
Surya bersiap untuk menjemput Saras di kediaman tuan besar Nugroho, sementara Saras yang sudah menutup teleponnya, kembali ke dalam dan duduk di tempatnya semula. Sebenarnya Nugroho sudah mengetahui Surya yang notabene adalah pria masa lalu Saraswati, walaupun wanita itu belum menceritakannya sama sekali kepada sang tuan besar.
“Oh ya, Saras, saya ingin membahas tentang hubunganmu dengan cucu saya.” Tatapan Tuan besar kembali menghampiri wanita cantik itu.
“Maksudnya gimana ya, Tuan?” tanya Saras ingin memperjelas.
“Begini, bukan maksud saya untuk ikut campur dalam hubungan kalian berdua tapi ada satu hal yang harus kamu garis bawahi! Saya harap kamu juga mau mematuhinya. Hentikan hubunganmu dengan Ravi! Saya tidak memberikan restu untuk hubungan kalian berdua ke depannya setelah mengetahui kehidupan Ravi yang sesungguhnya.” Tuan Nugroho terlihat mengambil napas dengan berat, menatap penuh rasa kasihan wanita yang telah dicintai sang cucu.
__ADS_1
“Menurut saya lebih baik kalian putus dari sekarang karena Ravi sudah terlalu jauh dari aturan Tuhan. Saras, saya berharap suatu hari nanti cucu saya mendapatkan hidayah dan berhenti sebelum kehancuran menimpanya. Ingatlah Saras, kita hanya bisa untuk saling mengingatkan sebagai sesama yang masih memiliki hubungan walau hanya dalam batas pekerjaan, tapi saya sudah menganggapmu seperti cucu saya sendiri. Ravi sudah terlalu jauh meninggalkan ajaran dan aturan yang selama ini saya ajarkan dan juga telah menyimpang dari agamanya sendiri, jadi semua keputusan mengenai masa depannya itu ada di tangannya sendiri mulai sekarang! Ternyata saya memang sudah sangat tua, terbukti Ravi cucu saya kini sudah menjadi pria dewasa yang mampu mengubah dirinya seperti monster tak punya hati!”
Saras hanya mampu mendengar tanpa berani menyela perkataan sang pemilik perusahaan tempatnya bernaung mengisi saku selama ini, bahkan untuk bernafas pun dia menjadi sangat hati-hati agar tuan besar yang terlihat sedang curhat itu tidak merasa tersinggung. Mendapatkan sebuah nasehat dan dijaga dari sesuatu yang buruk, itu membuktikan bahwa tuan besarnya sangat menyayangi dan masih saja memikirkan kebaikan untuk dirinya. Ravi sudah salah melangkah, meninggalkan sang kakek yang memiliki hati mulia seperti ini dan lebih memilih dunia bawah tanah penuh kesesatan bergelimang dosa.
“Iya tuan, saya akan mendengarkan dan mematuhi semua yang tuan besar arahkan, terima kasih sudah menyayangi saya dengan tulus seperti cucu Anda sendiri. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan yang telah perbuat untuk saya selama ini,” jawab Saras yang menanggapi ucapan sang pemilik perusahaan Jamoe Jitoe itu dengan bijak tanpa ingin membantah.
Bukannya Saras tidak ingin memanggil pria paruh baya itu dengan sebutan kakek tapi dirinya tau diri karena ada yang jauh lebih berhak menyebutnya dengan gelar kakek yaitu Ravi.
__ADS_1
“Sekarang ceritakan pria masa lalumu yang kini sudah kembali itu!” titah Nugroho, pria itu sudah tidak sabar untuk mendengar langsung dari wanita yang sudah lama dia sayangi sebagai cucu nya.
Deg!
‘Gawat, dari mana tuan besar tau ya? Kan aku belum ada cerita apa-apa? Waahh canggih juga ni tuan besar, cepet aja taunya kayak ada antena aja,’ gumam Saras dalam hati dan beberapa pertanyaan menggantung di kepala wanita cantik itu.
“Anu– gini Tuan besar, maafkan saya sebelumnya. Surya itu sebenarnya teman waktu saya masih sekolah di tingkat SMA dulu, kami berteman dengan seperti layaknya anak sekolah.” Akhirnya meluncur lah semua kisah Saras dan Surya dengan rinci dari mulutnya, tanpa ada sedikitpun yang ditutupi tentang cerita dirinya dengan Surya.
__ADS_1
"Ooh, jadi ceritanya seperti itu! Sekarang bagaimana dengan dirimu sendiri? Apa hubungan dengan pria bernama Surya itu masih baik atau sudah rusak?"