Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 50 - Our love


__ADS_3

Olive memeluk anaknya dengan erat. Wajah ratu itu berubah sendu mengingat perasaannya sewaktu ia melihat Ox tak sadarkan diri. Rasa itu masih sesak dihatinya. Dia menatap anaknya dengan pandangan sedih. "Ibu dan ayah mencintaimu Magna. Sangat mencintaimu." Bisiknya.


Magna yang kini berbaring ditempat tidur milik ayah ibunya tidak merasa mengantuk sama sekali. Pikiran nya semakin kacau. "Ibu.. Apakah ayah waktu itu terluka parah? Lalu bagaimana denganku?"


Mendengar itu Olive menghela nafas. "Kau selamat. Hanya saja terluka dibagian wajahmu. Karena dirimu waktu itu mati matian direbut oleh pengawal kerajaan dan terkena sebuah senjata dan akhirnya telinga sebelah ayah tuli karena panah itu." Ucap Olive.


Anaknya terlihat terkejut begitu mendengar pernyataan itu. Dia tidak pernah mendengar fakta bahwa pemimpin kerajaan Aurant itu memiliki kekurangan dengan tuli disebagian telinganya. Dia menatap ibunya. "Kenapa ayah tidak pernah memberitahu aku dan George?"


Pertanyaan itu membuat Olive terkekeh. "Ayahmu terlalu memikirkan rasa percaya diri anaknya. Dia menyembunyikannya dari kalian. Agar kalian tidak merasa malu karena ayahnya memiliki kekurangan seperti itu. Berlebihan memang." Candanya.


Magna terdiam. Itu cukup membuat ibunya tertawa gemas. "Padahal berita raja Ox tuli sudah didengar banyak orang. Tetapi begitu melihat Raja Ox terlihat baik baik saja bahkan banyak orang yang menganggap itu hanya berita bohong. Ayahmu menutupinya dengan begitu sempurna. Saat ini hanya sedikit yang mengatahui bahwa ayahmu tuli Magna."


Pikir Magna. Padahal itu sangat luar biasa mengingat ayah mereka sama sekali tidak menunjukan kekurangannya sama sekali. Dia layaknya pemimpin kuat, yang amat disegani disini. Apa itu bisa membuat ayahnya berpikiran semacam itu.


Magna akhirnya mengangguk mengerti. Dia menguap, merasakan lelahnya. Dia tersenyum. Rasanya matanya memberat akibat menangis lama tadi. Dan ia terasa tak memiliki energi apapun untuk sekedar pergi kekamarnya.

__ADS_1


Dia memeluk Olive yang berbaring disampingnya. "Aku mencintai kalian. Ayah, ibu."


Setelah itu, sekejap anaknya langsung terlelap. Olive menggeleng heran. Dia mengelus surai anaknya. Menatap anaknya penuh kasih sayang.


Kriett...


"Ibu.."


Setelah Magna terlelap, pintu terbuka dengan perlahan. seorang anak kecil masuk menatap Olive dari balik pintu. Dia berwajah sedih. Olive tersenyum menyambutnya. "George belum tidur?"


Anak itu menunduk sedih. Dia mendekat kearah ibunya. "George dengar kakak marah dari balik pintu. Aku jadi tidak bisa tidur." keluh George.


Olive mengangguk mengerti mendengar penjelasan anaknya. Dia meneouk nepuk bantal disampingnya. "Ayo kemar--"


"Kalau begitu mari tidur."

__ADS_1


Seseorang berbicara dibelakang George dengan menyelak ucapan Olive, Anak itu terkejut dan tiba tiba secepat kilat orang itu menggendongnya. George menatapnya takut. "A-ayah--"


Kini dia merengek. Sosok Ox terlihat setelah ia memasuki ruangan kamar mereka. Olive terkekeh, sembari menatap Ox yang berhasil membuat Anaknya sendiri menangis karena terkejut. "Hentikan itu tuan." tawanya.


Ox menurunkannya di tempat tidur. Lalu memeluknya sembari berbaring. Dia menghela nafas. "Ya ampun nyaman sekali seperti ini." Ujarnya.


George merengek dan enggan dipeluk ayahnya. Ayah ibunya hanya tertawa, ia akhirnya terlelap setelah menyerah.


Kini Ox dan Olive dalam diam, saling menatap dalam waktu yang lama, mereka meraskaan ketenangan untuk mereka. Malam ini bahkan masalah selesai dengan ceoat. Tentunya jika kesuanya saling mengerti harus bagaimana mereka harus bersikap dihadapan anak nak mereka.


'Semakin lama kami bersama. Rasanya kami merasakan masing masing dari kami mulai bersikap dewasa akan suatu masalah.'


.


.

__ADS_1


.


tbc.


__ADS_2