Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 13 - Olive yang terbangun


__ADS_3

Suara burung berkicau merdu membuat seseorang terbangun. Matanya mengerjap pelan untuk membiasakan dirinya pada sinar terang matahari. Tangannya perlahan bergerak.


Yawn~


"Permaisuri bangun tuan!"


"Syukurlah!"


"Dimana? Apa dia terlihat pucat?"


"Syukurlah!!"


Olive membuka matanya. Para pelayan tersenyum dan beberapa mulai mendekat, ada yang memeriksa tubuhnya dan ada yang merapihkan pakaiannya. Olive terbangun dengan menatap mereka dengan bingung. "K-kalian.."


"Tolong istirahat Yang mulia. Jangan banyak bergerak." Ucap salah satu pelayan. Olive menghela nafas dan mengangguk pelan. "Baiklah."


Olive kembali menidurkan dirinya di tempat tidur yang empuk. Dia menapat sekeliling, hanya ada Pelayan yang menunggu dan merawatnya. Olive tidak melihat keberadaan Ox disini. Mungkin saja ia tengah bekerja.


Persis setelah ia memikirkan itu, Suara Ox terdengar dari luar ruangan. Seseorang terlihat membuka pintu dan Terlihatlah Ox disana. Menampilkan wajah cemasnya.


"Dia sudah sadar?!"

__ADS_1


"Yang mulia!"


Raja Ox datang dengan senyuman merekah diwajahnya begitu melihat Olive bangun dengan baik baik saja. Dia terlihat menghela nafas lega dan mendekat kearahnya. Dia mengusap surai Olive lembut."Akhirnya kamu sadar."


Dia mengelus surai Olive dengan lembut. Membuat Olive memerah. Dia menengok kearah lain. Menjawab dengan salah tingkah. "Y-ya."


"Maaf. Karena aku membuatmu tertekan disini. Hingga kamu tidak nyaman dan pergi begitu. Jika kamu mau pulang maka aku persilahkan. Kamu mungkin tidak nyaman bersamaku." Wajah raja Ox berubah sendu. Dia berusaha tersenyum dengan menggapai tangan olive. Olive terdiam dan menatapnya, perlahan tangan lainnya mengelus pipi Ox.


"Aku baik baik saja." Ucap Olive dengan senyuman manis.


Raja Ox terdiam. Dia tidak mampu bicara saat mendengar nya. Yang mulia melepas tangannya dan berdiri. Dia beranjak keluar dengan Olive yang memperhatikan punggungnya.


"A-aku.."


Olive menggeleng. Dia mencoba tersenyum. "Tidak. Aku tidak apa." Setelahnya ia mengejar lelaki itu.


Olive berjalan cepat tanpa alas kakinya. Marmer dingin langsung bersentuhan dengan kakinya. Udara sejuk menyapanya begitu merasakan bahwa pakaian yang ia pakai lumayan tipis. Sang Raja tengah berjalan sendirian dilorong. Dengan perasaan sedih.


Olive menggigit bibir. Dia mengepalkan tangannya. Bersiap bicara.


"TUAN!"

__ADS_1


Sang Raja tidak menoleh karena terlalu jauh dan sudah berbelok keruangan lain. Dia berjalan menuju ruangan dimana ayah ibu biasanya berada jika berkunjung kesini. Olive merasa cemas. Apakah ayah ibunya datang menjenguknya? Dia berlari menuju ruangan itu.


Begitu sampai didepan pintu dia segera membuka pintu besar itu. Lalu berteriak. "Yang mulia?!"


Dia menatap ruangan yang terdapat ibu, ayah dan raja Ox. Menatap Olive dengan terkejut. Ibu Olive mendekat kearahnya dengan khawatir. "Olive?! Ya ampun apa yang kamu lakukan?!"


Olive menatap raja Ox dengan kesal. "J-jangan asal bicara! Aku sama sekali tidak tertekan disini yang mulia!"


Raja Ox menaikan alisnya. Sesaat ia kebingungan. Putri Olive pun berbicara dengan gugup. Wajahnya memerah. "T-tapi aku belum mencintaimu!"


Semakin kesini bicara nya asal asalan. Raja Ox menyipit. Dia mencoba berbicara tanpa menyinggung Olive. "Eum maksudmu kau akan mencintaiku jika lebih lama disini?"


"A-apa--" Olive semakin memerah. Dia terlihat memalukan menurut dirinya sendiri. Ayahnya tergelak, ibunya memijat keningnya. Olive menggigit bibir. "M-mo!! Maksudku--"


Raja Ox tertawa senang. Dia berdiri dari duduknya. "Ya ya baiklah terserah mau mu. Ya ampun menggemaskan!" Ucap Raja Ox. Dia memeluk Olive dengan erat. Olive memerah karena ini terlihat kedua orang tuanya. "L-lepas!! Aaaa! Ibu tolong aku!"


Ibu nya hanya menatap anak nya dengan tersenyum. Dia terkekeh menyaksikan pemandangan itu. "Kupikir kamu menyukainya."


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2