Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 38 - Kecerobohan


__ADS_3

Frederich mendekat dan berbisik pelan. "Maksud si ahli. Apakah anda sudah.."


Ia berbisik lama. Olive yang penasaran ikut mendekat dan ingin tau apa maksud darinya. Tapi setelah acara bisik bisik itu selesai raja Ox memerah padam. Dia terlihat malu. Dia menelan ludah. "A-ah, Olive. Kupikir kamu akan malu mendengarnya. Tidak usah ya?"


Suaminya menatapnya serius. Olive akhirnya mengangguk meski ia penasaran. Tidak berusaha tau apa jawabannya. Kini Yang mulia Ox menatap ahli tabib. Dia terkekeh. "Eum.. Sebenarnya kalau dibilang memang sepertinya belum."


Ahli tabib tercengang. Dia terlihat kesuliatan bicara. Lalu ketika menjawab pernyataan itu dia disertai kegugupannya. "K-kalian belum melakukanny--"


Ox membelak lalu menggeleng cepat. "M-maksudnya kita mencoba melakukannya. Tapi Olive selalu malu dan ketakutan. Semuanya gagal. T-tapi aku mungkin akan berusaha lagi."


Mendengar penjelasan itu semuanya terdiam. Kini mereka tidak bisa bicara banyak hal mengenai seberapa aneh keduanya. Olive yang terlalu cemas dan Ox yang mencoba membuat Olive lebih baik. Bahkan kecemasan itu membuat mereka melupakan poin pentingnya.


Si ahli tabib menggeleng tidak percaya. Dia menatap heran keduanya. "Apa kalian tidak mengetahui asal mula bayi?" Tanya nya. Tabin itu terlihat tidak bercamda dengan kalimatnya.

__ADS_1


Ox mengerjap. "Aku tahu. Yah, seperti itu. Tapi kukira itu bukan poin pentingnya." Ujarnya. Sedangkan Olive menunduk malu. Dia terlalu malu untuk menanyakan hal itu.


Semuanya terdiam. Frederich menutup mulutnya. Tangan kanan Ox itu berusaha keras menahan tawa hingga mencoba memukul wajahnya sendiri. Ox menatapnya murka. Ia seakan berbicara pada Frederich. 'Frederich kau kurang ajar jika menertawakanku!'


Wajah Frederich berubah pucat. Dia membungkuk dengan memohon maaf. Butler itu sepertinya tidak benar benar bermaksud menertawakannya. Dia membungkuk hormat. "Maafkan aku tuan! Maaf atas kelancanganku!!"


Liust sendiri sudah tertawa dengan wajah meremehkan. Dengan tawa lantangnya membuat Olive yang perlahan sadar apa yang dimaksud, ia menutup wajahnya malu. Ia memeluk Ox untuk menyembunyikan wajah memerahnya dari yang lain. "M-mo.. Maafkan aku membuatmu malu tuan. Hiks!"


Raja Ox sebenarnya menjadi seperti ini karena kepanikan Olive. Dia menghela nafas lega, Lalu menepuk nepuk kepala istrinya pelan. Setidaknya sekarang masalah selesai. pikirnya. "Ya ya. Kau tidak usah malu. Itu wajar sayang. Kamu merasa cemas."


"Ya benar!" Itu sautan dari Liust. Sebenarnya Putri itu hanya ingin mengejek Olive disana. Olive memerah padam mengetahui nya. "Kakak!!"


"Putri Liust tolong hentikan tawamu!" Ucap Frederich dengan sedikit kesal karena Liust masih berusaha mengejek Keduanya. Liust menggeleng dan tidak mendengar ucapan tangan kanan Ox itu.

__ADS_1


Akhirnya masalah besar itu selesai dengan tawa dari keluarga mereka. Menertawakan Ox dan Olive yang membuat kecemasan pada keluarga dan seisi istana karena kelakuan mereka.


.


.


.


tbc.


*Yeay akhirnya kita masuk ke chap akhir dari kehidupan baru keduanya. Setelah chap ini akan ada isi dan alur yang melompat ke dimana Anak anak mereka sudah lahir dan kunamai dengannnn


Pangeran Magna dan Pangeran George!!

__ADS_1


yeay! Semoga yang baca makin pensaran dan tertarik yep. Maaf kalau kadang penulisannya kurang bagus karena memang author ini memang masih belajar man teman 😄❤*


see you next chap!


__ADS_2