
Perwakilan kerajaan Caeruleum dan Aurant akhirnya memutuskan untuk pergi bersama. Ke kerajaan barat.
Begitu sampai dikerajaan tetangga ini, Raja Ox terlihat terpana dengan bentuk istana. Itu terlihat lebih minimalis dan tentu luar biasa.
Meski kerajaan nya sama besar dari nya tapi itu terlihat berbeda begitu nyatanya kerajaan Lux ini terlihat lebih maju. Berbeda dengan kerjaanya yang memang dibiarkan seperti dulu. Mementingkan kekokohan.
Sudah jelas dari bentuk kerajaan. Bangunan istana ini dibantu oleh kekuatan sihir yang besar.
"Olive?"
Panggilan itu membuat Putri Olive menengok. Raja Ox menatapnya dengan senyuman. Dia mengajaknya berjalan bersama untuk masuk kedalam istana. Olive mengangguk, tangan kecilnya diganggam erat oleh Raja bijaksana itu.
"Apakah kamu pernah kesini sebelumnya?" Tanya Putri Olive. Raja Ox mengangguk. "Ya. Tapi sudah lama sekali. Sekarang rasanya ini seperti tempat asing."
Begitu mereka berjalan beberapa pengawal, serta Frederich sebagai tangan kanan dan Liust sebagai pendamping dari Putri Olive mengikuti mereka dari belakang. Raja dan ratu memang sengaja tidak ikut karena mengetahui bahwa ini adalah pesta remaja. Bukan acara formal tentunya.
Mereka bertemu dengan Raja Lux. Dia tersenyum gagah didepan istananya. Semua tamu membungkuk hormat. Menyapa dirinya.
__ADS_1
"Apa kabar Or?" Tanya raja Ardan, menatap Ox dengan wajah menebak nebak. Mendengar itu Ox tertawa. raja Ardan yang lanjut usia itu menatap bingung Ox yang tertawa. Ox menggeleng. "Maaf Yang mulia aku Ox."
"Ox?" Wajahnya menampilkan ekspresi terkejut. Lalu dia menengok kearah Olive. Dia kembali menebak nebak. "Bukankah ini Den?"
Olive nampak tersenyum saja begitu mendengarnya. Meski rasanya nama itu asing. Tapi sepertinya Ox tau apa maksud dari raja kerajaan Lux itu. Raja Ox menatap Olive dengan kekehan. "Kau terlihat seperti ibuku rupanya."
Putri itu terkejut. Dia baru menyadari siapa yang disebut oleh Ox. membuat ia memerah rona, dia menunduk malu. "Bukan yang mulia. " Jawab Olive dengan lembut.
Raja Ardan kelihatan kebingungan. Ox akhirnya menjelaskan. "Or adalah ayahku. Den adalah ibu ku. Mereka sudah tiada yang mulia."
Kata kata itu membuatnya terkejut. Dia menghela nafas dan mengangguk mengerti. Raja Ardan terlihat menyesal tentang hal itu. "Maaf membuatmu sedih Ox. Jadi kamu anaknya? Ya ampun sudah lama sekali rupanya."
"Ah, berarti yang disampingmu ini.. Pasti permaisurimu Ox. Dia cantik dan manis." Jujur raja Ardan yang kini mengetahui Olive bukan Den. Olive memerah dan terdiam menatap kebawah. Raja Ox mengangguk. "Belum sepenuhnya tapi aku yakin dia akan jadi permaisuriku nanti."
Dibelakang sana seseorang perempuan menatap Raja Ox dengan wajah meremehkan. Membuat lelaki disampingnya, tangan kanan raja Ox meliriknya. "Permisi Putri Liust. Apa ada masalah?"
"Tidak sama sekali." Bohong Liust. Dia tersenyum miring, menatap butler itu dengan tatapan tajam. "Aku tidak mempermasalahkan nya. Hanya meremehkan nya."
__ADS_1
Butler itu terkejut dan tidak terima. Tapi dirinya tau batasan untuk tidak melangkah lebih jauh karena putri Caeruleum itu. Dia menghela nafas, menaikan kacamata nya yang sebenarnya tidak berpindah seinci pun dari temapt semula. Lalu berdeham, memilih menghiraukan ucapannya.
"Kalau begitu silahkan masuk. Putraku yang membuat pesta ini. Aku ingin beristirahat." Raja Ardan pergi dari sana. Ternyata mereka adalah tamu terakhir yang datang hari ini. Dia sudah berlalu dengan kereta kudanya. Raja beristirahat di tempat lain sepertinya.
Mereka memasuki istana. Olive tampak menggenggam tangan Raja Ox erat. dia menengok kearah sekitar dengan wajah cemas. Seakan mencemaskan sesuatu.
"Aku mencemaskan Pangeran itu."
Dia menengok kearah seseorang yang tengah berbincang dikeramaian disana.
"Pangeran Julius."
.
.
.
__ADS_1
Tbc.