
‘Istri? Sejak kapan mereka menikah, bukannya Cokro bilang kalau Saras baru saja ketok palu jadi jande? Ini Sebenarnya apa yang terjadi sama mereka berdua, apa ini akal-akalan cucuku yang edan atau memang Saras yang sudah kerasukan jin ganjen karena udah jadi janda? Oh no, aku harus minta pertanggung jawaban pada mereka berdua,’ gerutu Nugroho dalam hatinya.
Pria tua dengan selera muda itu membiarkan sang dokter menjelaskan ini itu, sesekali pandangannya melihat ke arah sang cucu yang mendengarkan dengan seksama, persis seperti seorang suami yang sangat menginginkan istrinya kembali ke dalam pelukannya Akibat terlalu lama melakukan tidur panjang hingga sang pasangan sudah terlalu sangat merindukan.
Sebenarnya tuan Nugroho sudah tidak sabar menunggu sang dokter segera menyelesaikan ceramahnya. Bahkan rasanya kakek tua itu ingin sekali mendorong tubuh sang dokter agar segera pergi lewat pintu. Bahkan mulutnya sudah terasa gatal untuk mengusirnya, tapi hal itu tidak mungkin dilakukannya mengingat wibawa yang harus tetap dijaga nya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, akhirnya sang dokter dan pasukannya ke luar juga dari ruangan luas yang ditempati oleh Saraswati. Tidak menunggu waktu lagi, dengan cepat sang kakek menarik tangan cucunya untuk duduk di sofa, meninggalkan Saras yang masih terdiam di atas ranjang tanpa suara. Tentu saja kakek tua itu menginginkan klarifikasi yang pasti dari cucu manjanya yang selama ini selalu saja berbuat rusuh. Tuan Nugroho hanya tidak ingin Saras menerima permintaan ngeyelnya sang cucu hanya gara-gara dirinya telah menjadi seorang janda.
“Sekarang cepat kamu jelaskan apa yang dimaksud Dokter tadi, hem! ” pinta tuan Nugroho dengan nada dingin dan mata yang menatap tajam sang cucu.
Ravi bahkan tidak menyadari apa yang membuat sang kakek tiba-tiba berubah kembali marah. Padahal barusan kakeknya itu terlihat mendengarkan penjelasan dari dokter tentang kondisi Saraswati saat ini.
__ADS_1
Ravi benar-benar sama sekali tidak mengerti ke mana arah pembicaraan sang kakek karena memang dirinya sudah terbiasa mendengarkan dokter itu mengatakan bahwa Saras adalah istrinya. Bukankah itu sesuatu yang bagus karena memang sang dokter melihat ketulusannya sebagai seorang lelaki yang begitu mengasihi wanita yang dicintainya, lalu di mana letak salahnya hingga kakinya itu menca- mencatat jelas tidak terima
Tuan Nugroho kembali menatap lekat wajah cucunya seirama dengan gelengan kepala karena hal yang paling penting saat ini adalah klarifikasi tentang kata ‘istri’ dari mulut Dokter tadi. Pria tua itu mengira jika Raffi dan Saraswati telah melakukan pernikahan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya hingga membuat
“Jangan menghindar, sejak kapan Saras menjadi istrimu?” tanya Nugroho dengan penekanan kata istrimu. Tentu saja hal ini sontak membuat Ravi menepuk jidatnya sendiri, sungguh pria tampan itu tidak memperhatikan kata itu yang sering sekali selama dia menunggu Saras dalam tidur panjangnya dokter Ayu menyebutkan kata yang sama.
__ADS_1
“Ekhem, gini loh Kek. Sebenarnya sejak kejadian nahas itu, aku pun bingung entah kenapa orang selalu bilang kalau Saraswati itu istriku, padahal sewaktu aku memberikan data diri untuk administrasi pun, KTP milik Saras juga masih berstatus menikah, dan aku yang mengantarkan dia ke sini, serta aku juga yang menjaganya sampai sekarang. Mungkin itu lah yang membuat mereka semua mengira kalau Ravi ini suaminya Saras, sebab memang tak ada keluarganya yang datang membesuk selain sekretarisnya sendiri!” Pria itu terlihat mengambil nafas sebelum melanjutkan ceritanya dalam memberikan klarifikasi atas apa yang diminta sang kakek.