Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 29 - Kecemasan


__ADS_3

Tergesa gesa. Seorang putri cantik berjalan cepat ke ruangan yang ingin ia tuju. Mendengar bahwa Raja Ox dan ayahnya sudah pulang dari perjalanannya,


Kepalanya berisi hal hal yang membuat kepalanya sakit. Sekarang pukul 12 malam. Dia merutuki dirinya yang tertidur dikamarnya tadi.


Tap tap!


Dia sampai diruangan itu. Dia menghela nafas sebentar lalu masuk kedalam. Begitu membuka pintu, semua orang yang berada diruangan menatapnya. Ternyata dimalam yang larut ini bahkan ibunya belum terlelap. Olive menatap seisi ruangan yang berisi ayahnya ibunya dan Ox dengan tidak mengerti. "Apa yang kalian bahas hingga masih terjaga jam segini?"


Ox tersenyum. "Membahas hal penting. Apa kau juga belum tidur?" Tanya Ox. Olive menggeleng mendengarnya. "Eum aku tidak sengaja tertdur. Aku mencari kalian. Kalian kemana saja sedari tadi? apa ibu juga ikut?"


Mendengar pertanyaan beruntun dari putri Olive membut Raja Leuis terkekeh. Dia melihat Olive, sepertinya putrinya itu amat penasaran. Ibunya menatapnya. Memanggilnya.


"Olive. Kemari sayang." Ucap seorang perempuan paruh baya yang terduduk disofa. Dia tersenyum lembut. Menepuk nepuk sofa disampingnya.


Olive berjalan pelan kesana. Dia duduk disamping ibunya. Ibunya menggenggam tangannya lembut. Lalu berkata pelan. "Bisakah pernikahanmu dimulai secepatnya?"

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat kecemasan terbesar dipikirannya. Dia menatap raja Ox yang tersenyum diujung sana. Dia perlahan membuat senyuman terpaksa. Jadi sedari tadi mereka pergi membicarakan mengenai pernikahan nya. Olive bertanya "Kapan ibu?"


"Bulan depan sayang." Ucap ibunya. Olive menghela nafas, Bulan itu terasa amat cepat. ia hanya tersenyum menanggapi. Dia melepas genggaman tangan ibunya. "Biarkan aku berbicara padanya dulu ibu."


Ibunya terlihat bingung. Dia memikirkan kenapa anaknya tiba tiba berubah pikiran seperti ini. Tetapi dia memilih tersenyum mengiyakan. Kedua orang tuanya yang berada disana tiba tiba merasa resah. Apakah Olive akan berbicara sesuatu yang membuat rencana pernikahan nya tertunda atau bahkan dibatalkan?


Olive berdiri dari duduknya. Dia menatap raja Ox yang duduk disamping ayahnya. Ox terdiam. Merasakan suasana yang berjalan canggung tiba tiba. "Tuan Ox. Bisakah kita bicara?"


Ox melihat kegelisahan Olive. Dia berdiri dari duduknya lalu menggenggam tangan Olive, disana tiba tiba putri melepasnya. Ox terkejut. Apa yang sebenarnya terjadi?


"Ada apa Olive? Bisakah kamu beri tahu aku yang terjadi?" Tanya Raja Ox. Olive mengangguk, "Kita bisa bicarakan ini empat mata tuan?"


Ox jelas menggeleng. Ia takut raja Leuis tersinggung karena Putri nya mencoba menyembunyikan sesuatu. "Olive. Kamu bisa bicarakan ini disini."


Namun putri itu tetap menggeleng dan tidak mau berbicara. Ibu Olive terdiam dan tidak masalah jika anaknya ingin bicara hanya empat mata dengan Ox.

__ADS_1


Ayah Olive mengangguk. Dia menghela nafas, "Olive."


Olive menengok kearah raja Leuis. Dia mendekat begitu ayahnya menyuruhnya mendekat. Ayahnya terlihat menghela nafas. "Olive. Silahkan bicara dengan Ox. Tapi yang kuharap, semoga kamu berpikir jernih sebelum memutuskan cantik." Ucap ayahnya.


Olive mengangguk lemah. Dia berjalan duluan. Keluar dari ruangan itu, sementara Ox masih meminta izin kepada orang tua Olive terlebih dahulu. Dirinya terlihat menghela nafas, Sepertinya ada sesuatu masalah yang membuat rencananya sedikit berbuah nanti. Semoga saja tidak.


Dan Harusnya Ox bisa istirahat hari ini. Dia merasakan lelahnya, tetapi dirinya juga tidak bisa mengabaikan hal ini. 'Aku harap semua baik baik saja.'


.


.


.


tbc.

__ADS_1


...


__ADS_2