Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 36 - Ketakutan


__ADS_3

"A-apa yang membuatku seperti ini hiks."


Dia terisak sedih mengetahui tak ada apapun yang berubah dalam dirinya. Dia tak merasakan apapun dan bingung harus bagaimana lagi. Para pelayan pun terlihat tak mengetahui apa jalan keluarnya.


Bahkan ada para pelayan yang memberikan sebuah minuman herbal untuk ratu mereka. Tapi, semakin ia berusaha rasanya seperti mustahil. Olive merasakan dirinya jatuh bagaikan bunga layu.


"Olive, bisa buka pintu untukku?"


Olive menoleh kearah suara. Disana mungkin raja Ox tengah menunggu didepan pintu kamar mereka. Membuat Olive menghapus air matanya dan melangkah kearah suaminya.


Dia membuka pintu kamar itu. Terlihat Ox tersenyum menatapnya, Dia perlahan masuk, lalu memeluk Olive dengan erat. Olive menunduk sedih.


Sang raja hanya dapat mengelus punggung istrinya. Menguatkan perempuan itu. Dia terlihat rapuh saat ini, membuat Ox merasakan sesak melihatnya menangis seperti itu. Tapi dia hanya bisa tersenyum menenangkan. Karena dia sendiri tak begitu mengerti dengan ini.


"Tak apa Olive. Kita sudah berusaha, mungkin yang kamu lakukan sekarang hanya tinggal menunggu." Ucap Ox. Dia memeluk Istrinya dengan penuh kasih sayang. Olive terisak dan memeluknya. Dia menggeleng. "Maaf--hiks."

__ADS_1


Tiba tiba dia berpikir dengan hal yang lebih jauh. Dia membelak, memikirkan hal yang paling buruk. Olive berkaca kaca. Dia perlahan terisak. "A-apa aku tidak bisa mengan--"


Ox terkejut mendengar ucapan Olive. Dia segera menutup mulut Olive. Dia menatap serius istrinya. Wajahnya terlihat tak terima. dengan memohon ia menatap istrinya. "Hentikan Olive. Tolong jangan bicara seperti itu. Kamu membuat dirimu terluka dengan ucapanmu, manis."


Olive menggeleng. " Aku hanya tidak mengerti ini semua tuan."


"Iya baik Olive. Tapi jangan marah dan sedih terus menerus seperti itu. Kamu terlihat lelah." Ucap Ox dengan Menatap nya. "Kamu berlebihan sayang."


Mendengar itu membuat Ratu Olive terkejut. Dia menatap Ox dengan tidak terima. Putri yang penuh dengan kelembutan itu tiba tiba saja berbicara lantang kepadanya.


Dia menunduk. Terdiam dengan menyesal telah berbicara kasar kepada suaminya. "Ah, maaf hiks. Aku ingin menenangkan diri sebentar."


Dia beranjak pergi dari kamar mereka. Langkah kakinya berjalan keluar. Tetapi belum sempat ia melangkah jauh tangan besar Ox menarik lengan Olive. Menariknya hingga jatuh kepelukan sang Raja. Olive terisak,


Ox merasa bersalah pada Olive. Dia memberikannya kehangatan. "Jangan paksakan dirimu sayang. Maafkan aku jika membuatmu marah." Ucap Ox dengan dengan lembut. Kecupan hangat terasa dikeningnya. Membuat Olive semakin sedih. Dia memeluk erat Ox.

__ADS_1


Dia memilih terdiam dengan menenangkan dirinya. Ox pun begitu. Mereka saling terdiam, saling bergelut dengan pemikiran dikepala mereka.


Tangan Ox bergerak menggenggam tangan milik Olive. Olive menyadarinya, tapi tetap terdiam. Mereka merasakan ketenangan. Walau mereka masih saja memikirkan masalah itu.


Suara berat milik Ox memecah keheningan disana. "Kita akan mencoba memeriksanya besok." Ujarnya.


Olive mengangguk mengerti. "Aku mau secepatnya tuan. Aku takut sesuatu terjadi padaku." Ucapnya dengan wajah sendu. Ia menunduk.


"Sesuai keinginanmu sayang." Ox mengecup kening milik Olive


.


.


.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2