Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 43 - Magna membenci wajahnya


__ADS_3

Pesta itu berakhir sebelum sore hari. Dikarenakan keadaan yang menurut Raja Ox darurat. Dia ingin segera menyelesaikan permasalahan tadi. Dimana anaknya terlihat membuat kegaduhan di pesta dengan mmbuat anak lain menangis.


Mereka keluar dari ruang rapat mereka. Bahasannya hanya seputar kedua anak mereka. Ya, karena mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Maafkan untuk kelakuan anak ku. Aku akan memberitahunya nanti " Ucap raja Ox kepada orang yang ikut andil dalam pekerjaannya. Dia adalah orang tua dari Hans alias anak kecil yang bertengkar dengan Magna tadi. Orang itu mengangguk dan tidak mempermasalahkannya.


"Saya pikir anak saya memang berlebihan tuan. Tidak udah dipikirkan." Ucapnya.


Akhirnya orang tua Hans bergegas pulang. Setelah berbincang cukup lama dan mendengarkan George dan Hans memberitahukan apa yang terjadi.


Ox tidak tahu mana yang salah, sebenarnya Magna mungkin hanya ingin melindungi adiknya. Tapi ia cukup tak enak bicara pada rekan bangsawannya itu jika Hans yang memulainya. Jadi ia memilih berdamai dan tidak memusingkannya.


Raja Ox berjalan menuju kamar anaknya sekarang. Lelaki itu ingin mengecek keadaan anaknya saat ini. Ia kurang mengetahui sifat anaknya. Entah, sepertinya anak tertuanya itu memang sedang dalam pertumbuhan maka dari itu sifatnya sangatlah susah ditebak. Apa memang anaknya itu sedang memiliki hal pemikiran yang tidak orang lain tahu? Yang membuatnya larut dalam kesedihan dalam kesendiriannya?


Dia menyesal memgetahui anaknya itu lebih suka menyendiri. Rasanya ia berharap memiliki waktu lebih untuk anaknya. Menjadi raja memang sulit mengetahui keluarga terdekatnya bisa saja terlupakan karena ia terlalu fokus membangun bangsanya menjadi lebih baik.

__ADS_1


Awalnya Ox membiarkan kebiasan anaknya yang suka terdiam sendiri. Ia kira anak itu cepat dewasa begitu mempunyai adik. Saat itu Magna berubah menjadi lebih pendiam.


Dia membuka pintu dihadapan nya. Pintu itu tidak teekunci dan ia bebas masuk kedalam.


"Olive, Magna, George? Kalian didalam?"


Hening. Tak ada jawaban untuk Ox. Ox berjalan lebih kedalam. Begitu ia masuk kesana, dia tiba tiba terkejut dengan suara sesuatu terbsnting dengan kuat.


Prang!!


Ox terkejut mendengarnya dan ia segera berlari keruangan itu. Dia melihat keluarga kecilnya berada disana dengan wajah terkejut. Menyaksikan vas bunga yang pecah berhamburan. Terbanting ditengah tengah mereka. Olive membelak. Istrinya terdiam menyaksikan terlebih dahulu.


Pangeran kecil itu terdiam dan tidak menjawab pertanyaan ayahnya. Tiba tiba saja Magna berteriak kesal. "Aku membenci wajah ini!!!"


Mendengar itu membuat Raja dan Ratu dari Aurant itu tertegun. Ox segera menengok kearah Olive yang mematung ditempat nya. Matanya terlihat berkaca kaca, membuat Ox terdiam. Dia mendekat kearah istrinya, namun Olive menolak genggaman tangan darinya.

__ADS_1


"Sayang.. kamu tidak bisa bicara seperti itu manis." Ucap Olive serak. Namun Magna terdiam dan tidak menggubris ucapan ibunya. Olive mencoba tersenyum.


"K-kau adalah anak yang ibu sayangi nak. Kau tidak boleh mencela apa yang ada di dirimu karena ibu mencintai setiap hal yang ada di diri Magna." Ujar Olive. Ia mencoba memeluk anaknya tetapi Magna malah menjaga jarak dengan mereka.


Ox yang sudah tak tahan melihat Olive terluka akhirnya mendekat kearah anaknya. Dia menatap tak mengerti Magna. "Magna. Ayah minta kamu minta maaf pada ibumu. Sekaligus--"


"Aku tidak mau!!" Selak Magna. Ox membelak.


"Magna!"


"Sudah aku bilang aku benci wajah ini!!"


.


.

__ADS_1


.


tbc.


__ADS_2