
"Olive, ada apa?"
Ia menyadari seseorang membuat ketakutan istrinya. Orang dihadapan Olive yang melindunginya menengok kearah nya. Ox menatapnya datar. "Ada apa kalian seperti ini?"
"Maaf tuan. Ratu terlihat tidak menyukai keberadaanya." Ucap Wanita yang memberikan perlindungan kepada Olive. Oluve dibelakangnya mengangguk. Dia menunjuk kearah orang itu.
Raja Ox menengok kearah yang Olive tunjuk. Seketika amarahnya memuncak. Pangeran kecil itu lagi. Yang mulia Ox segera menarik Olive kepelukannya. Membuat orang yang melindungi Olive tadi pergi. Ia tersenyum mengetahi Olive sudah dilindungi oleh suaminya. Olive berterima kasih kepadanya. Ia mengangguk lantas pergi dari sana.
Julius tersenyum meremehkan. Menatap Ox dengan pandangan tajamnya.
"Oya? Hai yang mulia. Anda terlihat menua." Ucap Julius dengan senyuman miring. Membuat Ox tersinggung. Ternyata pangeran dari kerajaan Lux tidak berubah. Tua? Siapa?
__ADS_1
"Berhenti main main." Ucap raja Ox.Dia menghela nafas, Kini ucapannya lebih singkat dan ekspresi wajahnya selalu datar. Dia seperti sudah malas meladeni pangeran seperti itu. Olive yang melihat Ox yang tak senang juga dengan Julius kini memeluk lengan Ox. "Tuan.. Jangan dipikirkan."
Julius terkekeh. Dia kembali menatap Olive. "Hai manis. Apakah kamu mau berdansa denganku?" Tanya nya. Suami Olive mengepalkan tangan. Tapi dia tetap terdiam.
"Ayo berdansa denganku. Eum, tuan Ox? Bukannya kau sudah tidak bisa mendengar?" Tanya Julius. Para hadirin menengok kearah nya dengan terkejut karena kefrontalannya. Julius terang terangan mengatakannya. Dirinya tertawa. Berusaha menyingkirkan topik tadi dan kembali ketopik awal. " Olive? Ayo berdansa denganku."
Rasanya sesak mengetahui Ox terdiam tanpa menjawabnya. Olive memeluk lengan suaminya semakin erat. Menatap tajam Julius. "Julius, aku tidak menyukaimu."
Olive mengehela nafas kesal. Ox menatap Olive dengan bingung. Tak mengerti dengan maksud dari Julius. Manik matanya menatap dalam Olive. "Apa maksudnya sayang?"
Olive mencoba menjelaskannya. Ia takut membuat Ox salah paham. "D-dia masih berusaha mengejarku, tuan." Olive Menatap nya dalam. "T-tapi aku mencintaimu. Aku tidak memikirkannya dan sudah merobek robek kertas itu."
__ADS_1
"Haha, maafkan aku sudah membuat kalian bertengkar." Ucap Julius. Olive semakin merasakan kekesalan. Tapi hati perempuan itu lembut, dia merasa membuat hati Raja Ox sesak karena Julius masih bisa memperlihatkan dirinya dihadapan mereka dan mengganggu mereka. Yang jelas jelas harusnya ia sudah kalah. Nyatanya Julius tidak menyerah dengan itu.
Olive tak bisa menahan kesabarannya. hingga ia menatap Julius dengan berkaca kaca. "Tolong Julius. Menyingkir dari hidupku. Bukankah kamu sudah kalah?"
Ox berusaha mendengar percakapan mereka dengan baik. Istrinya, terlihat tetap berusaha untuk membuat Ox tak merasakan patah hati dan terus menyangkalnya. Membuat Ox diam diam tersenyum kecil.
"Kalau begitu bagaimana kita tanding ulang. Kupikir dia sekarang akan kalah." Julius mengatakan hal hal yang menurutnya sudah keterlaluan. Olive menghela nafas. Kini dia mendekat kearah Julius.
Julius pikir akhirnya perempuan manis itu menerimanya. Dia tersenyum penuh kemenangan. senyuman yang hampir bertahan lama. Hingga tiba tiba tangan Olive terangkat. Menampar pipinya.
Plak!!
__ADS_1
Olive kini menangis. Dia menatap penuh kesal Julius. Sedangkan semua orang yang menyaksikan terkejut bukan main. Apalagi Ox yang berada disampingnya. Olive berteriak dengan suara serak. "J-jangan permalukan s-suamiku!"