
Pov Ravi
"Kek santai, jangan emosi dulu, kalau Sarasnya aja mau ku ajak berselingkuh … kakek nggak bisa melarang dong?"
Hayooo kakek pasti kepalanya udah ngeluarin asap nih. Aku sengaja ingin melihat sampai dimana batas kesabaran kakek dalam memarahi dan juga memberiku tumpahan ceramah hahaha.
(Ravi, kakek mohon jangan kamu ganggu rumah tangga Saraswati, dia itu orang baik, kamu jangan jadi orang gendheng! Pokoknya gak boleh merusak rumah tangga Saras. Harus bagaimana lagi sih kakek mendidikmu biar bisa jadi anak yang manis dan penurut, serta bertanggung jawab, hem?)
__ADS_1
Loh kok kakek gak emosi? Yaah nggak seru nih. Biarin deh, jika kakek tau keadaan Saras yang sesungguhnya, pasti dia akan mendukung apa yang aku lakukan untuk GM kesayangannya itu. Bicara kakek selalu saja membicarakan nama Saraswati ketika aku sedang di rumah, bahkan kadang di meja makan pun kakek tak segan-segan memberikan Sanjungan atau berupa pujian terhadap Saraswati.
Waktu begitu cepat berlalu, project di Surabaya sudah selesai, dan masalah di kantor Jogja pun sudah diselesaikan oleh wanita kesayanganku. Dia memang cerdas dan menakjubkan, tapi Sebenarnya aku juga sedikit merasa penasaran kenapa dia mau menerima cinta dan juga komitmen dari ku padahal kamu belum terlalu lama saling mengenal.
Sikapnya akan berubah tegas dan menakutkan serta berwibawa jika saat bekerja, tapi berubah lembut dan manja saat sedang berdua dengan ku. Ahh Saras … aku berjanji akan merebut dan menjadikanmu ratu dalam kerajaanku.
Seperti hari ini, aku menjemputnya berangkat kerja, tempat tinggalnya yang kecil dan sempit miliknya, membuatku tidak tega melihatnya. Namun dia memberikan nasihat padaku tentang siapa seorang Saraswati sebelum menikah dengan Raju dulu. Tentu saja aku sangat tidak suka mendengarnya, karena aku hanya ingin dia menyebut namaku ketika kami sedang bersama tanpa ada nama pria lain termasuk mantan terjahat nya itu.
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin sekali memberikannya sebuah rumah yang sangat layak untuk dihuni bukan tempat kost kecil seperti yang ditempatinya sekarang, tapi itulah Saraswati, perempuan itu sangat keras kepala dan tak ingin menerima bantuan ku sedikit pun.
Menurutnya, Dia sudah terbiasa hidup mandiri tanpa menengadahkan tangan terhadap orang lain tetapi dia berusaha selalu menjadikan telapak tangannya yang berada di atas untuk membantu keluarganya. Sifatnya Itu malah membuatku semakin merasa kagum pada sosok nya, hingga rasa cinta ini semakin bertumbuh kembang di dalam hatiku.
"Biar cukup uang nya by, aku kan harus biayai adikku sekolah, ngirim ibu juga. Karena jualan kuenya sekarang ini lagi sepi, udah nggak kayak dua tahun yang lalu, jadi aku juga harus berhemat."
Wanita cantik dengan hati mulia seperti dirinya sangat susah ditemui pada zaman sekarang. Itu yang bikin aku klepek-klepek dengan wanita yang satu ini.
__ADS_1
Sewaktu di Surabaya aku menyuruh orang kepercayaan untuk menyelidiki kehidupan Saraswati, dari a sampai z, telah kuketahui dan itu yang membuatku mulai jatuh hati kepadanya.
"Sayang, aku mohon terimalah apa yang aku berikan, tinggallah di apartemenku, karena itu juga demi keamananmu. Aku selalu kepikiran dengan sosok mantan suami tak diri itu karena dia sepertinya pasti tidak akan pernah terima dengan kehadiranku yang sekarang sudah berada di sampingmu!" pintaku berusaha untuk membujuknya.