
Olive masih dikerajaan Aurant untuk membiasakan diri. Walau dirinya menegaskan tidak mau menyukai Sang Raja dari Aurant itu namun Ia tetap harus patuh disini karena Raja pun telah menaruh perhatian untuknya.
"Diam dan patuhlah nak. Kamu itu calonnya!" Ucap Ibunya akhirnya dengan tegas. Melihat kelakuan anaknya beberapa tempo yang lalu. Olive sama sekali tidak menyambut hangat Sang Raja. Itu membuat perilaku ibunya yang semula lembut harus mulai memberi ketegasan untuk putri kedua nya itu.
"Aku tidak mau. Aku tidak akan pernah." tegas Olive. Omelan hendak kembali berlanjut hingga tanpa sadar seseorang mengetuk pintu kamar mereka.
Tok! Tok!!
Keduanya menengok kearah pintu. Seseorang Butler datang dengan membungkuk hormat. Itu Frederich, Olive menatapnya. "Ya ada apa?"
"Yang mulia Olive. Anda dipanggil untuk menemani Yang mulia Raja berkuda." Ucap frederich. Olive membelak, dia hendak protes dan menolak dengan apa yang raja Ox pinta padanya. Tapi wajah ibu nya terlihat marah. Membuat Olive tak berani berbicara.
"Kamu harus mau Olive. Ingat Ox hanya mencoba mendekatimu. Ini bukan perjodohan sayang, dan ingatlah dia sudah meminta izin pada Ayah. Ayah saja sudah menyetujuinya, jika kamu menolak apa ayahmu tidak malu nanti hm? karena mempermainkan raja lain."
Olive menghela nafas mendengar ucapan ibunya. Dia akhirnya berjalan mengikuti Frederich menuju sang Raja.
.........
Wushhh!
__ADS_1
Olive terpaku dengan pemandangan super indah disana. Halaman belakang yang Indah dengan seseorang yang gagah tengah menaiki kuda hitam. Itu sangat keren baginya. Dia menatap lama Lelaki itu. Wajah bijaksana itu..
Sang Raja menoleh kearahnya. Dia tiba tiba tersenyum senang. Olive menengok kearah lain. Memerah rona. Orang itu akhirnya menemuinya. Mendekat dengan membawa kudanya. Dia menatap Olive hangat. "Hai. Selamat pagi manis, mau berkuda bersamaku?"
Olive memerah. Dia tidak mau menatap lelaki dihadapannya. Dia mengangguk perlahan. "Eum baiklah."
Huup!
Dari atas sini Olive menyadari bahwa kuda ini sangat tinggi, kekar dan kuat. Dia terkejut dan hampir jatuh karen akehilangan keseimbangan, namun tangan Sang Raja perlahan memeluknya. "Tenanglah."
Sang Raja mengemudikan Kuda dengan sekaligus menahannya. Olive ketakutan karena kuda hitam itu ternyata sangat tinggi. Ia memeluknya dengan erat. Wajahnya memerah rona karena tangannya berpegangan pada jubah Yang mulia. Dia menunduk malu. " M-maaf."
"Ya tak apa."
Entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Wajahnya memerah rona dengan terus menunduk. Dia sangat sangat salah tingkah sekarang.
Hening, Tak ada percakapan diantara keduanya. Mereka asik menatap pemandangan bukit dan hamparan rumout hijau yang luas. Ox menghela nafas.
"Kau tahu.. Orang tua ku semuanya pergi. Aku adalah anak satu satunya dari mereka."
__ADS_1
Ucap Ox dikeheningan. Olive mendongak menatapnya. Dia mengetahui itu. alasan Ox dinaik tahta kan jadi Seorang raja bukan hanya karena ia pantas saja.
Ayahnya meninggalkannya. Dan akhirnya kerajaan Aurant memiliki penerus raja yang baru. Sang Ox Darriant. Olive Terdiam dengan perasaan bersalah, ia mencoba mendengar apa yang Ox bicarakan. Mengenai keluarganya.
Lelaki itu memperhatikan jalan. Dia menghela nafas. "Ya, rasanya kesepian."
ox nampak tersenyum setelahnya. membuat Olive kebingungan. Ox terkekeh. Lalu mengatakan hal yang mengejutkan untuknya.
"Maka dari itu menikahlah denganku. Lalu keluarga kerajaan akan ramai akan anak anak mu Olive." Ucap Raja Ox yang bergurau.
Olive membelak dan memerah semerah tomat rebus sekarang. Dia tidak beniat membalas ucapan Ox. Karena jika membalas dia bisa saja tidak menghormati Raja Ox yang memang benar benar kesepian saat ini.
'Jika itu tujuanmu. A-aku akan menunggu hari dimana aku akan luluh padamu, tuan.'
.
.
.
__ADS_1
tbc.