
Suasana berjalan canggung. Di ruang dansa, lagu beralun lembut, dengan sajian makanan mewah dipiring dan gelas gelas cantik. Para tamu harusnya berdansa dan berwajah genbira dengan si pembuat acara ini, tapi sipemilik acara seperti berwajah masam diujung sana. Membuat beberapa orang merasa canggung.
Begitu juga Raja Ox. Duduk diam menatap Pangeran Julius yang berada diujung sana. Dia meminum minumannya dengan tenang. Disampingnya Olive ikut terdiam. Menatap kearah tamu yang ramai dengan terus menggengam tangan Raja Ox.
"Kamu tidak lupa cincinnya kan?" Tanya Raja Ox tiba tiba. Olive menengok, Dia mengangguk perlahan. "Ya. Aku tidak akan lupa soal itu."
Flashback.
"Aku akan memberikan sebuah cincin untukmu. Anggap ini adalah cincin tunangan. Untuk meyakinkan hal ini kepada Pangeran Julius." Tutur Raja Ox dengan memberikan satu cincin perak yang terlihat indah.
Menerima nya dengan ragu ragu. Olive memerah karena merasa salah tingkah. Meski ini hanya cincin untuk rencana mereka mengelabui Julius, Putri Olive jadi memerah dan malu menerimanya.
Ya, entah kenapa Putri itu jadi sering memerah karena raja Aurant itu sangat baik padanya. Perempuan itu tersenyum dan memakai cincin itu dijari manisnya. "Baiklah aku akan pakai ini."
__ADS_1
Raja Ox memperhatikan wajah manisnya. Dia membayangkan. Bukankah lebih baik seseorang yang memakaikan cincin itu dijari manisnya? Ah. Tunggu. Tentu saja yang harus menaruhnya adalah Ox sendiri.
Tapi bukan sekarang tentunya. Begitu cincin itu terpasang sempurna dijari manisnya. Ox merasakan jantungnya berdetak kuat.
'Ya. itu terlihat semakin indah dipakai oleh mu.'
Flashback end
"Yang mulia?"
Tanpa mereka sadari seseorang berjalan mendekat kearah mereka. Dia adalah pangeran Julius. Ia berdeham, lalu duduk dikursi hadapaan mereka. Dia menatap mereka berdua. "Permisi?"
Olive menyadarinya dan terkejut. Dirinya segera mendekat kearah raja Ox dan menatap canggung Julius. Julius mendengus melihat reaksinya. "Kau berlebihan Olive."
__ADS_1
Mendengar itu membuat Olive semakin gugup karena tingkahnya terlihat jelas untuk menjaga jarak dengannya. "Y-ya maafkan aku Pangeran Julius." Ucapnya. Dia mencoba berbicara sopan.
Pangeran muda itu terlihat kesal ketika tatapan nya mengarah kearah Raja Ox. Dia membuat keheningan diantara mereka bertiga. Hingga akhirnya ia berbicara, itu membuat Raja Ox kesal bukan main.
"Kupikir kau mencintaiku." Ujar Julius. Ox membelak dan menatap tajam Pangeran Julius. Olive mengenggam tangan Ox erat. Putri itu menyuruh Ox agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi olehnya. Olive kemudian berbicara. "Tidak. Kamu hanya salah mengira Julius."
"Jadi kau tidak mencintaiku?"
Raja Ox jengah. "Apakah kamu tidak mendengar ucapan yang jelas diucapkan oleh Olive tadi huh? Kenapa kamu bertanya dua kali dengan makna yang sama?!"
Itu membuat semuanya terdiam. Olive menatap Ox dengan wajah cemas. Dia takut bahwa Ox yang akan berurusan dengan Pangeran Julius. Olive menengahi.
"Ya. Maaf. Aku sudah bertunangan dengan Raja Ox." Ucap Olive. Itu membuat Pangeran itu terkejut, Putri Olive tersenyum kearah Raja Ox. Sementara Julius mendengus. "Tapi aku belum selesai."
__ADS_1
Kata kata itu membuat keduanya terdiam. Olive dan Ox sama sama tak mengerti dengan apa yang diucapkan Pangeran Julius. Julius tidak berbicara sepatah katapun lagi. Dia bangkit dari duduknya dan berbalik. Pergi dari sana.
'Apa maksudnya?'