Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 60 - Alasan Olive sedih


__ADS_3

Olive menatap kearah lain. "Aku.."


"Aku merasa bodoh karena memperhatikan kalian. Tuan, aku tidak sepintar dirinya." Ucap Olive dengan sedih. Membuat Magna yang diujung sana mendekat, memeluk ibunya. Ox menatapnya terkejut. "Ah, sayang tolong jangan berlebihan. Dia pintar karena dia memiliki pendidika--"


"Tapi aku juga. Hanya saja berhenti pada saat ini." Jujurnya. Ox benar benar terkejut mengetahui apa yang dipikiran istrinya itu. Bagaimana bisa Olive merasakan sedih karena ia tak lebih pintar dari Lili. Ox mengangguk. "Menurutku kau cukup pintar dan lebih pintar darinya."


"Dalam?"


"Mengurus anak."


Olive menatapnya kesal. Ox terkejut mengetahui istrinya kini dapat memberikan ekspresi semarah itu padanya. Dia merutuki dirinya karena asal bicara. Olive kembali bersedih. "Aku juga tidak lebih cantik darinya."


Magna terkejut. Dia menggeleng kencang. "K-kau paling cantik menurutku ibu!"


Ox mengangguk. Menyetujui ucapan anaknya. "Iya, menurutku juga begitu sayang. Kau yang paling cantik disini."


Olive menatap Ox dengan wajah tak percaya. "Tuan sepertinya bohong. Magna hiks." rengeknya kepada anaknya. Magna diam diam cukup sedih melihat ibunya sedih seperti ini.

__ADS_1


Raja itu mengusap wajahnya. Dia menghela nafas. "Baiklah. Aku tidak akan melakukannya lagi Olive."


Olive menatapnya. Tiba tiba tangannya menggenggam tangan Tuan Ox erat. Dia berbinar. "M-maksudnya? Tuan tidak akan..."


Magna dan Olive berpandangan. Magna tersenyum simpul mengetahui ibunya kini kembali ceria. Ox mengangguk tanpa harus mengetahui seluruh kata Olive. "Ya sayang. Ini cukup merepotkan jika harus terus berdebat denganmu untuk masalah ini." jujur Ox.


Olive terkekeh senang, dia memeluk Ox dengan wajah memerah rona. Melihat kesenangan Itu membuat ide jahil terlintas dikepalanya. Raja Ox tersenyum. "Tunggu tunggu, aku belum bicara mengenai syaratnya."


Olive menatapnya bingung. " Syarat?"


Yang sayangnya gagal, Tangan kekar Ox sudah terlanjur memeluk pinggangnya erat. Ox terkekeh, "Kamu tidak bisa kemana mana sayang."


Olive bisa saja melakukannya, tetapi ada Magna dan George yang menatap mereka. George bertepuk tangan senang sedangkan Magna memerah. Dia menjauh. Membuat Olive yang dipelukan rajanya memerah. "T-tuan! ada anak anak disini!"


"Itu wajar Olive. kata kata 'Aku mencintaimu' bukan suatu hal yang buruk bagi mereka." Ujar Ox. ini bukan seperti sebuah hal tidak pantas baginya. Olive memerah dan bingung untuk memutuskan.


Beberapa saat akhirnya Ox menyerah, dia melepas pelukan itu dan membuat Olive menjauh. Ox menghela nafas, "Baik. aku kembali bekerja. Oke kalian semua jangan ganggu ayah ya?" Tanya Ox.

__ADS_1


Magna dan George mengangguk dan mereka langsung berlari keluar dari sana. Kini hanya tersisa Olive dan Ox. Ox sibuk dengan pekerjaan nya, berbeda dengan Olive yang kini hanya terdiam berdiri dibelakang Ox.


Dia merasa bersalah. "T-tuan?"


"Ya Olive?"


Ox tidak menatapnya begitu membalas. Membuat perasaan bersalahnya semakin besar. Olive menggerutu. Dia akhirnya mendekat.


Chu~


Olive mencium pipi milik raja Ox. Ox membelak, menengok kearah sang permaisuri. Olive memerah dengan menunduk setelah melakukannya. Dia menjauh perlahan. "A-aku mencintaimu." Ucapnya dengan pelan.


Dia lalu bergegas pergi dari sana. Ox terdiam. Ia mengusap wajahnya, "Ya ampun dia manis sekali.." Gumam Ox. Saking gemasnya ia dengan ratu nya, Ox akhirnya memilih menaruh penanya. Dia mengejar Olive dengan senang. "Aku juga mencintaimu!"


"T-tuan!"


Akhirnya setelah itu dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk memperkerjakan perempuan dalam pekerjaannya meski hanya berjalan beberapa hari atau dalam waktu singkat.

__ADS_1


__ADS_2