
"IKUTI AKU! AKU BERSUMPAH MEMBAWANYA KEMBALI!"
Dia memacu kudanya cepat. Aromanya masih terasa, terasa semakin kuat ketika dia mencoba mengikuti aura itu. Sudah selang lama waktu berjalan, hingga tiba tiba sebuah pohon besar terlihat berada di tengah tengah bukit yang menghampar luas. tepat sejajar bulan purnama. Sendirian. Seakan pohon lain menjauh. Disana Olive terlihat memerah dengan mata tertutup. Dia terlihat tidur dengan tenang.
"Berhenti! Jangan mendekat!" Teriak Haizaki. Beberapa saat kemudian semua pasukannya menjaga jarak. Sang Raja turun dari kudanya dan mendekat kearahnya.
Wajah memerahnya dan kulit putihnya terlihat sangat menawan dibawah bulan purnama. Ia terlelap dengan wajah lelah, membuat Sang Raja merasa sesak sekaligus lega melihatnya. Dia perlahan mendekat dan memeluknya. Membawanya kegendongannya.
Raja Ox menyelimuti Olive dengan Jubahnya. Pakaian tipisnya membuat tubuhnya dingin dan cukup terbuka itu. Ox menatapnya terkejut, sejak kapan Olive memakai pakaian yang hampir berantakan dan tak terpakai dengan benar. Dia mendengus, sepertinya orang orang itu membawa Olive dengan tidak baik dan kasar. Hingga membuat gaun Olive berantakan.
Ox membelak. Apa mereka melakukan sesuatu hal yang menyakiti Olive?! Ox memeluknya erat. Dia berbisik. "Maaf karena terlambat Olive. Aku harap kamu baik baik saja."
"Ayo kita segera pulang!" Perintah raja Ox kepada seluruh pengawal dan ahli sihirnya. Mereka hendak bergegas.
Raja berjalan mendekati kudanya dengan membawa Olive didekapannya. Pada saat itu, Seseorang muncul dari balik pohon. Lalu muncul beberapa lagi. Menatap tajam dirinya.
Frederich si butler bersiap mengambil pedangnya. dia menatap tajam. "SIAGA!" teriaknya untuk komando para pengawal.
Pengawal Raja Ox menarik pedangnya. Dia maju kearah lawan dan membiarkan Sang raja berada dibelakang. Melindungi Olive yang terlihat tak sadarkan diri.
__ADS_1
Raja Ox berjalan kearah Ahli sihirnya. Dia menurunkan Olive dan membuatnya berada dipengawasan Penyihir tersebut. "Tolong jaga calon permaisuriku."
Ahli sihir kerajaan Aurant tersenyum, mereka mengangguk. "Anda bisa percayakan ini pada kami."
Sang Raja menatap lawan nya. Wajahnya mengeras dan dia mencabut pedangnya.
Sringg!
Dia mengarahkan pedang kearah mereka.
"WAHAI!! APA KALIAN BERMAKSUD BERPERANG PADAKU MALAM INI?! DIBAWAH REMBULAN SEMPURNA INI?!"
"Baiklah kalau itu mau kalian."
Raja Ox tidak berniat menyabut pedang miliknya. Dia mengarahkan tangan nya kearah lawan. Para pengawalnya menyamping. Memberikan keluasan.
WUSH!!
"BICARA! SURUHAN SIAPA KALIAN?!"
__ADS_1
Ox memang bukan ahli sihir. Tetapi ada satu jenis sihir yang diajarkan oleh kedua oeang tuanya. Bagaimana sihir itu akan menjadi tamengnya setelah pedangnya tak bisa ia pakai. Padahal dengan kekuatan itu ia tahu, sihir itu amat kuat dan bukan hanya sekedar tameng untuknya.
Orang orang itu mundur. Tapi tidak mau menjawab perkataan Raja Ox. Raja Ox pun yang sudah hilang kesabaran bersiap menghancurkan mereka. "Kalau begitu selamat tinggal."
Tangan yang mengarah kepada lawan mengeluarkan cahaya lembut berwarna putih. Perlahan cahaya itu mendekat kearah lawan. Begitu cahaya itu jatuh ketanah. Muncul ledakan.
BUM!!
Para pengawal menyaksikan pohon itu hanxur dengan para penjahat yang sepertinya adalah yang menculik Olive. Ox menghela nafas lelah, kekuatannya menguras tenaganya. Dia berbalik "Tch, dasar penyihir aneh." Ucap Raja Ox.
Semua orang yang melawannya sudah lenyap. Dia berpikir bagaimana bisa mereka tidak melawan tadi? Atau sebenarnya mereka bukan penyihir?
Dia berjalan menuju Kudanya. Lalu mengarahkan pengawalnya. "Bergegas kembali kekerajaan!"
...
note : *Ox memang bukan keturunan yang memiliki sihir kuat. Tapi dia juga bisa menggunakan sihir karena orang tuanya mengajarkannya. Setidaknya ia memiliki kekuatan dan stamina yang kuat. Membuat ia dapat menggunakan sihir level rendah untuk menjadi sihir besar dengan menggunakan kekuatannya.
Hehe sori guys kalau kurang jelas. Aku buat ini berdasarkan fantasiku. jadi ya gitu deh.
__ADS_1
Happy reading dan jangan lupa dukung terus cerita ini! :3