Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 22 - Penolakan Olive


__ADS_3

Olive memandang keluar jendela. Pukul 9 malam. Dia belum keluar sama sekali dari istana ini. Bukan hanya dia sepertinya, entahlah. Pikir Putri Olive. Tidak ada yang berada dihalaman istana. Bukan cuma halaman. Begitu melihat keluar jendela, tidak ada siapapun yang terlihat disekitar istana.


"Apa mungkin aku tertipu oleh sihir?" Tanya Putri Olive. Dia terdiam sembari menatap keluar. Perasaan cemas menghantuinya. "Apa Yang mulia baik baik saja ya?" gumamnya.


Cklek.


Dia menebgok kearah sumber suara. Pintu terbuka dengan sesosok lelaki yang ia kenal. Olive menatapnya dengan curiga. Mengetahui bahwa itu Julius. Dirinya nampak khawatir. Untuk apa pemilik permainan ini ikut bermain?


"Julius kau belum keluar juga?" Tanya Olive dengan polos. Dalam hati Julius tertawa, tetapi sebenarnya reaksinya terbaca karena ia terlihat tersenyum miring. Menatap remeh putri itu. "Kau pikir?"


Olive menjaga jarak antara dirinya dengan pangeran. Dia tahu bahwa pangeran itu brengsek. Apalagi beberapa waktu yang lalu dia berani berbuat apapun. Hingga membuat Olive kesal. "Cukup! Jangan permainkan aku Julius. Menjauh dariku mohon maaf."


"Tidak." Julius berkata singkat. Dia menghela nafas. Berbicara serius."Olive. Menikahlah denganku."


Wanita cantik itu terkejut. "Kubilang tidak ya tidak Julius! Kau yang bermain main di awal. Aku sama sekali tidak menerima orang yang bermain main terhadapku--"


"SIAPA PEDULI?!!" Teriak Julius membuat Putri Olive membelak. Langkah kaki lebarnya mendekat kearah Olive. Membuat putri itu kelabakan dan berusaha menghindar. Tangan Julius terangkat keatas. Muncul sinar lembut ditangannya. Setelahnya semua kursi, meja, bahkan rak buku terangkat. Untuk menghalaunya pergi.

__ADS_1


Putri Olive meringis terantuk meja dan barang barang besar itu. Dia hendak terus pergi meski ia terluka sekarang. Tetapi ia ceroboh dan terperangkap begitu saja saat ia lengah. Dia terkesiap dan menengok kearah Julius yang sudah dekat.


Brugh!!


Dia memerangkap Olive. Tangannya menghadang dengan kokoh dengan rak yang berada dibelakang Olive. Dia mendengus. Mematap tajam Olive. "Jika kamu menolak aku bunuh semuanya. Tidak ada pengecualian. Bahkan aku bisa bunuh raja dan ratu Careuleum. Kau paham HAH?!!"


Olive membeku. Dia menelan ludah, tak berani bergerak karena dia terhalang oleh barang barang besar itu, belum lagi tangan Julis disampingnya. Julius tersenyum.


"Ah kamu terdiam. Itu anak baik--"


"Kamu memang putri yang penurut yang pernah--"


Bugh!


Kaki mulus putri itu melayang diantara dua kaki Pangeran Julius. Menghantam sesuatu disana. Dia seketika berhenti berbicara dan berteriak. Olive dengan cepat berlari menjauh darinya ketika ia kesakitan.


Julius menggertakan gigi. Dia mengepalkan tangan dengan meringis disela sela amarahnya. Dia menengok kearah Olive yang keluar dari perpustakaan. Tangannya mengarahkan sihir kearah Olive. "Grrh!!! Sialan!!"

__ADS_1


Pintu yang dibuka Olive tiba tiba bersinar dan dalam sekejap menghantam tubuh Olive. Olive tidak dapat menghindar saking cepatnya. Dia memjamkan matanya erat dan terlempar kelorong lorong.


Brugh!!


Disana Putri Olive tak sadarkan diri seketika. Kegaduhan itu akhirnya membuat orang orang yang mencari nya akhirnya dapat menemukan dirinya.


Raja Ox berlari kearahnya. Dia membelak menatap kejadian yang berlalu begitu cepat. Dia meraih Olive yang pingsan. "Olive?!"


Frederich mendekat kearah raja dan mengecek kondisi putri tersebut. Dia menghela nafas lega. Menatap Raja Ox. "Tak apa tuan. Putri Olive hanya pingsan."


"Oh ya? Dia pingsan?"


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2