
Flashback.
Note : Ini merupakan Flashback dari raja Ox. Yang mulai mengingat masa lalu mereka begitu masalah Magna terjadi.
Setelah adanya penculikan Magna, semua isi istana merasakan kekhawatiran. Semua informasi dan beberapa hal di usut secepatnya oleh seisi kerajaan Aurant. Mereka langsung bergerak mencari informasi sedetail mungkin sembari menunggu kabar sang Raja Aurant siuman dan terbangun dari tidur panjangnya.
Keadaan mencekam sangat terasa disana. Olive terus menggenggam tangan Ox yang terkulai lemah. Ia menatap suaminya dengan perasaan sedih. Tabib disampingnya menghela nafas. Membuat Olive menengok kearah nya. "K-kenapa Tuan? Ada apa?"
Ia tersenyum menatap Ratu Aurant. Dia menuliskan beberapa hal di sebuah kertas yang ada di meja. Lalu memberikab nya kearah Olive. Itu adalah saran dan beberapa panduan untuk mengobati luka Ox setiap harinya. "Tuan Ox selamat dan bisa dikatakan baik baik saja. Hanya beberapa tulangnya retak akibat terjatuh dan sayangnya.."
"A-apa maksudnya tuan?" Mendengar kalimat Tabib yang belum selesai membuat perasaan Olive kacau. Dia sangat takut mendengar berita buruk yang akan dikatakan pada tabib itu.
Tabib merasa tidak enak untuk mengucapkannya. Jadi dia berujar pelan. Menjelaskan itu untuk Olive didepannya.
__ADS_1
"Telinga kirinya tuli. Dikarenakan panah yang mengarah ketelinganya." Ucap Tabib itu. Olive menghela nafas. Dia tersenyum sendu.
Ternyata luka yang ada ditelinga Kiri Ox bukan hanya luka luar saja. Ia mendengarkan kejadian Ox kemarin dan itu membuat Olive sangat khawatir.
Mengingat bahwa pelayannya mengatakan raja itu maju paling depan untuk menyerang para penculik Magna. Ternyata serangan dari Mereka bisa separah ini. Dia menghela nafas. "Tak apa. Terima kasih karena telah mengobati tuan Ox. Tuan."
Olive mengelus surai milik Ox. Dia mulai terisak. Perlahan menyentuh kain yang menutup luka Ox. Olive menatapnya sedih. "Karena aku kamu seperti ini yang mulia-hiks--Maaf."
...
'Aku dimana?'
Dia perlahan menyadari bahwa ini di istana begitu melihat sekelilingnya yang tak asing. Ia menghela nafas, rasanya amat melelahkan begitu membuka mata. seakan tak ada energi apapun ditubuhnya.
__ADS_1
'Ini.. Di istana? Kemana semua orang?' Pikirnya. Dia menyipit. Tangannya hendak ia gerakan. Tapi itu sangat sulit, dia mengaduh mencoba dengan sekuat tenaga tapi rasanya nihil. Dia mendengus. Mencoba terdiam.
Dia mulai menenengok kesegala arah. Bahkan mencoba duduk hanya untuk melihat keluar jendela. Dia sibuk mencari keberadaan Olive dan yang lain. Dia bahkan melupakan dirinya yang terluka.
Cermin terlihat dipenglihatannya. Cermin besar itu memperlihatkan sosok Ox yang terbalut oleh beberapa bekas luka. Ox meringis melihatnya, dia menyentuh sebagian luka. terutama dibagian Telinga.
'Apa aku bertarung sebelum aku tak sadarkan diri--' Ox mulai mengingat dirinya yang bertarung dengan para penjahat. Untuk mengambil kembali anaknya. Gambaran anaknya yang diambil oleh beberapa orang disebuah kereta yang melesat cepat. Lalu sebuah panah mengarah kearahnya. Ia mengerenyit. Mulai mengingat semua kejadian itu.
"B-bagaimana keadaan Magna?!" Karena tidak ada seorang pun disana membuat ia Khawatir. Ia harus secepatnya menemui Olive untuk menjelaskan beberapa hal dan ia bahkan tak mengetahui keadaan Magna sekarang. 'Apa Magna selamat?!'
.
.
__ADS_1
.
tbc.