
Raja Ox adalah satu satunya orang yang berada dimeja makan yang menampilkan ekspresi biasa. Yang lain langsung bersikap canggung. Raja Leuis bahkan menghela nafas.
Sedangkan ratu kerajaan Leuis menggeleng heran. Dia kini ikut pamit menyusul putri manis itu. Terdengar suara bising sedikit. Membuat keadaan canggung terasa. Raja Leuis menghela nafas dan yang lain hanya menunduk.
Hm menarik, mungkin itu pikiran Ox sekarang. "Yang mulia. Apa itu anak anda?"
Raja Leuis mengangguk. "Ah, iya. Maaf jika itu membuat suasana kurang bagus disini. Dia cukup tidak mood karena Desakan mencari pasangan terus didatangkan untuknya."
Ox semakin semangat. Dia tanpa basa basi berbicara. "Ah, bisakah saya meminangnya?"
Yang lain terkejut. Begitu juga Raja Leuis. Ox terlihat cukup serius begitu berucap. Bahkan ketika tersenyum ia nampak mantap mengatakannya. Raja Leuis menatapnya. "Yang mulia. Aku tidak menyuruh anda untuk kasihan dengan saya."
mendengar itu, beberapa dari kerajaan Careuleum mengangguk paham. Mereka tampaknya ingin membuat raja Leuis tabah. Tapi justru raja Ox menggeleng mendengarnya.
"Saya sungguh sungguh. Putri anda sangat menawan." Kali ini raja Leuis tersenyum. Wajahnya menampilkan rasa tersanjung mendengar anaknya dihormati sedemikian rupa. "Benarkah Ox? aku dengan senang hati menerimanya."
"Ya yang mulia. Aku sangat serius dengan ucapanku."
__ADS_1
Dia berdiri dari duduk nya dan menatap Ox dengan senang. "Kalau begitu mau anda saya terima tuan. Silahkan coba pikat dia."
Ox mengangguk dan membungkuk hormat. Dia berjalan mengantar Raja Leuis untuk beristirahat dikamarnya sekarang. Dan setelah itu mulai menyambut sosok calon keluarga kecilnya itu.
.........
Olive menatap murung melalui balkon kamar yang disediakan. Dia sibuk menatap rembulan tanpa menghiraukan pakaian tipisnya. Dia menatap rembulan dengan muram. 'Sampai kapan aku seperti ini?'
Dia menengok kebawah dan mendapati seseorang juga tengah menatap Rembulan. wajahnya yang tegas berbalut sinar tenang. Menciptakan kedamaian bagi yang melihatnya.
Olive berjalan keluar kamar dan hendak menemui orang itu. Dia berjalan sendirian dengan beberapa pelayan menatapnya dengan heran. Salah satu berbicara padanya. "Putri. Anda harus istirahat dikamar anda."
Olive menggeleng. "Tak apa. Hanya ketaman. Aku tidak masalah sendirian."
Dia berjalan hingga menemukan apa yang ia cari. Taman dengan seseorang disana. Sebenarnya kenyataan nya dia juga tidak sendirian. Disana Raja itu mendengar langkahnya. Lalu menengok dengan senyuman lembut untuknya.
Olive merasa bahwa ia membuat ketenangan Raja itu terganggu. Dia perlahan membungkuk hormat. "Maaf mengganggu anda yang mulia."
__ADS_1
Raja Ox mendekat kearah nya. Dia tersenyum lembut. "Kenapa anda belum tidur hm?"
Olive tampak mulai risih dengan perlakuan lembut Raja itu. Lagipula ada rasa takut terhadap seseorang lelaki didirinya. Hingga tanpa sadar mundur perlahan. "A-aku tidak bisa."
Dia menyadari bahwa apa yang ia kenakan terlalu tipis. Hingga membuat Olive malu dan kini memeluk dirinya sendiri.
"Hm?" Ox menaikan alis. Cukup bingung dan heran akan tingkah lakunya. "Kalau begitu lebih baik anda kekamar dan diam disana. Istana ini lumayan luas untuk orang baru seperti anda. Anda akan terses--"
"Olive!"
Keduanya menoleh kearah Sumber suara. Raja Ox yang Ucapannya terpotong agak kesal namun tidak mempermasalahkannya. Itu ratu kerjaan Caeruleum. Menatap Anaknya dengan wajah kesalnya.
"Ibu?"
.
.
__ADS_1
Tbc.