Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 56 - Janji


__ADS_3

"Waktu itu aku puas menatap wajah Julius yamg terkejut." Jujur Ox dengan kekehan. Olive memerah malu. Dia malah merasa bersalah menampar orang lain untuk pertama kalinya. Apalagi didepan banyak orang dan itu bisa jadi hal yang amat memalukan bagi Julius.


"Tolong jangan tertawakan aku tuan." mohon Olive dengan menutup wajahnya malu. Karena dia melihat Ox terus tertawa puas disampingnya. Lelaki itu terbahak. Seperti tengah mengingat sebuah kejadian lucu. 'Tunggu, Apa Tuan merasa suatu kejadian tidak mengenakan itu lucu?' Pikir Olive dengan menatap Ox aneh.


Ox mengangguk dan berusaha berhenti tertawa. Ia berdeham. Memeluk Olive dengan hangat. "Ya. Maaf kan aku sayang."


Flashback


Plakk!!


"J-jangan permalukan s-suamiku!" Ucap Olive dengan suara lantang. Wajah memerah menahan tangis setelah menampar keras Pangeran dihadapnnya. Semuanya terdiam karena menyaksikan itu. Suara tamparan itu memang terdengar kencang. Hingga membuat hampir seluruh tamu menatap mereka dengan terkejut.


Julius menatapnya dengan pandangan tak percaya. Pangeran itu mematung dengan wajah pucat karena mendapat tatapan sinis dari beberapa tamu. Meski ia adalah pangeran terhormat mungkin semuanya sudah kesal akan tingkahnya.


Ox menghentikan Olive yang hendak menamparnya sekali lagi. Tangan Olive gemetar takut. "M-mo! Jahat!"


"Hei hei, Tenanglah manis. Aku tak apa." Ucap Raja Ox menggenggam tangannya yang memerah. Tamparan itu menyebabkan bekas memerah ditangan putih milik Olive dan pipi Pangeran Julius. Pasti tamparan itu lumayan keras. Olive terisak, "Hiks dia jahat padamu."


Para tamu menatapnya jengkel, kesal dan marah kepada pangeran Julius disana. Banyak wanita yang kini menatapnya dengan bisik bisik menyakitkan bagi Julius. Beberapa bisik bisik itu terdengar olehnya.

__ADS_1


"Ya ampun dia jahat sekali bicara seperti itu."


"Ya ampun aku ingin memukulnya dengan sepatu tinggiku."


"Hei tenanglah. Dia memang pangeran kekanakan."


Suami Olive menenangkannya dengan memeluk nya. Membuat Olive yang terisak berlindung ditubuh bidangnya. Dia memeluk Ox dengan isakan. "Hiks maaf aku tidak bisa melindungi tuan. Seperti yang kamu lakukan untukku."


Kekehan terdengar. Ox mengelus surainya hangat. "Tidak. Aku rasa kamu sudah berusaha sebaik mungkin. Terimakasih Olive."


"Aku mencintaimu tuan."


"Benar benar mencintaimu."


"Hmm.."


"Jangan mencoba menjauh dariku."


Saking gemasnya, Ox menyubit pipi Olive yang terlihat begitu ia mendongak menatap Ox. Ia mengusap air mata milik istrinya terus menerus. Meski sebenarnya Olive masih terisak dan mengusap tidak ada gunanya. Raja itu tidak mencoba melepaskannya. "Ayo pulang."

__ADS_1


Kebetulan malam sudah mulai larut. Olive masih terisak sembari menggenggam tangannya. Raja Ox menariknya kepelukan. "Hei sayang. Apa yang kamu tangisi, Aku tak apa sungguh."


Olive menengok kearah nya. Dia terisak. Terasa amat sedih melihat ratunya terlihat rapuh. Wajah putihnya kini memerah karena tangis. "Tuan. Jangan sampai kamu berpikir seperti itu ya? Hiks, aku tidak mau pergi darimu. Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu tuan."


Ya ampun ternyata karena itu. Ox terkekeh. Dia mendekat kearah Olive. Mencium singkat keningnya untuk membungkam tangisnya. Dan benar. Olive langsung terdiam dengan wajah memerah meski hanya kecupan kening yang ia beri.


Raja Ox tersenyum. "Aku akan selalu mencintaimu dan menjagamu tetap menjadi milikku Olive." Ujarnya. Olive memerah menatapnya. Ia berucap singkat. "Janji?"


Ox kembali memeluknya erat. Kini mereka saling menatap satu sama lain. Senyuman kembali terulas diwajah mereka.


"Janji."


.


.


.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2