Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 30. Tekad Surya


__ADS_3

Surya sudah berada di dalam mobil mewahnya bersama Elisa yang duduk di sebelah sopir. Sebenarnya Elisa sangat tidak suka dengan posisi duduknya saat ini, tapi bos dingin nya itu paling anti jika sang sekretaris duduk saling berdekat-dekatan dengan dirinya. 


'Selama ini kamu selalu dingin aja sama semua perempuan, giliran tadi, apa yang buat kamu tiba-tiba menjadi pria ramah dan hangat sih, Surya. Aku bisa melihat cara tatapan matamu pada ibu Saras tadi. Jangan bilang kamu udah kepincut sama wanita matang itu? Oh Tuhan  … semoga saja itu hanya sekedar ketakutanku saja, aku tak mau kehilangan berlian yang selalu berada di dekataku tapi sampai sekarang masih saja belum bisa kupakai,' gerutu Elisa di dalam hati, ya hanya itu yang bisa gadis itu lakukan.  


Sementara Surya sendiri tampak sedang mengullum senyum dengan pandangan yang terus memperhatikan jalan dari jendela di sebelah bangkunya. Pria tampan dengan garis wajah tegas, hidung mancung dan mata tajam dengan alis tebal serta itu terus saja membayangkan wajah Saras sejak tubuhnya duduk di jok kursi bagian belakang. Pria berjambang tipis yang menghiasi kedua pipi hingga rahang yang menambah kesan macho pada dirinya, masih saja senyum-senyum sendiri sembari mengingat pertemuannya tadi. 


‘Saras, kamu itu memang pantas dianggap seperti berlian, walau disembunyikan tapi kilaumu tetap saja membuat mataku tidak mampu berpaling. Aku akan menagih janjimu Saras, kau akan menerima ku ketika kamu sudah menjadi orang sukses, dan sekarang jabatan GM sudah ada di tanganmu. Aku yakin kamu bukan orang yang mudah ingkar janji, Saras,” monolog Surya di dalam hati. 


Pria tampan itu bersedia menjomblo hingga karatan demi bisa membuktikan kepada Saras bahwa dia mampu menjadi orang sukses dengan karir yang dirintisnya sendiri tanpa bantuan mamanya — Poonam, bukan hanya karena takdir dimana ayahnya pemilik Jansi Corp yang sudah menggurita, tetapi dirinya memang mendirikan perusahaan hanya ingin memperlihatkan pada dunia, jika dirinya bisa sukses tanpa dekingan ari pihak orang tua, walau pada akhirnya dia tetap harus turun tangan mengurus perusahaan ayahnya. 

__ADS_1


Pertemuan yang sama sekali tidak pernah diduga nya, kini membuat Surya memiliki cita-cita kembali setelah lama tak mendengar kabar dari mantan kekasih nya Saraswati. Bahkan sebuah impian untuk membangun keluarga yang indah dengan cinta pertamanya pun kembali bergaung di dalam hati. Saras merupakan wanita yang mampu menolak ajakan seorang putra mahkota dari pemilik Jansi Corp, hanya untuk menjalin hubungan percintaan bersama gadis itu dulu yang terhalang kalimat “Aku ingin menggapai cita-cita dulu.” 


Sementara para wanita lain bersedia untuk merayap ke atas ranjangnya tanpa syarat, asal bisa bersama dan dekat dengan Surya. Namun Surya malah berbeda, penolakan halus dari Saras mampu membuat dirinya mengurung diri dari semua godaan wanita dan fokus membangun diri untuk sebuah kata, SUKSES. 


‘Saras, apa kamu masih sendiri seperti dulu? Atau kah kamu hanya beralasan ingin menggapai cita-cita hanya karena tak ada rasa cinta padaku dulu? Saras … aku masih sangat mencintaimu dan kuharap kamu masih sendiri seperti apa yang kulakukan saat ini! Aku ingin menua bersamamu, menghabiskan sisa-sisa hidup ini dengan penuh kebahagiaan berdua denganmu. Oh Saras … aku sudah tak tahan untuk segera meminangmu.’  


Surya memicingkan mata sembari tersenyum tipis, parahnya hal itu terlihat jelas di mata Elisa ketika sekretaris tersebut menatap wajah tampan milik sang atasan dari kaca spion yang ada di bagian dalam mobil. 


“Juna, datang ke ruanganku sekarang,” titah Surya melalui interkom. 

__ADS_1


Pria yang berada di seberang sana, dengan cepat menutup laptop dan bergegas menuju ruangan sang CEO yang juga sahabat kentalnya. Surya merupakan bos yang susah mengerti akan keterlambatan seorang karyawan. 


“Elisa, aku barusan di panggil bos, aku masuk ya,” sapa Juna ke arah Elisa yang hanya mengangguk dan tersenyum ramah. Wanita cantik yang tidak pernah gagal dalam berdandan itu sudah sangat mengenal kedekatan bosnya dengan pria tampan yang menjadi target kedua, ketika mengejar si bos gagal, maka sahabatnya bos pun tak masalah. Itulah yang direncanakan Elisa untuk masa depannya agar kehidupannya kelak bisa terjamin dengan harta kekayaan yang melimpah, tanpa harus takut menjadi orang miskin. Juna pun langsung memasuki ruangan Surya dengan terlebih dahulu menyetup pintu ruang kerja Atasannya itu beberapa kali. 


Bahkan pria itu langsung menerobos tanpa menunggu dipersilakan masuk oleh Surya, dirinya langsung tersenyum menyeringai saat melihat wajah sumringah milik Surya. 


"Ya, ada apa Bro? Tumben jam segini lo ganggu gue," tanya Juna dengan sedikit kesal, karena sebentar lagi jam pulang kerja dan jika si bos memanggilnya jam segini, alamat dia akan lembur tak bergaji. 


Entah kenapa menjadi seorang bawahan itu seringkali harus bersedia makan hati dan anehnya tubuhnya tetap saja tak berisi, padahal hampir setiap saat selalu saja dikasih hati yang pahit oleh atasannya. 

__ADS_1


"Gue punya tugas buat lo, cari tau perjalanan karir wanita yang bernama Saraswati, GM perusahaan Jamu Jitoe milik Tuan Nugroho. Gue pengen tau detail dan bagaimana cara kerja wanita itu,” perintah Surya tanpa basa basi demi tekad yang sudah ditegakkan di dalam hati. 


__ADS_2