Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 36. Ingin Melupakannya


__ADS_3

Sementara Surya sendiri melebarkan senyum dan ikut makan dengan Saras dan Sari, yang sedari Sari menegur tadi membuat Saras memulai lagi memakan hidangannya. Jangan lupakan tentang jantung Surya dan Saras yang sekarang berdenting begitu kencang hingga jika ada alat pendeteksi detak jantung saat ini sudah bisa dipastikan jika Kecepatan detak jantung seorang Surya saat ini sungguh sedang menggila dan bertalu-talu merdu ketika bertemu dengan wanita pujaan hati.


Jantung Saraswati pun jangan ditanya gemuruhnya, wanita cantik itu beberapa kali harus menyesap wedang jahenya karena kerongkongan yang terasa sering kering. Gugup dan bingung harus bicara apa atau sekedar mendahului untuk memecah keheningan yang tiba-tiba menaungi mereka bertiga.


“Bu Saras dari tadi kok nggak ngenalin saya sih,” bisik Sari yang sudah tidak tahan untuk segera berkenalan, dan jalan satu-satunya agar dia segera bisa berkenalan dengan cogan di hadapannya itu ya melalui Saraswati.


Saras menoleh ke arah Sari, matanya melirik Surya yang nampak asik dengan makanannya. Hal itu membuat Saras bisa membalas bisikan Sari. Hatinya merasa geli karena sekretarisnya itu sudah tidak bisa menahan untuk berkenalan.


“Sabar Ri, nunggu dia kelar makan ya,” bisik Saras tepat di depan daun telinga Sari, membuat janda ge^nit itu paham dan tersenyum lebar tanda setuju.


Sari yang belum pernah sama sekali bertemu dengan pria tampan yang di dalam pikirannya juga sangat sempurna, langsung saja memperlihatkan wajah berseri-seri. Sayang sekali matanya yang pintar juga tak bisa berdusta, jika lelaki putih bersih dengan hidung mancung tersebut hanya memfokuskan pandangannya terhadap sang atasan. Inilah yang benar-benar tidak disukai Sari, siapa pun yang berpapasan dengan mereka berdua pasti yang menjadi objek pandangan mereka hanya janda baru cantik jelita bernama Saraswati.


Mata tajam Sari terus saja memperhatikan kedua orang yang senyum-senyum sendiri, dalam pikiran Sari pasti ada hal penting yang terjadi diantara mereka berdua.


‘Ibu Saras kenapa sih kok tiba-tiba kayak orang salah tingkah begitu? Eh tapi tunggu dulu … ini sepertinya bukan seperti orang yang salah tingkah lebih tepatnya Ibu Saras lebih mendekati seperti seseorang yang sedang berpikir keras ketika bertemu dengan lelaki ini. Apa jangan-jangan ini pria tampan yang tadi baru saja kami bicarakan?’


Sari mulai berkelana dengan pikirannya sendiri, menerka tentang siapa yang saat ini sudah berada di meja makan bersamanya dan sang atasan.


Hidangan Sari sudah habis menyisakan tulang-belulang dari ceker yang dia makan tadi, terasa lama sekali dia dikenalkan dengan cogan itu, sehingga membuatnya sedikit bosan.


“Kamu–”

__ADS_1


“Kamu–”


“Hahaha, kamu aja duluan,” pinta Surya mengalah setelah mereka berdua secara kompak mengucap satu kata ‘kamu’, bahkan kedua bola mata lelaki itu sedari tadi tidak terlepas dari wajah perempuan yang selama ini sangat dirindukannya.


Jika dibolehkan dan jika itu memang tidak terlarang, rasanya Surya saat ini ingin sekali menenggelamkan wajahnya di leher perempuan berhijab modis itu. Sayangnya ada satu makhluk asing yang belum dikenalnya semenjak tadi bukan tak diketahui sama Surya, jika Sari terus saja terpana melihat ketampanannya.


“Haii, namaku Sari. aku sekretarisnya ibu Saraswati!”


Saras sontak menoleh ke arah Sari, wanita berhijab itu memicingkan matanya dan berpikir, sungguh sekretarisnya itu sudah tidak bisa menahan untuk tidak menegur Surya.


Sementara surya merasa sedikit takjub dengan keberanian Sari yang menyebutkan dirinya sebagai sekretaris wanita pujaannya. Wow, Surya merasa dirinya kembali berada di luar negeri di mana wanita di sana dengan gentle bagai seorang pria, mengulurkan tangan memperkenalkan diri.


‘Apa jangan-jangan perempuan yang sekarang menjadi sekretarisnya Saraswati juga merupakan mantan mahasiswa yang dulu pernah menuntut ilmu di luar negeri?’ Pertanyaan itu hanya bercokol sebentar di dalam kepala Surya, tidak sampai keluar ketika dirinya mengabaikan begitu saja tangan Sari yang sudah terulur. Mode cool seorang Surya kembali diperlihatkan, karena dirinya memang tidak suka bersentuhan tangan dengan asal perempuan.


Singkat, padat tetapi membuat orang merasa sakit hati ketika tangan telah terulur dengan terpaksa kembali Sari tarik plus wajah malu. Bukankah perbuatan Surya barusan itu benar-benar sangat menyebalkan? Sari langsung mengumpat di dalam hati.


‘Aku yakin jika laki-laki ini pasti mantannya Ibu Saras, lihat aja bola matanya kayak udah mau keluar dan berpindah ke wajahnya Bu Saras, hahaha! Jangan harap kamu bisa dengan mudah mendapatkan atasanku, Tuan sombong … lewati dulu tuan muda Ravi, baru kau merasakan bakal langsung Patah Hati!’


Ingin sekali rasanya Sari mengacak-acak wajah pria tampan yang malah meletakkan kedua tangan di atas meja untuk menyangga kedua pipinya, mengarahkan wajah dengan sempurna pada perempuan yang bernama Saraswati.


‘Cih … dasar tuan sombong sok kegantengan. Seperti ABG yang lagi jatuh cinta saja!’ Umpatan menyebalkan kembali disuarakan Sari.

__ADS_1


Saras melihat hal yang kurang baik itu segera memutar otaknya untuk membuat perkenalan kedua sahabatnya itu menjadi sedikit manis. Dalam waktu cepat wanita cantik itu mendapatkan ide.


“Surya, kamu ingat sama Devi nggak? Itu lho … adik kelas kita,” tanya Saras sedikit mengungkit masa lalu, Sari mengernyitkan dahinya. Wanita itu sedang memikirkan apa yang sedang dibuat oleh atasannya itu, kenapa dia membahas hal lain dan tidak berusaha mengenalkannya dengan si cogan dingin itu.


“Ya, si centil yang selalu rame itu, kan?” jawab Surya dengan antusias, dan sama sekali tidak melirik Sari. Saras melirik Sari dengan senyuman penuh makna.


“Devi itu kan dulu naksir berat sama kamu, nah kamu tau gak kalau dia itu sebenarnya adik tiri Sari ini,” terang Saras melanjutkan kalimatnya yang menjelaskan siapa Devi. Berhasil, Surya akhirnya menoleh ke arah Sari, dan Sari yang mendapatkan tatapan entah dari Surya merasa ingin menari-nari.


‘Hahaha, Bu Saras memang yang terbaik dalam mencari ide agar pria ganteng Ini bisa menoleh padaku, Akhirnya aku bisa mendapatkan atensinya juga walaupun sedikit merasa malu.’ Sari ingin sekali berjoget ria di hadapan semua orang sekarang karena ternyata Saras tidak memperlakukannya dengan buruk di depan pria ganteng yang rasanya ingin sekali Sari peluk.


“Oh, hai jadi kamu kakak tirinya Devi? Apa kabar dia sekarang?” tanya Surya, Saras tersenyum bahagia akhirnya keinginan sahabat senasib sepenanggungannya itu kesampaian. Bisa berkenalan dan akhirnya bercakap-cakap ria dengan cowok ganteng adalah kebahagiaan tersendiri bagi Sari, aneh memang tapi ya itulah Sari. Cewek ceria dan memiliki kesabaran menghadapi Saras saat penyakit killer nya kumat.


“Devi sudah menikah sekarang Pak, dan sudah punya dua anak, lucu-lucu dan juga menggemaskan anak-anaknya,” jawab Sari antusias, Surya mulai tertarik. Seperti itulah Surya, dia baru bisa mengalihkan perhatian ke kaum hawa yang baru dikenal dengan mengaitkan sebuah kisah yang berkaitan dengan dirinya. Setelah itu keakraban diantara Sari dan Surya pun mulai terbangun.


Tanpa terasa sekarang mereka bisa ngobrol dengan asyik dan tanpa terasa entah sudah berapa kali tambah dan waktupun mendekati tengah malam. Beruntung angkringan Mas Pomo buka sampe pagi, jadi mereka bisa tetap berada disitu tanpa harus di usir karena pemilik angkringan akan tutup.


“Oh ya, Saras, kamu kenal gak sama CEO baru di perusahaan cabang yang dipimpin papa sebelumnya? Lelaki itu iparku, dia punya rencana untuk ekspansi produk minuman kopi nya ke indonesia.” Surya menunggu jawaban dari sang mantan, berharap perempuan itu dapat memberikan keterangan pria yang baru beberapa bulan ini menikahi saudaranya.


“Aku belum kenal sih, emang namanya siapa? Kok kamu kayak gak suka gitu sama iparmu,” tanya Saras bisa memahami isi pikiran Surya.


“Namanya Raju. Dari awal nikah saja dia sudah berani membohongiku dengan mengatakan dirinya lajang, tapi ternyata setelah diselidiki si breng^sek itu baru bercerai dengan istrinya. Jika kamu mengenalnya, tolong berikan aku informasi agar bisa mendapatkan kelemahannya!”

__ADS_1


Deg!


‘Astagfirullah kenapa hidupku kembali dipertemukan dengan masalahnya Raju? Aku sudah berusaha melupakan mantan suamiku yang tukang selingkuh itu, tapi kenapa ada saja cara dari Tuhan untuk kembali memberikanku Ingatan tentang dirinya? Kenapa takdir belum melepaskan ku dari pria itu? Aku hanya ingin melupakannya ….’


__ADS_2