
Beberapa jam berjalan lambat. Hingga langit mulai menggelap, permainan itu belum selesai. Dengan mempertimbangkan dan memikirkan bagaimana jadinya itu sudah menguras tenaga mereka mungkin sebentar lagi permainan ini akan selesai.
Entah karena akan melanjutkannya besok atau permainan akan selesai karena salah satu diantara mereka menang.
Raja Ox menekuk alisnya, dia terlihat berpikir keras. Sebenarnya dia akan lebih bersedia dan lebih baik ditantang bertarung menggunakan pedang istana daripada harus berdiam sembari menatap papan putih hitam dihadapannya.
Namun, tentunya dia tetap bertahan untuk calon ratunya. Dia akan mengenal Putri Olive lebih dan membuatnya menjadi ratunya. Itu tekad yang membuatnya tak mengeluh lagi.
Kita lihat dari sisi raja Fron. Sepertinya dari raut wajah Raja Fron yang memperlihatkan ekspresi muak karena permainan ini ia menyatakan hal yang sama didalam hatinya. Dia terlihat kelelahan, tetapi dia masih mencoba fokus dengan apa yang ia mainkan.
'Jika saja Ox tidak menginginkan Olive begitu mereka, mungkin saja aku sudah mencoba dekat dengan Olive tanpa harus mengikuti permainan ini. Ox menyebalkan.' Gerutunya.
Tap! Tap!
Keduanya membelak. Begitu pion tersisa beberapa, Ox memainkan dengan cepat. Ia bergerak tanpa ragu. Membuat terkejut raja Fron yang berusaha berpikir.
__ADS_1
Hingga akhirnya Ox mengarahkan pionnya satu satunya, Fron menahan nafas. Ox berhasil memenangkan Permainan Catur mereka.
"RAJA OX MENANG!"
Raja Ox menarik nafas lega dan langsung merebahkan diri disenderan kursi. sedangkan Raja Fron lesu dan memucat. Hilang sudah kesempatan mendapat Anak Raja Leuis itu. Olive memperhatikan dari jauh dan memerah malu. "K-kenapa m-mereka segigih itu sih." Dia menggerutu lucu.
'Padahal mereka bisa saja menyerah..'
"Terima kasih atas permainan sengitnya yang mulia." Ucap Raja Fron. Dia menghela nafas lalu tersenyum.
Raja Fron akhirnya pulang dengan tangan kosong. Meninggalkan Olive yang akhirnya menjadi milik Raja Ox.
Tunggu? apa benar sudah menjadi milik Ox? tentu tidak. Tapi ini akan jadi langkah awal untuknya. Raja Ox akan berusaha lebih dekat. Sedikit lagi hingga membuat Olive jatuh cinta padanya.
Frederich datang menghampiri raja nya. Dia membangunkan Ox. Dia membungkuk hormat.
__ADS_1
"Yang mulia. Sekarang mari saya antar kekamar." Ucap Frederich. Raja Ox membuka matanya, lalh mengangguk. Ia berdiri dari duduk nya. Matanya melihat seseorang yang tengah memerah duduk disana. Raja Ox tersenyum dan mendekat kearah nya.
Mereka berhadapan. Olive memlingkan wajahnya dengan terdiam. Ox terkekeh, lalu berlutut. Olive perlahan memberikan tanganya, lalu Ox menggengam tangannya. Tersenyum kecil. "Kamu milikku. Hanya milikku."
...
Olive berjalan dengan gugup. Pintu besar dihadapannya tertutup dengan sedikit celah disana. Terdapat Raja Ox tengah pulas tertidur. Jangan salah, catur tadi itu dimainkan lebih dari 7 jam. Membuat Raja Fron maupun Raja Ox lelah tak terkira.
Dan ini saatnya dia harus memberikan sebuah minuman manis kekamar raja itu. Ini bukan kemauannya, tetapi ayahnya memaksanya karena Ox telah mencoba mendapatkannya. Begitu kira kira kata Raja Leuis.
'Kamu harus memberikannya. Beri dia hadiah setelah berjuang demi dirimu!'
Olive gugup. Wajah datarnya tidak biasa terlihat cemas dan khawatir seperti itu. Dia meremat nampan yang ia pegang. Tangannya berkeringat.
'Apa aku harus kesana, bagaimana aku bisa kesana?'
__ADS_1