Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 4 - Keputusan


__ADS_3

"Ibu?"


Ratu dari kerajaan Aurant menatap anaknya dengan wajah kesal. Dia berusaha berjalan anggun, tapi hentakan kakinya terlalu keras karena amarah nya. "Olive, siapa yang menyuruh kamu keluar?"


Olive menunduk dengan wajah bersalah. Lalu menggeleng. "E-eum maaf ibu."


" Bisa bisanya keluar dengan baju tidur!" Ucap Ibunya. Dia langsung menaruh syal panjang untuk Olive dilehernya. Membuatnya hangat.


Olive terlihat murung dengan apa yang dilakukan ibunya. Ox tersenyum, meski rasanya itu sangat mengekang ia tahu bahwa ibu Olive hanya bermaksud baik.


rasanya ia merindukan Ibunya sendiri.


Dia menariknya pelan dan tersenyum kearah Raja Ox. "Maafkan kami karena dia berkeliaran diistana anda Yang mulia. Ayo Olive.. Besok kamu akan bertemu raja Fron untuk pernikahanmu."


Begitu Olive mendengar nya, rasanya tubuhnya semakin lelah. Dia menggeleng dengan memijat keningnya. Kali ini menolak. "Tidak ibu.. Cukup aku sedang tidak mau bertemu siapa pun untuk berkenalan denganku."


Tanpa disadari. Raja Ox, yang sedari tadi mendengar pembicaraan langsung menampilkan wajah marah. Olive terkejut dengan aura kuat yang muncul begitu saja disampingnya.

__ADS_1


'Aura apa ini? Sihirku yang lemah bahkan jarang sekali memperlihatkan aura orang lain untukku.' Batin Olive. Dia mulai ketakutan.


Ratu juga tiba tiba menatapnya Raja Ox. Dia pun kebingungan dengan aura Ox yang tiba tiba muncul. "Ada masalah Yang mulia?"


Begitu mendengarnya Ox menatap serius ibu Olive. "Aku ingin Olive menjadi permaisuriku. HANYA aku. Bolehkah Yang mulia?" Tanya raja Ox.


Kebetulan raja Fron dari kerjaan sebelah timur. Sama sama kuat dan dia juga bergelimang kemakmuran. Akan sulit jika ini berjalan dengan perbandingan harta dan kerajaan.


Ratu dari kerajaan Caeruleum terkejut. Begitu juga dengan putrinya. Raja Ox mendekat kearahnya dan menarik tubuh Olive. Manik hitam pekatnya membuat Olive terpaku. "Aku ingin dirimu. Hanya dirimu."


Olive memerah karena mereka terlalu dekat. Dia yang ketakutan langsung mencoba mendorong lelaki itu menjauh darinya. Ibunya panik. "Maaf Yang mulai. Anda memojokannya."


Olive memerah dengan menunduk. Ibunya menghela nafas dan menariknya. "Nak. Aku harap kamu dapat menentukannya besok."


Kini Olive menatap punggung raja Ox yang menjauh. Dia menghela nafas, setidaknya ia tak harus mencari alasan untuk menolak raja Fron lagi.


Tetapi masalah lainnya muncul. Bagaimana menolak kedua raja itu ketika mereka malah berusaha untuk mencoba mendapatkan dirinya?

__ADS_1


.........


"Raja Ox dan Raja Fron akan bertemu lusa. Mereka akan bertemu sesuai dengan apa yang ada dipilhanmu."


Ucap Raja Leuis dihadapan anaknya. Olive menggeleng. "Ayolah Ayah. Aku tidak bisa memilih."


Mendengarnya Raja Leuis menggeleng. Dia membuat keputusan untuk Olive yang memilih, bukan menolak keduanya. Olive perlahan menatap ayahnya dengan wajah memelas. "Ayah aku mohon. Bisakah aku tidak memikirkan ini? Aku ingin pulang ke kerajaan secepatnya."


"Kalau begitu biarkan diantara mereka belajar memahamimu. Atau kamu yang mencoba memahami nya. kamu akan mendapat masalah untuk dua kerajaan jika menolak."


Akhirnya, mendengar itu ia pergi dari sana tanpa mengucapkan apapun. Ibu nya mengejarnya, mengelus pundak Olive dengan menenangkan.


"Nak,"


Olive berhenti berjalan. Dia menengok kearah ibunya, dia memerah lalu merengek. "Ibu tolong ibu. Ayah membuatku frustasi dengan kemauannya."


Ibunya menggeleng, "Tidak ada yang bisa kita lakukan Olive. Sudah terima saja apa yang ia mau sayang. Kau tahu, ayahmu hanya membuatmu menjalankannya. Bukan untuk membuatmu secepatnya menikah sayang."

__ADS_1


Mendengar itu membuat Olive terhenyak. Dia menghela nafas, Akhirnya ia mengalah. Ia akan mencoba memahami apa yang ayahnya mau.


Tbc.


__ADS_2