
“Jika kau membutuhkan seorang sahabat untuk mendampingimu menghadapi orang yang kau takuti, kakek bersedia menjadi sahabatmu. Jika kau membutuhkan seorang moderator untuk memediasi masalah mu maka kakek juga bersedia menjadi mediator agar kesalahpahaman di antara kalian bisa menjadi kesepahaman. Jika kau ingin melakukannya sendiri, maka kakek pasti akan berdoa agar kau siap dan kuat menghadapi apa pun keputusan seorang Saraswati untuk hubungan kalian. Hanya satu pesan kakek untukmu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab ke depannya," jawab Nugroho kembali dengan untaian kalimat penuh makna dan sarat akan pesan.
Ravi terdiam sejenak, sepanjang sejarah dia membangun kerajaan bisnis bawah tanah yang nyaris tidak menggunakan hati, pria tampan itu tidak pernah menghadapi hal serumit ini. Namun, dia sangat bersyukur memiliki seorang kakek yang memiliki sangat bijaksana, tadinya dia berpikir akan ditendang dari daftar pewaris, tapi ternyata … 'Eh tunggu dulu, tadi kakek bilang, Saras … Astaga!' gumam Ravi dalam hati, dia belum mendapatkan apa yang dia ingin tau sedari tadi.
"Kek, apa maksud kakek tadi tentang Saras yang menjadi cucu angkat? To-tolong jelaskan sekarang, kek!" pinta Ravi setelah dia sadar dengan kewarasan yang sudah kembali pada rotasinya.
Dia memang belum mendapatkan penjelasan dari sang kakek, jadi Ravi memang menunggu bibir tua kakeknya untuk memberikan penjelasan yang sebenarnya tentang pernyataan tuan Nugroho mengenai Saraswati.
"Hahaha, kau ini kenapa bo*doh sekali, hah! Yaa, kakek memang sudah mengurus posisi Saras di perusahaan, dia yang akan menggantikan posisimu karena kau selalu saja tidak jelas memimpin perusahaan itu. Kau tidak usah khawatir dia tidak akan mengusik bisnismu tapi kau pun jangan pernah mengusik pekerjaannya. Tanggung jawab Saras itu sangat berat, dia akan mengurus yayasan yang kakek dirikan juga selain mengurus perusahaan, apa kau paham?" tanya kakek setelah pria tua itu menjawab pertanyaan yang membuat sang cucu mahkota ternganga tak percaya.
__ADS_1
Hari ini semuanya akan terjadi, dan Ravi sangat mengenal kakeknya, kalau pria tua itu sudah mengambil keputusan, maka tidak akan ada yang bisa diganggu gugat lagi.
Ravi mengacak rambutnya karena tidak percaya kalau tanpa persetujuan sang cucu, pria itu menghubungi Saras untuk datang menemuinya pagi ini dirumah besar sang kakek. Ravi sangat tahu sekali sifat perempuan itu jika Saras tidak akan pernah membantah apapun perintah dari sang kakek, walaupun wanita itu sedang sibuk karena buat sang janda muda, dia harus menaati dan melaksanakan perintah sang pemilik perusahaan dengan baik.
Sementara di dalam kantor, Saraswati sudah di hadang oleh Sari, sahabat yang terabaikan untuk beberapa waktu itu kini meminta hak nya untuk sebuah penjelasan dari bos sekaligus sahabat senasib sepenanggungan.
"Ya Tuhan, saya nggak nyangka ya loh Bu, kalau ternyata tuan muda segitunya. Terus jika nanti dia bertanya sama Ibu, apa yang akan ibu jawab sama tuan Ravi?" tanya Sari yang sedari tadi entah berapa kali membuka mulutnya karena terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
Pria dengan sejuta pesona itu ternyata serigala berbulu domba, mengingat ketika Ravi yang mampu membuat para remaja jejeritan karena aksi panggungnya yang tidak kalah dari penyanyi yang hits dan naik daun saat ini.
__ADS_1
"Ri, kamu tau aku seperti apa kan? Cinta bagiku harus memiliki kekuatan pondasi logika yang kuat, jangan sampai perasaan mengendalikan logika karena hal itu akan membuat orang kehilangan akal. Ravi bukan segalanya buatku Ri, tapi Allah lah yang aku menangkan dalam hidup ini. Jodoh itu yang dilihat bagaimana dia terhadap tuhannya, bagaimana dia menjaga imannya, dan bagaimana dengan kepribadiannya. Aku tidak akan mau dibutakan oleh cinta, Ri, Allah sang maha membolak balikkan hati, oleh karena itu aku hanya akan berpegang teguh dengan aturanNya. Bagaimana mungkin aku bisa hidup dengan orang yang bakal memberiku nafkah dari uang haram?" Saras memegangi kedua pundak Sari, menatap penuh harap agar wanita di depannya bisa percaya.
Sari tidak mampu membendung cairan bening yang sudah meronta-ronta ingin keluar dari kelopak matanya, janda centil itu pun menghambur memeluk Saraswati. Ternyata hari ini dia mendapatkan ilmu yang berharga tentang bagaimana kita menyikapi rasa cinta, Sari memetik banyak ilmu dari apa yang menimpa Saras. Kalau ternyata walaupun kita mencintai sesuatu maka aturan Tuhan harus tetap menjadi nomor satu, apa Sari juga akan mampu melakukannya?
Saraswati membalas pelukan Sari, dalam hatinya pun bersedih, tapi sekuat tenaga dia melawan rasa sedih itu agar tidak berlebihan. Saras takut jika rasa sedihnya justru membuka peluang iblis untuk bermain di relung hatinya dan akan mempengaruhi logikanya. Bagaiman pun juga, setiap kita merasakan gelora cinta menyapa jiwa maka logika biasanya akan hilang entah kemana dan Saras baru saja melewati itu semua. Dirinya hampir saja masuk dalam jebakan seorang Dewa judi nan tampan memesona tapi selidiki terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh ke jenjang selanjutnya.
Saras juga memutuskan akan menerima ajakan Surya untuk mencoba beberapa bulan ke depan untuk lebih saling mengenal. Surya mengajaknya bukan untuk berpacaran tapi mengajak wanita itu maju di hadapan penghulu.
...TAMAT...
__ADS_1