Jadi Ratuku

Jadi Ratuku
Chap 49 - Tertangkapnya para penculik


__ADS_3

Raja Ox terpental kebelakang karena tembakan panah sihir itu. Mengenai pelipisnya dan tiba tiba saja meledak ditelinganya. Suara ledakan memekakan telinga.


Duar!!!


Melihat itu mereka semua segera berseru kaget.


"Yang mulia!!" Ox mendengar samar orang orang berteriak memanggil namanya begitu ledakan itu terjadi. Semuanya nampak terkejut.


Darah merembes, Ox terjatuh ditanah dengan tak sadarkan diri. Berguling dengan menabrak tanah. Kecepatan kuda nya membuat ia terpental begitu keras kebawah sana. Membuat dirinya beberapa kali terantuk batu dan apapun yang menghalangi jalannya. Dia tak bisa menghentikan dirinya yang terguling dari atas kudanya.


Hingga akhirnya ia berhenti, Ox terbatuk dengan merasakan dadanya sesak. penglihatannya memburam dan dirinya kehilangan banyak tenaga. Ia merasakan bahwa dirinya melemah dengan merasakan dingin ditubuhnya. Dia merasakan darahnya mengalir keluar terus menerus.


Ia merasakan beberapa tulangnya patah. Tanpa tenaga dan dengan tenaga juga belum tentu raja itu bisa bergerak. Dia hampir tidak dapat merasakan lengannya.

__ADS_1


Dia hampir memejamkan mata. Melihat bulan bertengger manis dimalam hari. Yang harusnya diiringi dengan ketenangan malam. Matanya berair.


Rasa takut akan kehilangan anaknya sangat amat ia rasakan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Olive mengetahui anaknya akhirnya benar benar dibawa oleh orang asing dan membuat Magna menghilang dari dekapannya. Dia meringis dan berucap pelan. "Jangan pergi..."


Sring!!!


Ox mendengar suara tapak kaki kuda yang berlari cepat, suara pedang yang diangkat kuat, seruan pengawal untuk berlari cepat. Dia tiba tiba mengingat bahwa ia memiliki pengawal yang berada dibelakangnya.


Ox samar samar dapat merasakan pengawalnya mengejar karena sempat tertinggal dari Ox, kuda hitamnya menepi dan menunggu tuannya kembali padanya. Kuda kuda petarung milik Aurant berpacu cepat dan para penunggang kuda itu segera menghentikan para penculik anaknya.


"Lebih baik menyerah tuan!" Teriak pengawalnya dengan mengacungkan senjata. Mereka tidak bisa menjadikan anak Raja Ox sebagai sandera mereka karena anak itu telah terjatuh dari genggaman mereka.


"Ya ampun Pangeran!" Para pengawal yang menangkapnya segera melihat kondisi Pangeran Magna. semua orang terkejut dan menatapnya sedih. Anak itu tampak menangis dengan kencang tanpa mau berhenti. Meski sudah dipelukan para pengawal raja Ox, pasti anak itu merasakan sakit ditubuhnya.

__ADS_1


Setelah berusaha diperebutkan oleh beberapa pihak dan akhirnya terjatuh karena Penjahat itu lalai. Beruntung para pengawal dapat mengambilnya. Kini pangeran Magna mendapat luka terbuka yang serius diwajahnya. Entah karena tergores atau terkena sihir dari para penculiknya.


Sring!!


"Kami akan membawamu dan kamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal." Ucap salah satu pengawal Ox dengan tegas. Matanya menatap tajam para penculik yang terduduk dibawah sana.


Mereka segera mengikat para penjahat itu dan segera membawa mereka ke kerajaan Aurant.


Disisi lain, Beberapa pelayan Aurant datang kepadanya. Membawa banyak peralatan medis. Mereka nampak berwajah khawatir.


"Yang mulia!" Beberapa pengawal turun dari kuda yang mereka tunggangi. Salah seorang dari mereka dengan telaten langsung memperban lukanya. Satu lagi memastikan bahwa Ox masih hidup.


Ox masih dapat melihat sekitar dengan samar samar, suara para pelayan dan pengawal istana yang memanggil namanya. Namun itu sementara. Raja Ox memejamkan matanya setelah merasakan matanya memberat. Lalu akhirnya tak sadarkan diri.

__ADS_1


Flashback End


__ADS_2