Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 26 - Final


__ADS_3

"PERTARUNGAN ANTAR RAJA OX dan PANGERAN JULIUS SEGERA DIMULAI!"


"Ah, ya ampun kenapa raja mau melawan seorang pangeran? Bukankah itu jelas berbeda?"


"Tidak tidak! Raja dari kerajaan Aurant tidak memiliki sihir yang sama kuatnya dengan milik pengaran Julius. Dia bermain tanpa sihir."


"A-apa?! Ya ampun ini sulit."


Diluar arena Raja Ox tengah menyiapkan baju besinya. Dia terdiam dengan wajah serius sedari tadi. Seseorang memperhatikannya dengan kecemasan. Siapa lagi kalau bukan Olive. Putri itu tampak terdiam dengan menatapnya. Enggan mengganggu jadi dirinya hanya melihat dari jauh. Memastikan bahwa raja Ox tengah baik baik saja.


Raja Ox tau perempuan itu sedari tadi ingin menyampaikan sesuatu, tapi pikirnya mungkin ia mengganggu hingga membuatnya tak mau mendekat. Raja Ox akhirnya berjalan kearahnya.


Olive menatapnya. Dia Menatapnya cemas. Akhirnya Dia memanggil raja itu.


"A-ah tuan!" Ox berhenti dihadapan nya. Olive menatapnya dengan sedih. Mereka saping terdiam. Perlahan, tangan milik Olive terangkat. Mengusap pipi raja Ox lembut.


Entah kenapa suasana tiba tiba berjalan sedih. Olive terlihat berkaca kaca sembari menatapnya. "Anda tidak akan terluka bukan?"


Ox yang mendengar nya mengangguk mantap. Dia berlutut dihadapan calon permaisurinya. Dia tersenyum dengan tulus. Sembari menatap dalam Olive. "Setelah ini. Bolehkan aku menikahimu?"


Olive mengangguk dengan wajah sedih. Dirinya sudah tidak berpikir untuk menolak cinta dari raja Aurant ini. Apalagi dirinya melihat perjuangan besar darinya. "Tolong. Bisakah kabar ini menjadi penyemangatmu tuan? Aku sangat sangat menantimu nanti. Jangan terluka demi diriku yang mulia."


Raja Ox tersenyum senang. Dia beranjak memeluknya. Ia mengelus surai Olive dengan lembut. "Aku mencintaimu."


...

__ADS_1


Suara riuh penonton membahana diarena pertandingan. Dua pria gagah tengah berdiri tegak dilapangan. Menjadi pusat perhatian. Baju besi kokoh terpasang rapi ditubuh mereka.


Mereka saling bertatapan. Tatapan tajam dari keduanya membuat suasana berjalan serius. Raja Ox kemudian mengangkat pedang, begitu juga Julius yang menyusulnya.


Sihir keluar dari pedang Julius. Itu membuat semua orang tertegun. Memang anak ketiga raja Ardan memiliki sihir besar yang jarang orang lain miliki. Dia dengan bangga menunjukan pedang itu.


Meski begitu Raja Ox tak kala bangganya. dia bahkan tak terlihat terkejut.


Pertarungan dimulai begitu bendera dinaikan. Dengan kuda yang ditunggangi Pangeran dan Raja itu. Mereka mulai bergerak.


Sring!!!


Julius melayangkan pedang dengan cepat. Seperti menebas benda didepannya. Raja Ox menghindar. Lalu menghantam pedang itu dengan kuat. Bunyi pedang berbenturan terdengar kencang.


Sring!!


Raja Ox terlihat lebih berusaha keras. Mungkin karena energi dari pedang itu sangat kuat. Dia menggeram dan terus menghantam pedangnya.


Julius tersenyum miring. Dia cukup mengarahkan pedang miliknya untuk terus menghantam pedang tanpa sihir itu. Mungkin jika terus menerus, dirinya dapat menghancurkan senjata raja itu terlebih dahulu. Meski nyatanya Julius tidak terima pertaruhannya bukan Olive.


"Kau tidak membuat Olive menjadi hadiahnya! Apa kau takut kekalahan yang mulia?!" Lantang nya. Raja Ox menatapnya tajam. Dia memilih tidak menjawab.


Sring!!


Mereka bergerak mundur. Ox memperhatikan Julius disana, dirinya bergerak maju. Mencoba menyerang Julius disana.

__ADS_1


Julius mengangkat pedang nya. "ARGHHH!!"


Sring!!


Dia menepis pedang Ox. Menggeram. Menatap kesal Raja Ox, Ox menatapnya datar. "Kurasa sudah waktunya."


Julius kebingungan dengan ucapan raja itu barusan. Sesaat setelahnya tiba tiba dia terkejut. Kuda milik Ox terlihat lebih unggul dari pada kuda miliknya. Kuda itubberdiri tegak dengan kaki kakinya. Ia layaknya siap menyerang. Setelah mereka mengambil jarak.


Pangeran itu tak bisa berkutik. Bukan kah kuda hanya tumpangan untuk pertarungan ini. Ternyata Raja Ox menggunakan kuda hitam yang terlihat menjulang tinggi. Dia menelan ludah dan merutuki kenapa baru menyadarinya.


Dia berlari. Ia kacau melihat kini yang menyerang bukan hanya Ox. Ox mengayunkan pedang kearahnya. Dia menepisnya dengan kuat, dan tiba giliran kuda hitam milik raja itu berubah ganas. Brutal menendang kuda miliknya.


Brugh!


Julius terjatuh dengan kudanya begitu kaki besar kuda itu menghantam kudanya. Dia membelak. Kuda hitam itu membuat kuda itu tersengal, jatuh dan menimpanya. Julius menggunakan sihir untuk menyingkirkan kuda miliknya sendiri. Tetapi kuda itu menendangnya kuat hingga Julius terlepas dengan mudah dari kuda yang telah tumbang.


"JULIUS!" Ox berteriak lantang. Dia terlihat marah. Julius hendak berdiri dari duduknya, namun sebelum itu lagi lagi kuda hitam itu menendang dengan mudah pedang sihir itu. Lalu senjata itu hancur terbentur dengan tembok dengan kuat tanpa sihir yang menyelimutinya.


Prang!


Julius tak bisa berkutik. Duduk didepan Raja Ox yang berdiri gagah dengan kudanya. Ox menatapnya. "Aku tidak takut kekalahan. Aku menerimanya jika aku kalah. Aku hanya tak ingin calon permaisuriku menjadi taruhan bodoh ini."


Ox menatap Julius. Dia memberikan tangannya. Memberikan bantuan pada Julius untuk bangkit. "Satu lagi. Kamu terlalu membanggakan sihirmu. Sampai melupakan bahwa bangsa kerajaan Aurant adalah petarung yang hebat."


Semua orang terdiam. Bendera berkibar. Pengumuman terdengar lantang. Raja Ox menatap seluruh hadirin yang hadir disana.

__ADS_1


"RAJA OX MENANG!"


...


__ADS_2