Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 23. Istri?


__ADS_3

“Kek, apakah Saras tidak pernah melakukan kesalahan selama bekerja? Kok kayaknya Kakek bangga banget sama dia?” tanya Ravi mulai ragu dengan dirinya sendiri.


Ada rasa ingin mundur tiba-tiba mengingat apa yang dikatakan sang kakek, mengingat sang wanita yang ia puja benaran sangat berbeda dengan wanita yang selama ini dikencaninya. Ravi harus mengakui, bahwa Saras sangat dekat dengan sang kakek, bahkan dia mendapatkan kepercayaan penuh dalam mengelola perusahaan yang selama ini sudah besar di tangan seorang tuan Nugroho.


“Saraswati hanya manusia biasa, dia juga pernah melakukan kesalahan, tapi dia tidak segan untuk membuat hukumannya sendiri. Kata maaf baginya tidaklah cukup tanpa adanya hukuman. Itulah Saraswati, sebenarnya dia lebih tepat untuk menjadi seorang CEO daripada hanya sebagai seor–" Kalimat Tuan Nugroho sekonyong-konyong terhenti seketika karena Ravi yang memotong ucapan kakeknya.

__ADS_1


Penjelasan yang disampaikan si kakek tua itu ternyata mampu membuat Ravi semakin takjub sekaligus minder, tapi di akhir penjelasannya juga membuat Ravi membulatkan matanya dengan sempurna.


"Stop, Kakek kalau mau bicara itu tolong pikirkan terlebih dahulu, jangan asal ngelantur. Saraswati itu bukan siapa-siapa kita, Kek, jadi mana mungkin Kakek begitu percayanya sama dia? Yang benar saja dong … masa iya sampai kakek membuat keputusan dan berpikir untuk membuat orang lain menggantikan posisiku sebagai cucumu! Jika sampai itu terjadi aku tidak segan untuk mengkudeta Kakek TITIK!" Ravi langsung saja mengamuk karena keanehan pemikiran sang kakek yang sangat merugikan masa depannya, hatinya merasa tidak terima dengan keputusan gilla yang tak masuk akal buatnya.


Mereka berdua Terlalu sibuk untuk berdebat hingga melupakan Di mana tempat mereka sedang bersilang pendapat, bahkan tanpa mereka sadari, Dokter sudah selesai memeriksai wanita cantik korban perampokan itu. Terlihat jelas wajah-wajah penuh bahagia pada diri paramedis yang kini sudah selesai berkemas.

__ADS_1


“Pak Ravi, syukurlah karena istri anda sudah melewati masa kritisnya, semua panca indranya merespon dengan normal, dan kini tinggal pemulihan luka dalam yang masih basah. Hal ini dikarenakan akibat istri anda mengidap penyakit diabetes, dan ini semua yang mempengaruhi proses penyembuhan luka sedikit memakan waktu lebih lama. Mungkin karena kedatangan kakek anda membuat ibu Saraswati memiliki semangat untuk menjalani hidup jauh lebih lama lagi, makanya dia berjuang untuk kembali,” ucap dokter Ayu panjang lebar dengan senyum yang terus terkembang, penantiannya selama satu bulan kini membuahkan hasil karena pasien yang tertidur itu kini sudah bangun kembali.


Tuan Nugroho yang sedari tadi terdiam, merasa bingung dengan penjelasan dokter Ayu barusan yang membuat sedikit ternganga dan menegang. Tentu saja pria tua itu merasa sangat bingung karena sang dokter menyebutkan tentang wanita yang sedang berbaring alias karyawan kesayangannya sebagai istri dari cucunya.


‘Istri? Sejak kapan mereka menikah, bukannya Cokro bilang kalau Saras baru saja ketok palu jadi jande? Ini Sebenarnya apa yang terjadi sama mereka berdua, apa ini akal-akalan cucuku yang edan atau memang Saras yang sudah kerasukan jin ganjen karena udah jadi janda? Oh no, aku harus minta pertanggung jawaban pada mereka berdua,’ gerutu Nugroho dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2