
'Aku harus bagaimana?'
Olive akhirnya membuka pintu itu perlahan. Lalu memasuki kamar Raja Ox tanpa suara sedikitpun. Dirinya menengok kesegala arah. Dia menemukan sosok raja itu tertidur di tempat tidurnya yang besar. Dia mengerjap. 'Yang mulia?'
Dia menemukan sebuah meja kecil disamping tempat tidur itu. Minuman itu ia taruh disana dan bersiap kembali tanpa membuat Sang Raja terbangun. Dia menghela nafas lega, baru saja ia hendak menutup pintu. Sesuatu membuatnya berhenti.
"Grhh.." Suara itu membuat Olive menengok kearah dimana Raja Ox tertidur. Wajahnya berlipat dengan mata yg menyipit. Rasanya dia tidak tenang sama sekali.
Olive ragu, namun ia memaksakan dirinya untuk berjalan kembali kesana. Dia lantas mendekat dan berjongkok, Menatap wajah tampan dihadapan nya yang terlelap. Dia menatapnya serius. Melihat detail dari wajah Ox yang bergurat tegas.
Tangannya beralih kearah lekukan didahinya. Ia mengusapnya pelan dahi itu. Olive tersenyum. "Dahimu bahkan terlipat. Itu akan membuat tidak nyaman."
Perlahan raja Ox tidur sengan wajah tenang, tak terlihat lagi ada kerutan didahinya. Olive mengangguk. Ia terkekeh lalu beranjak pergi dari sana.
Greep!
"Kamu mau kemana hm?"
Mata Yang mulia terbuka, dan disitu Olive mulai ketakutan. Belum sempat ia menarik tangannya dan lari dari sana, Dia sudah diangkat oleh Yang mulia naik ketempat tidurnya.
__ADS_1
"Uwahh!" Olive panik. Dia dalam bahaya saat ini. Pikirnya, tapi tenaganya terlalu lemah untuk melepas genggaman itu.
Olive berbaring. Wajahnya memucat begitu melihat tangan Kekarnya meraihnya. Dia memejamkan mata. "M-mohon m-aaf tuan!"
'D-dia akan melakukan sesuatu padaku?!! Tolong aku hiks! Aku menyesal masuk ke sini!!' Olive bergetar takut. Dia hendak menangis dan berteriak sekuat tenaga. Tapi dia terlalu takut hingga tak bisa berkutik.
Chu~
Olive merasakan ada yang menempel didahinya. Ketika ia membuka matanya, ia melihat raja Ox mencium keningnya. Tubuhnya mulai direngkuh dan Yang mulia raja memeluk nya hangat. Wajahnya yang tegas menatap Olive dengan serius.
Olive terkejut dengan wajah yang kini sangat dekat. Dia mencoba mendorongnya.
Raja yang terbangun karena Putri itu mulai keheranan akan sikapnya. raja Ox tadi berpikir untuk menjahili putri itu yang sedari tadi berdiri didepan kamarnya. Hingga ia terkejut dengan sikap lembut Olive untuknya. Lalu setelahnya ia kembali menjadi putri pemalu yang menjaga jarak dengan dirinya. Ia menaikan alis. 'Kemana sikap imutnya tadi?'
"L-lepas Huwa!!" Olive menatap Raja Ox yang terlihat lebih menakutkan dari dekat. Raja Ox tersenyum miring. Mencoba meledeknya. Dia menatap mata hitam pekat milik Olive. "Olive.."
Olive memang tidak terbiasa bertemu orang asing apalagi harus akrab. Olive sudah sangat ketakutan. Hingga membuat Raja Ox tertawa melihat wajahnya.
"Ya ampun memiliki calon permaisuri pemalu seperti ini sangatlah lucu!"
__ADS_1
Tubuh mungil Olive diangkat dan dibawa keluar kamarnya. Olive memerah dengan wajah menunduk. Kini Ox menggendongnya, membuat Putri itu malu karena takut ada yang melihatnya. "K-kau! A-apa mau-mmu!"
Raja menghela nafas. Dia lelah sekarang dan enggan banyak menjahili Olive lagi. Ia akhirnya berkata dengan jujur.
"Tidak ada. Hanya memastikan bahwa kamu benar benar dikamarmu saat ini. Mulai esok jangan pernah berkeliaran di malam seperti ini diistanaku."
Dia berjalan keluar sembari mengangkat Olive. Olive memerah. dia mengusap matanya yang berair karena menangis tadi. Dia kini berada digendongannya.
"A-aku tidak mau. Lepas! Biarkan aku turun!" Ucap Olive. Raja semakin mendekapnya, Olive bergerak banyak hingga terpaksa Ox mendekapnya seperti ini.
Ia menggeleng. "Jangan mencoba untuk turun atau aku bawa kamu kembali untuk menemaniku tidur!" Ancam raja Ox. Olive terkejut. Dia langsung terdiam dan menatap takut sang raja itu. Ox memasang wajah datarnya, meski dalam hatinya ia terkekeh akibat kelakuan Olive.
Dalam hati Putri Olive dia berteriak kesal. 'Ah, menyebalkan!!'
.
.
tbc.
__ADS_1