
"Jadi ini Lili. Dia adalah seseorang yang akan membantuku mengerjakan pekerjaan kerajaan selama seminggu. E-eum hanya seminggu. Dan pintu selalu terbuka, atau bisa saja kita bekerja di luar. Y-ya asal tidak ada kesalah pahaman."
Olive menatap suaminya yang tengah berbicara dengan wajah sedih. Dia menatap perempuan yang berdiri disampingnya. Kedua anaknya, George dan Magna pun terdiam sembari memeluk ibunya.
Sungguh teledor Raja Ox. Dalam hatinya ia merutuki mengapa mengambil pekerja perempuan dikerajaannya. Meski ini berjalan cepat dan hanya berlangsung seminggu tetap saja. Melihat wajah sendu dari istrinya ia tak sanggup.
Sebenarnya ia bisa langsung membatalkan itu, tetapi ia merasakan tidak enak pada Lili. Wanita itu berusaha keras pada pekerjaannya. Tidak adil jika ia mengganggalkan pekerjaannya begitu saja. Ia akan memutuskan begitu Olive bicara dan tidak menyetujui ini. Tapi ternyata Olive tidak mau mengungkapkan isi hatinya. Bahwa ia tidak menyukai Lili disini.
"Perkenalkan aku Lili. Aku akan membantu dalam pekerjaan besar ini. Ah, aku dipilih karena aku cukup memiliki pengetahuan yang lebih dari yang lain." Dia tersenyum. Menatap Olive, Olive ikut tersenyum. "Y-ya. Semoga pekerjaan itu cepat selesai."
"Frederich juga akan membantu. Kau tenang saja. Semenjak kita menikah memang ia jarang terlihat, tapi itu karena aku mengirimnya ketempat lain untuk belajar mengenai pertarungan dan sihir dikota lain. Mungkin dia akan kembali dan tiba besok."
__ADS_1
Suasana canggung terasa. Lili mengangguk dan pergi dari sana. Ia lebih dahulu mengerjakan pekerjaan nya. Sementara Ox bicara kepada Olive mengenai hal ini.
Olive berjalan pergi menuju ruang kamar mereka. Magna dan George tentu tidak boleh terlibat dan mendengar permasalahan ini. Mereka terlalu kecil untuk terlibat. Akhirnya keduanya dibiarkan bermain bersama para pelayan, Olive tak mau mereka sedih karena hal yang tak mereka mengerti.
"Eum, Sayang?"
Ox berjalan mengikuti Olive disana. Lalu Mereka duduk bersama dikamar mereka. Ya, karena pembicaraan empat mata mereka selalu dilakukan disini. Dimana bahkan George dan Magna tidak diperbolehkan masuk kecuali sudah diberikan izin.
Ox menggeleng cepat. Dia tersenyum canggung. "Tidak. Tadi sudah kubilang. Mungkin ini bisa memakan waktu 5 hari atau seminggu." Jelas nya.
Ratu Olive mengangguk mengerti. Ia tidak berbicara lebih dan menutupi kesedihannya karena ia merasa akan mengganggu pekerjaan Ox. Sementara Ox malah semakin tak bisa fokus karena Olive yang berbeda hari ini.
__ADS_1
Dan yang terlihat, Ox sangat mengetahui bahwa jika Olive terdiam dalam waktu yang lama pasti ada sesuatu yang salah. Dia menghela nafas, menggenggam tangan Olive dengan erat. "Olive, aku bisa membatalkan ini. Itu tidak masalah sungguh, jika kamu benar benar merasa tidak nyaman, kau bisa bicara kepadaku. Eum, mari kita cari pekerja lain. Itu akan membuat masalah ini selesa--"
"Tidak usah tuan." Tolak ratu Olive. Dia menggeleng, lalu mencoba tersenyum. "Aku akan mencobanya."
Ox mengerjap. Dia menatap istrinya yang sudah pergi dari sana begitu selesai berbicara. Kata kata yang dilontarkan Olive membingungkan. Dia menelan ludah. "E-eum mencoba apa sayang?"
.
.
.
__ADS_1
tbc.