Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 59 - Olive yang cemburu


__ADS_3

"Ya. Kita akan membuat perluasan daerah perekonomian negeri. Membuat lahan lain untuk perkebunan. Kira kira apa pilihan bagus nya?"


Lili mengangguk. Lalu menjawab sesuai yang ditanyakan Ox. Ox mencoba untuk fokus dengan apa yang ia bicarakan. Tapi sedari tadi rasanya ia canggung dengan keadaan ini.


"Ibu! Aku membuat pedang kayu!"


Sosok George datang ke ruangan ini dan menghampiri ibunya yang duduk diruangan tempat Ox bekerja. Olive tersenyum. Menatap pedang kayu buatan George. Dia mengambilnya. Terkagum. "Itu terlihat bagus sayang."


Ya. Olive beserta anaknya ikut mendengar apa yang dikerjakan oleh dirinya. Bukan hanya itu, sang raja akhirnya terpaksa bekerja diruang keluarga. Dimana disana adalah ruangan yang luas dan terbuka. Para pelayan menyaksikan dengan kebingungan. Sebagian menggeleng heran. Yah, tapi itulah. Ox baru menyadari betapa Olive sangat khawatir akan hal ini.


Ox sedikit berdeham, ia sedikit tersipu dam malah memikirkan bahwa ratunya itu cemburu sekarang. Dia menengok kearah Olive. Membuat Olive menyadari tatapannya. "Tuan?"


raja Ox kini mendekat kearah nya dengan menariknya kepelukan dan memangkunya. Memeluknya hangat. Membuat wajah Olive memerah tomat. "T-tuan?!"


Itu membuat semua yang berada disana membelak. George dan Magna menutup matanya. Melihat adegan itu kurang cocok untuk mereka. Tetapi Magna diam diam salah tingkah. 'Kenapa melihatnya sangat manis. Tapi itu tidak baik untuk George!!' Teriaknya dalam hati.


Lili memilih tidak memperhatikan itu karena dia sendiri tiba tiba canggung. Para pelayan yang memperhatikan juga sama. Mereka memilih terdiam tanpa harus berkomentar apapun. Olive mencoba lepas dari pelukan itu. "T-tuan, anda tidak pantas seperti itu." Ucapnya terbata bata.

__ADS_1


Ox terkekeh, ia akhirnya selesai menggoda istrinya. Ia melepas pelukan itu. Sesaat, ada rasa kecewa dihati Olive. Dia tidak lagi se senang tadi. Ox tersenyum menatapnya. "Aku akan menyelesaikan ini dulu ya?"


Tanpa menunggu jawaban darinya, Ox sudah beralih ke pekerjaan nya yang tak jauh dari mereka. Ratu Olive menghela nafas, dia semakin merasa cemburu dan ini makin buruknya mengetahui Frederich mustahil tiba tepat waktu, lalu disusul informasi lain yang menyatakan Frederich tidak bisa ikut hadir disini.


Magna memperhatikan dari ujung ruangan. Dia membaca buku dengan tenang. Tanpa bicara apalagi berisik.


Ketika pekerjaan itu berlangsung tiba tiba Olive berwajah sedih lagi. Membuat pekerjaan itu berhenti seketika. Ox yang menyadari hal itu segera menatapnya. "Ada apa Olive?"


Olive menggeleng. "Tidak. Bukan apa apa."


"Ya."


'Oh, yang benar saja sayang. Aku sudah membuatmu tersipu dan sedetik kemudian kamu bersedih lagi. Ya ampun..' Batin Ox menjerit.


Ox menghela nafas. Ia membereskan mejanya. Terlihat ia menyelesaikan kegiatan ini. Ia menatap Lili. "Lili kau boleh pulang. sekarang pertemuan hari ini ini selesai."


Ia mengangguk. Cukup terkejut mengetahui jam kerjanya sangat singkat. Dia merapihkan barang barangnya. Lalu izin untuk pulang. "Baik. Saya permisi tuan nyonya."

__ADS_1


Ox menghela nafas dan mendekat kearah istrinya. Dia menggenggam tangan kecil itu dan memeluknya. "Olive? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Tanya nya. Dia membuat Olive memerah.


Olive menatapnya. Dia mengangguk singkat.


"Baik silahkan bicara." Ucap Ox. Ia memberikan waktu untuk Olive berbicara jujur.


Olive menatap kearah lain. Entah apa yang ingin Olive bicarakan padanya. Tetapi rasanya itu membuat Ox gugup. Terhyata bukan hanya Ox, anaknya. Magna dan George pun ikut menengok kearah Olive.


"Aku.."


.


.


.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2