Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 53 - Kondisi Magna


__ADS_3

Raja Ox langsung mencoba bangun dari tempat tidurnya. Dia berpegangan pada benda yang berada disekitarnya dan mencoba berjalan keluar. Dia merasakan ketakutan kehilangan seseorang. Dia bahkan tidak mendengar suara Olive yang menjawabnya. "Olive? Magna?! Dimana kalian?!"


Ketika Olive melihat Ox, ia langsung berlari kearah Ox dengan tergesa. Ia terlihat terkejut begitu mereka bertemu dilorong lorong istana. Dia menutup mulutnya dan terharu. Dia segera menghampiri Ox diujung sana. Dengan beberapa pelayan. "Yang mulia! Ya ampun syukurlah.."


Ox terkejut begitu suara Olive berdenging kencang ditelinganya. Dia memegang telinga kirinya. Rasanya berdenyut sakit. Dia menggeram.


Ratu Olive menariknya pelan. Mengantarnya kekamar lagi. Dia menatap suaminya khawatir. Para pelayan memanggil tabib untuk raja Ox. Disana Raja Ox menatap Olive dengan sedih. Begitu pula Olive. Olive mencoba tersenyum, meski senyumannya terlihat dengan sendu. "Tuan. Jangan berbuat seperti itu lagi. Aku takut kamu terluka lagi."


Suaranya kurang terdengar jelas olehnya. Raja Ox menatapnya dengan pandangan khawatir. Tangannya beranjak pelan, mengarah ketelinga kirinya. "Apa aku tuli?"


"Tak apa tuan. Itu tidak berpengaruh apa apa." Ucap Olive dengan wajah sedih. Dia sudah bersyukur bahwa suaminya masih selamat dari insiden itu. Tapi sepertinya Ox terlihat tak terima.


Ox memucat, dia menatap serius Olive. Kemudian mengesampingkan dirinya, Dia bertanya. "Bagaimana mengenai Magna, bagaimana keadaanya Olive?" Ucapnya. Entah kenapa ia malah melupakan soal anaknya.

__ADS_1


Olive tersenyum. Ia mengangguk. Mengatakan semuanya baik baik saja. Akhirnya dengan bantuan para pelayan dan penasihatnya. Ia berjalan menuju anak nya. Magna. Tabib yang bergegas melihat keadaanya sementara tertunda. Karena raja itu ingin melihat anaknya ketimbang harus melihat kondisinya sendiri.


Sampai diranjang bayi kecil berwarna putih. Sosok bayi tengah tertidur lelap diranjang itu. Ox menatap sendu bayi yang tengah terlelap. Dia terlihat terluka dibagian wajahnya. Luka itu terlihat jelas, melebihi dirinya. Dia tidak tahu pasti sebesar apa luka itu, karena luka nya terbalut oleh kain.


'Apa maksudnya baik baik saja?'


Ox merasakan betapa kecewa nya ia pada dirinya sendiri. Melihat kondisi pangeran Aurant yang terlihat menyedihkan. Dia menghela nafas. "Maafkan aku Olive. Aku--"


Ox tidak bisa berkata kata mengenai ini. Olive mengangguk tanpa harus mendengar seluruhnya. "Tak apa Yang mulia. Dia sudah baik baik saja." Ucap Olive. Ox menatapnya. Jelas ini adalah kesalahannya. Dia mengusap wajahnya. "Tapi Olive. Bagaimana dengan nya nanti? Apakah ia menerima bekas luka itu."


Olive berkaca kaca. Tangan mungil milik Olive meraih tangan Ox. Ia menggenggam tangan Ox yang lebih besar darinya. "Biar seperti ini. Suatu saat Magna akan belajar mengenai luka nya. Tuan tidak bisa menyesali sesuatu yang sudah terjadi." Bisiknya.


'Aku benar benar menyesalinya..'

__ADS_1


Ox menengok kearah Magna yang terlelap. Dia mendekat dan mengelus pipi milik Magna. "Maaf karena tidak bisa melindungimu sayang." Ucap raja Ox dengan parau. Dia berkaca kaca.


"Aku harus berbuat sesuatu untuk Magna. Aku.. tidak akan menunjukan kelemahanku kepada anak anaku nanti." Setelah itu Ox meraih Magna yang terlelap. Begitu dia mengangkatnya Magna menangis kencang. Berbeda dengan hari pertama dia dipelukan Ox. Ox mengetahui anak itu kesakitan karena lukanya.


Ox memeluknya dengan kehangatan. Olive ikut mendekat dan memeluk anaknya. Seketika Magna terdiam. Dia merasakan kehangatan. Olive tersenyum. "Kita akan saling menguatkan tuan."


Ox tersenyum. "Itu pasti Olive."


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2