
"JANGAN MENDEKAT!!!"
"Kamu harus mendengar kata kataku. Malam ini, kamu tidak bisa keluar secara bebas. Kamu di istana raja lain. Bukan kerajaanmu ataupun kerajaan ku. Kamu hanya bisa keluar dengan seseorang yang mengantarmu. Ya?"
"A-aku harus secepatnya keruangan Raja Ox." Ucap Olive dengan terengah engah. Dia mencoba berlari dan menemukan keramaian. Tapi dia tidak menemukan siapapun sedari tadi. Apalagi begitu ia mencoba mengingat ingat. Hampir seluruh bangunan berbentuk sama.
Pov Olive.
Aku mencoba menjauh dari sosok lelaki yang masuk keruangan ku. Entah maksudnya baik atau tidak. Atau siapa gerangan ia. Itu benar benar menakutkan. Bagimana bisa seorang pangeran atau raja mencoba masuk keruangan putri yang tidak memiliki ikatan dengannya.
Aku sama sekali tidak memercayai bahwa itu adalah yang mulia Ox. Jadi aku bergegas peegi dari kamar itu dan menuju kesiapapun yang akan menyelamatkanku.
Sayangnya hampir ketika aku terus berlari, tidak satupun butler terlihat disana. Membuat diriku hampir putus asa dalam menjauh darinya.
Pov end.
Olive terkejut begitu ternyata yang mengejarnya adalah Julius, dia berhasil menarik tangan milik putri tersebut, dia tersenyum miring. Berbisik. "Ayolah putri Olive. Anda diluar kendali Raja Ox sekarang."
Putri mendorongnya. Lalu kembali berlari dilorong lorong sepi kerajaan. Dia menunjukan wajah panik. 'Dia Pangeran brengsek. Aku harus segera menjauh.'
"Olive?"
Putri Olive menengok kearah suara yang ia kenal. Raja Ox tengah berdiri tak jauh darinya sembari menatapnya bingung. Melihat ada titik terang permasalahannya, Olive berlari kearah nya. "Yang mulia. Tolong aku!"
__ADS_1
Suara itu bergema diistana. Raja Ox semakin terkejut. Dia kini berlari mendekatinya.
Ruangan ruangan kini bercahaya lilin dan petromax. Mereka terbangun akibat kegaduhan yang Putri Olive buat.
Sedangkan pangeran julius berhenti dan menjauh sebelum semuanya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Greep!
Raja Ox menatapnya. Dia menyilangkan tangannya didepan dada. Meminta penjelasan mengapa Olive berteriak dan berlari dilorong lorong malam ini. "Kenapa kamu berteriak seperti itu. Juga kenapa kamu memakai pakaian minim diluar kamar?"
Olive terdiam, ia tak menyangka bahwa raja Ox akan bereaksi seperti itu. Ia segera menyadari kesalahannya. Dirinya menunduk. Dia segera menutupi piyamanya yang menampilkan leher dan bahu mulusnya. "Maaf! A-aku dikejar pangeran Julius dari kamar. Aku mencoba berlari dan menjauh."
raja Ox masih terdiam menatapnya. Olive semakin merasa bersalah. Padahal ia berlari untuk mencari pertolongan untuknya.
Lelaki itu menatapnya dengan perasaan bersalah. raja Ox teraenyum. "Hei, tidak apa. Jangan dipikirkan."
Ox memeluknya. Olive memerah dan terdiam. Ia kemudian menatapnya. Pakaian itu pasti sangat tipis dan dingin. Raja Ox segera melepas jasnya dan memakaikan Pakaian itu ke Olive. Putri itu balik menatapnya.
"Ayo kembali kekamar. Aku antar." Ucap Raja Ox. Dia menggenggam tangan Olive dengan lembut. Olive menggeleng. "Tidak. Aku eum takut dikamar sendirian Yang mulia."
Raja Ox tersenyum. Dia mengangguk mengerti, "Baiklah aku akan menjagamu."
...
__ADS_1
Balkon terbuka. Dengan angin malam yang berhembus dingin. Membuat Olive bergidik. Dirinya merasa angin terlalu dingin jika balkon dibiarkan terbuka. Dia menatap kearah balkon.
Seseorang lelaki tengah menatap rembulan dengan wajah tenangnya. Tatapan tajamnya menyiratkan kesepian yang berarti. Dirinya terlihat termenung. Membuat Putri Olive merasa tidak enak.
"Yang mulia.."
Dia menengok begitu Olive memanggilnya. Dia mendekat, berjongkok disamping tempat tidur Putri. "Ya?" Dia mengelus surai milik Olive dengan lembut.
"Maaf membuatmu berjaga semalaman." Ucap Olive. Sebenarnya dia malu meminta tolong seseorang terjaga ketika ia terlelap. Tapi dia ketakutan begitu mengetahui fakta bahwa Pangeran muda itu mencoba menemuinya.
Raja Ox menggeleng. Dia tidak merasa keberatan. "Sudah jadi tugasku menjaga ratu ku Olive." Ujarnya.
Olive merasakan jantungnya berdetak kencang. Dia perlahan merasa kan wajahnya memarah. Dia terdiam, membuat Raja Ox gemas. Dia mengambil selimut dan menyelimutinya.
Dia mengecup kening Olive lembut. "Selamat malam. Calon ratuku."
'Aku harap aku bisa secepatnya menjadikanmu ratu. Olive.'
.
.
.
__ADS_1
tbc.