajah datarnya. Johan menatapnya bingung. "Maaf kelancangan saya, tapi tuan. Apakah kami bisa mendapatkannya juga?"

__ADS_1


"Tentu saja." Ucap Ox. Lagipula dia tidak menyukai permainan yang kurang adil seperti ini.


"Baik tuan. Jika anda kalah apa yang menjadi gantinya?"


Raja Ox menatapnya sinis. Dia berkata singkat. "Ambil sebagian daerah Aurant."


Ucapan itu membuat Frederich terkejut, namun ia memilih diam dan tidak menyauti Raja Ox yang tengah marah saat ini. Akhirnya mereka pergi dari sana. tanpa sepatah kata pun lagi.


Johan menatap punggung pemimpin Aurant menjauh. Dia menghela nafas dan memijit keningnya pelan. 'Kenapa adik ku seperti ini? aku menyesali perbuatan adikku yang seperti ini.'


.


.


.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2