
"Magna, kamu bisa bicarakan ini dengan baik."
"Ibu tidak mengerti. Hanya aku yang mempunyai ini!"
"Magna sayang.."
"Aku membenci wajah ini!!"
Olive terisak mengingat ucapan anaknya yang membuatnya sedih. Dia menyesal dengan apa yang terjadi dulu. Apakah ini salahnya? Kenapa bisa anak itu bisa menanggung semua ini karena kelalaiannya?
Dia menghela nafas. Mencoba menenangkan dirinya saat ini. ia lalu mengingat sesuatu, membuat ia beranjak dari tempat tidurnya dan bergerak membuka laci. Disana Kotak kayu yang berukir indah terlihat tersimpan dengan rapih. Ia mengambil kotak itu dan membuka nya.
Musik terdengar mengalun lembut. Suara itu terdengar dari kotak itu. Suaranya perlahan mengecil. Kotak kayu yang telrihat tua itu memang miliknya, yang sudah lama sekali. Olive menyebutnya kotak musik. Lagu itu seperti penenang baginya. Dia perlahan membaik. 'Kurasa aku beruntung membawa ini dari kamarku yang dahulu.' batinnya.
__ADS_1
Tok! Tok!
Ketika ia sedang menenangkan diri,Tiba tiba suara orang mengetuk pintu terdengar. Olive menengok kearah pintu kamar. Ia mengelap air matanya. "Buka saja pintunya tuan." Ucapnya.
Pintu terbuka dan menampilkan sosok yang lain. Bukan Raja Ox yang menghampirinya. Melainkan anaknya. Magna. Olive terkejut. "Magna?"
Dia segera menghampiri anaknya. Dia memeluk anaknya erat. Magna yang berekspresi sedih membuat Olive merasa bersalah. "Ya ampun maafkan ibu sayang. Maaf jika ibu membuatmu tidak nyaman."
"Eh?" Olive melepas pelukannya. Dia menatap anaknya heran. Dirinya bahkan tak mengira anaknya akan meminta maaf kepadanya. "Ada apa sayang? Kenapa kamu minta maaf?"
Magna terdiam. Dia menggenggam tangan ibunya dengan erat. Menatap ibunya dengan mata membulat, menatap ibu nya lekat.
"Aku minta maaf ibu. Maaf karena asal bicara seperti itu. Magna berjanji tidak aakn bicara hal burum seperti itu lagi." Ucap Magna. Mendengar anaknya meminta maaf dia tersenyum lembut. "Kemari sayang."
__ADS_1
Mereka berjalan masuk dan duduk ditepi kasur milik Ox dan Olive. Disana Magna menatap nya serius. "Ibu, apa Magna boleh tanya sesuatu?"
Pangeran kecil itu seakan ingin bicara suatu hal. Olive siap mendengarkan apa yang anaknya bicarakan. "Tentang apa nak?"
Magna menghela nafas. Dia kini mulai berbicara. "Tentang ini." Anak itu menunjuk kearah wajah disamping telinga kanannya. Luka yang terlihat lama yang membekas disana. terlihat bekas luka milik Magna. Ibunya mengerjap. "Ah, kamu ingin tahu itu?"
"Apakah ini sesuatu yang disembunyikan oleh kalian dariku?" Tanya Magna terlebih dahulu, membuat Olive sedikit berpikir kalau menurutnya tidak, tapi mungkin raja Ox yang menutupinya demi sesuatu. Olive menggeleng. "Eum sebaiknya kamu mendengarkan dahulu sayang."
Akhirnya Magna mengangguk, kalau itu bukan sesuatu yang disembunyikan harusnya Magna tau sesuatu yang ada di wajahnya bukan apa apa. Tetapi dirinya terlanjur dibuat penasaran karena hidupnya terpengaruh karena luka itu.
"Kau tahu kami semua menyayangimu Magna. Jika kamu mendengar cerita ini tolong jangan berpikir buruk mengenai orang tua mu Magna. Meski kenyataan nya Ayahmu sempat ingin menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi percayalah ia bermaksud baik pada Magna." Ujar ibunya.
"Apa maksudnya? Ayah menyembunyikan? untuk apa ibu?" Magna bertanya dengan pertanyaan beruntun. Olive menatapnya. "Karena ayah hanya tak ingin Pangeran pangeran nya tidak memiliki percaya diri begitu mengetahui bahwa.."
__ADS_1