
Olive menutupi wajahnya. Dia terisak dengan wajah memerah. Sangat sangat manis dan imut. Membuat keduanya terpaku. "Nn..aku ingin pulang."
Raja Fron menariknya kearahnya. Dia menatap Raja Ox tajam. "Hei, aku semakin tidak bisa melepasnya dari pelukanku!" Ucap Raja Fron.
"Aku bersumpah akan menjadikannya permaisuriku!" Balas Raja Ox. Dia berusaha menarik Olive kepelukannya. Kini keduanya seperti anak kecil yang merebutkan satu mainan.
Pelayan pelayan hanya terdiam dengan canggung. Karena memang keduanya jauh dari ekspektasi seorang raja yang pendiam dan berwibawa. Mungkin hanya hari ini mereka seperti ini.
"C-cukup.."
Putri Olive melepas pelan pelukan mereka. Lalu berlari memeluk seseorang yang menatap dari kejauhan dengan bersidekap. Mereka menatapnya dengan terkejut.
"Liust?!"
Liust. Kakak dari Olive yang baru datang diacara ini. Dia hampir mirip Seperti Olive, namun dia sangat berbeda dalam hal kekuatan. Dia termaksud orang yang mampu mengendalikan orang lain atas sihir dan Auranya.
Dia menatap mereka dengan wajah datar. Wajah yang sangat mirip dengan Olive, hanya saja Olive terlihat lembut dan pendiam.
__ADS_1
Sementara Liust terlihat lebih berkharisma dan tentu saja dengan aura kuat itu, Liust terlihat tak kalah gagah meski ia seorang perempuan. Dia tersenyum. Menyapa keduanya. "Selamat pagi Yang mulia." ucapnya dengan membungkuk sedikit.
Raja Fron dan Raja Ox sama sama mengaduh begitu melihat Liust. Keduanya mengetahui Liust karena memang dia seperti prajurit prempuan kuat yang mereka temui selama ini.
Olive memeluk kakaknya dengan erat. "Kakak. Hiks aku lelah dengan kemauan ayah dan ibu. Kenapa kakak baru tiba sekarang?!"
Senyuman terukir dari Liust. Dirinya mengangguk dengan mengelus surai milik Olive. Senyuman itu terlihat sendu. Memperlihatkan kesedihan dan lelah dibalik itu "Maaf. Aku hanya tidak bisa berada dirumah."
Olive menatapnya dengan kecewa. Membuat Liust terkekeh. "Hm, kamu tidak bisa diperebutkan seperti itu? Baiklah. Aku ada pilihan lain."
Olive melepas pelukannya. Liust mendekat kearah kedua raja. Dia tersenyum penuh arti. Fron menatapnya waspada sementara Raja Ox bingung sembari diam memperhatikannya.
"Ha?!!"
.........
"Ah, Benarkah seperti ini. Kau bisa lihat ini membosankan."
__ADS_1
Keluh seorang Raja Ox. Dia menggerutu, tapi tetap memikirkan permaianan dihadapannya. Papan hitam putih itu tertata dengan sebuah pion pion disana.
Fron mengusap wajahnya. "Kupikir itu benar. Ini tidak lebih baik dari memainkan permainan berkuda atau yang lain." Ucap raja Fron. Mereka bisa saja berlomba menangkap rusa dengan panah atau yang lain dari pada permainan yang cukup membosankan ini.
"Sudah lanjutkan saja tuan. Mungkin dengan ini kalian bisa belajar sesuatu." Ucap Liust. Yang lain menatapnya terkejut, apa yang dia katakan benar juga. Ox mengangguk mengerti. "Ah, Aku tau apa maksudmu Liust."
Dia menengok kearah Olive. Ia tersenyum lembut. "Aku akan bersabar untuk Olive yang akan menerima ku nanti."
Mendengar itu Olive memerah tomat. Dia langsung menjadi tatapan banyak orang. Putri yang tidak biasa ditempat keramaian menunduk malu. 'Ya ampun itu memalukan huwa!'
"Ya. Baiklah yang mulia, mari berlaku adil. Tidak ada kecurangan." Akhirnya mereka melanjutkan permainan catur dengan serius. Tanpa keluhan dari kedua pihak itu. Situasi berjalan tenang.
Tidak ada yang maumengganggu mereka dengan melakukan hal hal berisik. para pelayan dan pengawal hanya terdiam dan fokus akan tugasnya. mereka bermain dalam waktu yang lama.
.
.
__ADS_1
tbc